Sumbardaily.com - Komitmen Universitas Andalas (Unand) dalam memperkuat kolaborasi akademik di tingkat internasional kembali diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswanya dalam program riset luar negeri.
Salah satu capaian terbaru datang dari mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Unand, Rayhan Habibi, yang berhasil mengembangkan prototipe sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) selama mengikuti program akademik di Ibaraki University, Jepang.
Program kunjungan akademik dan budaya tersebut berlangsung selama 17 hari, dimulai pada 19 Mei. Dalam kegiatan itu, Rayhan bergabung di Electromagnetic Wave System Laboratory dengan bimbingan Takeda Sensei untuk mengikuti berbagai aktivitas penelitian sekaligus pengembangan kompetensi akademik.
Selama berada di laboratorium tersebut, Rayhan mengerjakan penelitian yang berfokus pada penerapan teknologi AI dalam bidang digital signal processing. Penelitian itu menghasilkan sebuah prototipe sistem diagnosis berbasis web yang memanfaatkan arsitektur Multi-Layer Perceptron (MLP).
Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mengidentifikasi kondisi pita suara normal maupun patologis secara non-invasif melalui analisis sinyal suara. Berdasarkan hasil pengujian awal, teknologi tersebut mampu mencatat tingkat spesifisitas diagnosis sebesar 85 persen.
Capaian tersebut menunjukkan potensi sistem sebagai salah satu teknologi pendukung dalam proses deteksi dini terhadap gangguan pita suara.
Selain menjalankan aktivitas penelitian, Rayhan juga mengikuti berbagai agenda akademik selama berada di Ibaraki University. Ia mempresentasikan rencana studi replikasi beserta hasil penelitian yang telah dilakukan di hadapan dosen dan peneliti di laboratorium tersebut.
Program tersebut juga menjadi sarana memperluas jejaring internasional melalui pertemuan strategis bersama peserta Spring Scholarship Program yang berasal dari berbagai negara.
Menurut Rayhan, kesempatan mengikuti program akademik di Jepang menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran, baik dari sisi penelitian maupun kolaborasi lintas negara.
"Selama 17 hari di Ibaraki University saya mendapatkan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya bertemu banyak mahasiswa dari berbagai negara yang menyambut dengan sangat hangat. Selain memperoleh pengalaman riset yang berharga, saya juga belajar bagaimana kolaborasi internasional mampu membuka wawasan baru dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya dikutip Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi Unand, Lusi Susanti, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program internasional merupakan bagian dari strategi fakultas dalam membangun budaya riset yang memiliki daya saing global.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri tidak hanya memperkuat kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter serta cara pandang yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
"Kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih Rayhan selama mengikuti program di Ibaraki University. Keikutsertaan mahasiswa dalam kolaborasi riset internasional tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian, tetapi juga membentuk karakter serta perspektif global yang sangat dibutuhkan di era transformasi digital. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Partisipasi mahasiswa Unand dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk terus memperluas jejaring akademik internasional melalui berbagai program kolaborasi dan mobilitas mahasiswa. (*)
















