Sumbardaily.com – Menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang menjadi salah satu fokus PT Hutama Karya (Persero). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “HK Mengajar: Inspiring Leaders”, perseroan membekali mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH), dengan wawasan kepemimpinan hingga teknologi digital konstruksi.
Program tersebut digelar pada Jumat (18/9/2026) dan diikuti 100 mahasiswa Fakultas Teknik UBH. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan materi edukasi, tetapi juga memberikan sejumlah dukungan pendidikan, mulai dari beasiswa tahunan bagi lima mahasiswa berprestasi, akses Learning Management System (LMS) gratis untuk 50 mahasiswa, hingga bantuan dana sarana dan prasarana belajar-mengajar bagi kampus.
Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, hadir sebagai narasumber utama sekaligus membuka agenda tersebut. Dalam kesempatan itu, dia membagikan pengalaman kepemimpinan serta perjalanan transformasi teknologi yang dilakukan korporasi di sektor konstruksi.
Menurut Mardiansyah, kehadiran BUMN di lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
“Lompatan pembangunan infrastruktur nasional harus diimbangi kesiapan mahasiswa di daerah. Kami tidak hanya berbagi ilmu teknis, tetapi menanamkan nilai kepemimpinan, integritas, dan penguasaan teknologi digital agar calon insinyur muda siap menjadi penggerak pembangunan,” ujar Mardiansyah, dalam keterangannya dikutip Minggu (20/9/2026).
Materi dalam HK Mengajar: Inspiring Leaders disampaikan dengan metode perkuliahan interaktif. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kepemimpinan, peta jalan Indonesia Emas 2045, ekosistem konstruksi modern, hingga perkembangan teknologi digital yang digunakan di lapangan.
Untuk mengukur pemahaman peserta, rangkaian kelas inspirasi diawali dengan pre-test dan diakhiri post-test. Setelah sesi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab serta sosialisasi mengenai pemanfaatan LMS.
Hutama Karya juga menghadirkan praktisi muda dari lini bisnis perwakilan anak perusahaan dan Special Purpose Vehicle (SPV). Mereka adalah Akh Kamali Hidayat dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) serta Sindy Harvi Amalia dari PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).
Selain pembekalan pengetahuan, dukungan pendidikan menjadi bagian penting dari program tersebut. Hutama Karya memberikan beasiswa tahunan kepada lima mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Perseroan juga menyediakan fasilitas LMS gratis hasil kolaborasi dengan Ruangguru bagi 50 mahasiswa.
Dukungan lainnya diberikan dalam bentuk dana untuk kebutuhan sarana dan prasarana belajar-mengajar di kampus. Secara kumulatif, program HK Mengajar disebut telah menjangkau 150 mahasiswa dan SMK sejak pertama kali dilaksanakan.
Program tersebut mendapat respons positif dari sivitas akademika UBH. Kehadiran jajaran pimpinan BUMN dan praktisi industri dinilai memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai dunia kerja konstruksi.
Salah satu mahasiswa, Muhammad Rayes, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan Hutama Karya turut meringankan beban biaya kuliah. Selain itu, program tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai lingkungan kerja di sektor konstruksi.
Rektor UBH, Prof. Dr. Diana Kartika, juga menyambut baik kolaborasi dengan Hutama Karya. Menurutnya, keterlibatan BUMN konstruksi di lingkungan kampus dapat menjadi jembatan antara kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan industri nasional.
“Kolaborasi bersama Hutama Karya memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa kami dalam memahami penerapan teknologi konstruksi terkini serta lanskap kepemimpinan riil. Dukungan beasiswa, akses LMS digital, hingga bantuan sarana prasarana menjadi dorongan moral dan finansial yang sangat berarti bagi peningkatan kualitas akademis perguruan tinggi di Sumatera Barat,” ungkap Diana Kartika.
Pelaksanaan agenda TJSL tersebut sekaligus mempertegas peran Hutama Karya sebagai BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero). Melalui program pendidikan, perseroan berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis di bidang infrastruktur dengan pemenuhan pilar sosial masyarakat.
Langkah tersebut juga disebut sesuai dengan amanat Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan perseroan terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia serta pengembangan sains dan teknologi.
Di sisi lain, program HK Peduli Pendidikan turut dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berkontribusi pada SDGs Nomor 4 mengenai Pendidikan Berkualitas serta SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. (*)
















