Sumbardaily.com – Film Jangan Buang Ibu hadir membawa pesan yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni tentang pentingnya menghargai kasih sayang seorang ibu sebelum kehilangan itu benar-benar datang. Mengangkat tema keluarga yang sarat emosi dan nilai kehidupan, film produksi Leo Pictures tersebut resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere yang digelar di Basko City Mall, Padang, Senin (1/6/2026).
Pemutaran perdana film ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). Sejumlah artis ternama yang membintangi film tersebut turut hadir memeriahkan acara, di antaranya Nirina Zubir, Amanda Manopo, Dwi Sasono, dan Refal Hady.
Kehadiran para pemain serta antusiasme penonton yang memadati lokasi gala premiere menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap film yang mengangkat tema hubungan keluarga dan penghormatan kepada orang tua tersebut.
Film Jangan Buang Ibu dibangun dari gagasan sederhana namun memiliki makna mendalam. Kisahnya berangkat dari kenyataan bahwa kasih sayang seorang ibu sering kali baru benar-benar disadari ketika sosok tersebut telah tiada. Kehilangan itu kemudian menjadi titik refleksi bagi anggota keluarga untuk kembali memahami arti kebersamaan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap orang tua.
Karya ini terinspirasi dari kisah emosional seperti Bila Esok Ibu Tiada dan film internasional How to Make Millions Before Grandma Dies. Selain itu, film tersebut juga mengadaptasi nilai-nilai lokal dari cerita rakyat Malin Kundang yang dikemas dalam perspektif modern yang dekat dengan kehidupan generasi Z.
Pesan utama yang ingin disampaikan melalui film ini adalah pentingnya menghormati, menyayangi, dan menghargai sosok ibu dalam kehidupan sehari-hari. Selain menawarkan hiburan, film ini juga menghadirkan muatan edukatif dan filosofi yang relevan bagi generasi muda.
Di balik layar, proyek film ini melibatkan sejumlah nama kreatif. Wahyu Derapriyangga berperan sebagai penulis novel yang menjadi dasar cerita, sementara Hadrah Daeng Ratu dipercaya sebagai sutradara. Naskah film ditulis oleh Widya Arifianti dan diproduseri oleh Agung Saputra.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, turut menghadiri gala premiere tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap karya perfilman nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Mahyeldi memberikan apresiasi terhadap tema yang diangkat dalam film Jangan Buang Ibu. Menurutnya, film yang menyoroti hubungan keluarga, penghormatan kepada orang tua, dan pentingnya menjaga kasih sayang memiliki nilai yang sangat penting di tengah dinamika kehidupan modern saat ini.
“Film merupakan media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Ketika sebuah film mampu mengingatkan kita tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga keharmonisan keluarga, maka film tersebut memiliki nilai yang sangat besar,” ujar Mahyeldi.
Ia menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, berbagai media kreatif, termasuk industri perfilman, perlu terus didorong untuk menghadirkan karya-karya yang memperkuat nilai keluarga, kepedulian sosial, serta akhlak yang baik.
Menurut Mahyeldi, film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai nilai kehidupan yang positif.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi film. Ia berharap semakin banyak insan perfilman Indonesia yang menghadirkan karya berkualitas dan mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat luas.
“Kita berharap semakin banyak karya kreatif yang lahir dari insan perfilman Indonesia, yang tidak hanya berkualitas dari sisi produksi, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan bagi generasi muda,” katanya.
Suasana pemutaran perdana berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Kehadiran para pemain film serta tingginya minat masyarakat yang memadati lokasi acara semakin menambah semarak gala premiere tersebut.
Melalui dukungan terhadap karya kreatif yang sarat pesan moral seperti "Jangan Buang Ibu", Pemprov Sumbar berharap industri perfilman nasional terus berkembang dan mampu berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa. Upaya tersebut sejalan dengan harapan untuk melahirkan generasi yang berakhlak, berbudaya, serta memiliki daya saing di masa depan.
Film Jangan Buang Ibu pun diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga mampu meninggalkan pesan mendalam tentang arti keluarga, kasih sayang, dan penghormatan kepada orang tua yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat. (*)
















