Sumbardaily.com - Imbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov) Sumbar agar para ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Pemandangan tersebut terlihat di SD Islam Al Azhar 32 Padang, ketika sebagian besar peserta didik datang ke sekolah dengan didampingi ayah mereka sebagai bentuk dukungan saat memulai tahun ajaran baru.
Kehadiran para ayah dinilai menjadi simbol keterlibatan keluarga dalam mendampingi anak memasuki lingkungan belajar. Tidak sedikit orang tua yang rela menyisihkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan agar dapat mengantar anak secara langsung pada momen penting tersebut.
Salah seorang orang tua murid, Wahyudi (42), mengatakan dirinya sengaja meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya pada hari pertama sekolah. Meski berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang, ia tetap memilih hadir untuk memberikan dukungan secara langsung.
Kedua anak Wahyudi bersekolah di kompleks pendidikan SD Islam Al Azhar 32 Padang. Salah satunya baru memulai pendidikan di jenjang sekolah dasar, sedangkan anak lainnya baru masuk taman kanak-kanak.
"Kebetulan dua anak saya bersekolah di sini, satu baru masuk SD dan satu lagi baru masuk TK. Bagi mereka, tentu ini merupakan pengalaman baru. Karena itu, saya ingin mengantar langsung untuk memberi semangat dan dukungan," ujar Wahyudi di Kompleks SD Islam Al Azhar 32 Padang, Senin (13/7/2026).
Menurut Wahyudi, kehadiran orang tua, terutama ayah, pada hari pertama sekolah memiliki arti penting bagi anak. Dukungan tersebut diyakini mampu membantu anak membangun rasa percaya diri ketika mulai beradaptasi dengan suasana belajar yang baru.
Hal serupa juga disampaikan Joe (45). Ia datang bersama istri dan kedua anaknya untuk mengantar mereka ke sekolah pada hari pertama masuk.
Joe menjelaskan, dua anaknya saat ini menempuh pendidikan di SD Islam Al Azhar 32 Padang, masing-masing berada di kelas 1 dan kelas 6. Meski dirinya telah terbiasa mengantar anak ke sekolah, kali ini seluruh anggota keluarga memilih datang bersama sebagai bentuk dukungan yang lebih berkesan.
Menurut Joe, kebersamaan keluarga pada hari pertama sekolah diharapkan dapat memberikan semangat tambahan kepada anak-anak saat memulai aktivitas belajar di tahun ajaran baru.
"Biasanya saya memang sering mengantar anak ke sekolah, tetapi tidak bersama seluruh anggota keluarga seperti hari ini. Kami ingin menunjukkan bahwa semua anggota keluarga mendukung mereka. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru," katanya.
Joe juga mengaku terdorong mengikuti gerakan tersebut setelah menyaksikan video imbauan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang disampaikan melalui berbagai platform media sosial. Baginya, ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa peran ayah dalam pendidikan anak perlu terus diperkuat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sebagai bentuk dukungan terhadap proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi Ansharullah melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah, termasuk media sosial.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah. Kedua gerakan itu menjadi bagian dari Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kehadiran ayah sejak hari pertama sekolah diharapkan mampu membangun rasa percaya diri anak, meningkatkan motivasi belajar, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sejak usia dini. (*)
















