Sumbardaily.com - Kerajinan tradisional asal Lima Puluh Kota dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional. Tidak hanya anyaman mansiang yang sudah lebih dulu dikenal luas, berbagai produk kerajinan masyarakat lainnya juga disebut mempunyai kualitas dan nilai jual tinggi untuk dipasarkan ke luar negeri.
Potensi tersebut mencakup tenun tradisional, olahan kreatif berbasis alam, hingga beragam kerajinan tangan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Dukungan pembinaan, peningkatan kualitas produk, hingga akses pemasaran dinilai menjadi faktor penting agar produk-produk lokal mampu naik kelas dan memenuhi standar pasar global.
Hal itu disampaikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan peralatan usaha bagi UMKM di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Selasa (12/5/2026).
Menurut Safni, anyaman mansiang saat ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Produk tersebut bahkan sudah menerima pesanan hingga ribuan pieces setiap bulan dari berbagai negara.
“Selama ini anyaman mansiang sudah mulai dikenal luas bahkan mendapat pesanan hingga ribuan pcs setiap bulan dari berbagai negara. Namun kita tidak boleh berhenti di situ. Masih banyak produk kerajinan masyarakat Lima Puluh Kota yang punya kualitas dan nilai jual tinggi untuk dibawa ke pasar dunia,” ujar Safni.
Ia meminta agar seluruh produk kerajinan unggulan asal Lima Puluh Kota mendapatkan perhatian dan pembinaan serius dari Bank Indonesia. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.
Safni berharap Bank Indonesia terus hadir memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari pembinaan usaha, pengembangan kemasan produk, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku UMKM di daerah.
Selain memiliki nilai ekonomi, penguatan sektor kerajinan rakyat juga dinilai penting dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal Minangkabau agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Safni menyebut, kerajinan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun harus dijadikan sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang serius, produk-produk lokal dari kampung di Lima Puluh Kota diyakini mampu tampil di berbagai pameran nasional maupun internasional.
“Kalau dikelola serius, kerajinan daerah bisa menjadi sumber penghasilan besar bagi masyarakat. Kita ingin produk-produk dari kampung-kampung di Lima Puluh Kota nantinya hadir di pameran nasional bahkan internasional,” tegasnya. (*)
















