Sumbardaily.com, Padang - Upaya identifikasi korban jiwa akibat banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlangsung secara intensif.
Hingga Senin (22/12/2025) malam, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mencatat total korban meninggal dunia mencapai 249 orang.
"Dari jumlah tersebut, 221 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 28 korban lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Plt Kabid Dokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faizal.
Data tersebut, katanya, disampaikan dalam laporan resmi kegiatan DVI Polda Sumbar yang dirilis pada pukul 20.00 WIB.
"Proses identifikasi dilakukan secara terpusat melalui sejumlah posko DVI yang tersebar di beberapa daerah terdampak, dengan melibatkan rumah sakit rujukan dan tim forensik kepolisian," katanya.
Dari total korban meninggal dunia, korban teridentifikasi terdiri atas 110 laki-laki dan 111 perempuan. Sementara itu, korban yang belum teridentifikasi berjumlah 28 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan sembilan perempuan.
"Selain jenazah utuh, tim DVI juga menangani sejumlah potongan tubuh manusia yang ditemukan terpisah di lokasi bencana, antara lain potongan paha, tungkai bawah, kaki kanan, pergelangan kaki kiri ke bawah, tubuh bagian pinggang ke bawah, hingga potongan tubuh dari kepala sampai perut," katanya.
Sebaran korban paling banyak tercatat di wilayah Agam. Posko DVI Agam melaporkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 142 orang. Dari angka tersebut, 133 korban telah teridentifikasi, dengan rincian 58 laki-laki dan 75 perempuan.
"Sembilan korban lainnya masih belum teridentifikasi, termasuk sejumlah temuan potongan tubuh yang memerlukan pemeriksaan forensik lanjutan," kata Faizal.
Sementara itu, Posko DVI Padang yang melibatkan DVI Polresta dan RSUD Rasidin mencatat lima korban meninggal dunia, seluruhnya telah teridentifikasi.
Korban terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Tidak terdapat korban yang belum teridentifikasi di posko ini.
Di RS Bhayangkara TK III Padang, tim DVI menangani 67 korban meninggal dunia. Sebanyak 48 korban telah teridentifikasi, terdiri atas 30 laki-laki dan 18 perempuan. Sebanyak 19 korban masih dalam proses identifikasi, termasuk beberapa potongan tubuh seperti paha, tungkai bawah, dan kaki kanan.
Posko DVI di wilayah lain juga melaporkan perkembangan signifikan. Di Pasaman Barat, empat korban meninggal dunia seluruhnya telah teridentifikasi, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
Di Bukittinggi, 14 korban meninggal dunia tercatat dan seluruhnya telah teridentifikasi dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Posko DVI Padang Panjang mencatat 17 korban meninggal dunia, yang juga seluruhnya telah berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, Posko DVI Solok Kota tidak melaporkan adanya korban meninggal dunia maupun proses identifikasi jenazah.
Selain korban meninggal dunia, laporan DVI Polda Sumbar juga mencatat 83 orang masih dinyatakan belum ditemukan atau hilang. Jumlah tersebut terdiri dari 44 laki-laki dan 39 perempuan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Kedokteran dan Kepolisian (Kasubbid Dokpol) Polda Sumbar, dr Eka Purnama Sari.
"Data ini menunjukkan bahwa proses pencarian korban masih menjadi pekerjaan besar yang terus dilakukan di tengah kondisi medan yang berat," kata dr Eka.
Di sisi lain, korban selamat yang masih menjalani perawatan medis tercatat sebanyak 20 orang. Sebagian besar dirawat di RSUD Agam sebanyak 17 orang, dengan rincian enam laki-laki dan 11 perempuan.
Satu korban dirawat di RSUD Padang Panjang, serta dua korban lainnya menjalani perawatan di RSUD Rasidin Padang. Tidak ada laporan korban dirawat di RSUD Kota Solok.
Seluruh data tersebut, kata Eka, telah dihimpun secara menyeluruh oleh tim DVI dan dilaporkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban penanganan korban bencana.
"Seluruh proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur medis dan forensik untuk memastikan keakuratan data korban jiwa," tuturnya. (adl)
















