Sumbardaily.com - Prakiraan cuaca Sumatera Barat pada Dasarian III Juli 2026 didominasi potensi hujan kategori rendah. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi sejumlah daerah di provinsi tersebut masih berpotensi mengalami hujan dengan kategori menengah.
Dikutip dari BMKG, Minggu (26/7/2026), secara umum wilayah Indonesia pada Dasarian III Juli 2026 diprakirakan didominasi curah hujan kategori rendah. BMKG mencatat wilayah dengan curah hujan kategori sangat tinggi mencapai 0,00 persen, kategori tinggi 0,00 persen, kategori menengah sebesar 22,51 persen, sedangkan kategori rendah mendominasi hingga 77,48 persen.
Kondisi tersebut juga terlihat di Sumatera Barat. Sebagian besar kabupaten dan kota di provinsi ini diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah atau berkisar 0 hingga 50 milimeter per dasarian.
Wilayah Sumatera Barat yang diperkirakan masuk kategori hujan rendah meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Solok Selatan, serta Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kota Sawahlunto.
Sementara itu, BMKG juga memetakan beberapa daerah di Sumatera Barat yang masih berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah dengan kisaran 50 hingga 150 milimeter per dasarian.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Dharmasraya, serta Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Solok.
Data tersebut menunjukkan kondisi cuaca di Sumatera Barat pada Dasarian III Juli 2026 tidak sepenuhnya seragam. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami intensitas hujan yang relatif rendah, sedangkan beberapa daerah lainnya masih berpotensi menerima curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut.
BMKG mengelompokkan kategori hujan rendah sebagai wilayah yang diprakirakan menerima curah hujan antara 0 hingga 50 milimeter selama satu dasarian. Adapun kategori hujan menengah berada pada rentang 50 hingga 150 milimeter dalam periode yang sama.
Dengan pemetaan tersebut, masyarakat di Sumatera Barat dapat mengetahui gambaran kondisi curah hujan berdasarkan wilayah masing-masing selama Dasarian III Juli 2026.
Secara umum, jumlah daerah di Sumatera Barat yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah lebih banyak dibandingkan wilayah yang masuk kategori hujan menengah.
Sebanyak 14 daerah masuk dalam kategori hujan rendah, yakni Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Solok Selatan, serta Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kota Sawahlunto.
Sementara itu, lima daerah lainnya diperkirakan mengalami hujan kategori menengah, yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Dharmasraya, serta Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Solok.
Dalam laporan yang dirilis BMKG, kondisi tersebut merupakan bagian dari prakiraan curah hujan nasional pada Dasarian III Juli 2026. Secara nasional, wilayah Indonesia masih didominasi daerah dengan potensi hujan kategori rendah yang mencapai 77,48 persen dari keseluruhan wilayah yang dipantau.
Di sisi lain, wilayah dengan kategori hujan menengah tercatat mencapai 22,51 persen. Adapun wilayah dengan kategori hujan tinggi maupun sangat tinggi tidak tercatat dalam prakiraan Dasarian III Juli 2026 atau masing-masing sebesar 0,00 persen.
BMKG menyampaikan prakiraan ini sebagai gambaran kondisi curah hujan pada periode Dasarian III Juli 2026 di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Informasi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas daerah di Sumatera Barat diprediksi berada pada kategori hujan rendah, meskipun sejumlah wilayah masih memiliki potensi hujan kategori menengah.
Berdasarkan data BMKG yang dikutip pada Minggu (26/7/2026), masyarakat dapat melihat kategori curah hujan di daerah masing-masing sebagai acuan kondisi cuaca selama Dasarian III Juli 2026.
Informasi tersebut juga memperlihatkan adanya perbedaan potensi curah hujan antarwilayah di Sumatera Barat, dengan dominasi kategori hujan rendah di sebagian besar kabupaten dan kota, sementara beberapa daerah lainnya masih diprakirakan berada pada kategori hujan menengah. (*)
















