Sumbardaily.com, Padang - Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang resmi bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat (Sumbar), Andre Rosiade pada Senin (3/11/2025) lalu.
Langkah politik Safni yang sebelumnya diusung oleh koalisi PDI Perjuangan, Hanura, dan PKS pada Pilkada 2024 itu dinilai sebagai keputusan rasional dalam menjaga stabilitas politik dan pembangunan daerah.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, menyebut kehadiran Safni bukan sekadar simbol politik, melainkan wujud semangat baru dalam memperkuat arah pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Hari ini, saya menyerahkan KTA kepada Pak Safni Sikumbang sebagai tanda beliau resmi bergabung dengan Gerindra. Kami menyambutnya sebagai bagian dari keluarga besar Partai Gerindra,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Andre Rosiade, Partai Gerindra memandang kehadiran Safni sebagai peluang mempercepat sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik.
Ia menegaskan komitmen partainya untuk mendorong pembangunan daerah agar lebih terarah dan berpihak pada masyarakat.
“Kami ingin memastikan pembangunan di Limapuluh Kota berjalan cepat, efektif, dan berpihak kepada rakyat. Itu komitmen kami,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut.
Andre Rosiade optimis bahwa kehadiran Safni akan menambah energi baru bagi Gerindra di Sumbar, khususnya Kabupaten Limapuluh Kota.
“Partai Gerindra diharapkan semakin solid di Sumbar. Dengan bergabungnya Pak Safni, kami yakin semakin kuat untuk membangun Kabupaten Limapuluh Kota ke arah yang lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, Safni Sikumbang mengaku keputusan bergabung dengan Partai Gerindra didasari kesamaan visi dalam membangun daerah.
Ia menilai partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya melihat Partai Gerindra punya semangat yang sama dalam membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Itu sejalan dengan keyakinan saya sebagai kepala daerah,” kata Safni.
Safni menegaskan bahwa langkah politiknya bukan sekadar pergeseran partai, tetapi bentuk upaya memperkuat posisi pemerintah daerah agar lebih sinkron dengan kebijakan pusat.
“Tujuan utama tetap sama, bagaimana masyarakat Limapuluh Kota bisa merasakan dampak nyata dari kebijakan pembangunan,” katanya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Safni dikenal sebagai pengusaha yang sukses di Sumbar. Ia berhasil memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Ahlul Badrito Resa, melalui dukungan koalisi PDI Perjuangan, Hanura, dan PKS mengalahkan petahana, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.
Wajar dan Terukur
Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand), Prof Asrinaldi menilai keputusan Safni bergabung dengan Gerindra merupakan langkah politik yang wajar dan strategis.
Menurutnya, perubahan afiliasi partai sering kali dilakukan untuk menyesuaikan dengan dinamika politik nasional, terutama setelah Gerindra menjadi partai utama pengusung pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Langkah Bupati Safni merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kepentingan daerahnya agar bisa lebih diprioritaskan oleh pemerintah pusat. Dalam politik, ini hal yang lumrah,” ujar Asrinaldi saat dihubungi Sumbardaily.com, Selasa (4/11/2025) malam.
Ia juga menilai keputusan tersebut tidak lepas dari kalkulasi politik menjelang kontestasi lokal berikutnya.
Sebagai kepala daerah yang ingin mempertahankan posisinya, Safni membutuhkan kendaraan politik yang stabil dan memiliki pengaruh kuat di tingkat nasional.
“Seorang petahana seperti Safni tentu memerlukan partai yang bisa menjamin keberlanjutan kekuasaannya. Apalagi, dalam dua Pilkada terakhir di Kabupaten Limapuluh Kota, petahana tidak mampu mempertahankan kursinya,” kata Asrinaldi.
Meski demikian, Asrinaldi mengingatkan agar Safni tidak sekadar menjadikan Gerindra sebagai “pelabuhan politik.”
Ia menilai, tantangan terbesar Safni Sikumbang ke depan adalah membangun soliditas di internal partai serta menjaga hubungan harmonis dengan partai lain di DPRD.
“Safni perlu mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak di Gerindra dan di luar partainya. Jika tidak, potensi gesekan politik bisa muncul dan mengganggu stabilitas pemerintahan daerah,” katanya.
Menurut Asrinaldi, langkah politik Safni bisa menjadi modal penting bagi Partai Gerindra dalam memperluas basis dukungan di Sumbar.
"Dengan bergabungnya Safni, Gerindra berpotensi memperkuat pengaruhnya di tingkat lokal, terutama di Limapuluh Kota yang dikenal sebagai salah satu daerah strategis di Sumbar," tuturnya. (adl)















