Sumbar Catat Rekor Ekspor 2025, India Serap 30 Persen Komoditas

Sumbar Catat Rekor Ekspor 2025, India Serap 30 Persen Komoditas

Ilustrasi Ekspor (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren positif di sektor perdagangan luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat nilai ekspor asal provinsi tersebut sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai 2,09 miliar dolar AS, meningkat 35,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 1,53 miliar dolar AS.

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, mengatakan kenaikan ekspor ini didorong oleh peningkatan kinerja sejumlah komoditas unggulan, terutama di sektor industri pengolahan dan pertanian.

“Pertumbuhan ekspor Sumbar cukup signifikan tahun ini. Komoditas berbasis minyak kelapa sawit dan buah-buahan menjadi pendorong utama,” ujarnya di Padang, Kamis (6/11/2025).

Pada September 2025 saja, nilai ekspor Sumbar tercatat 181,71 juta dolar AS, naik 34,02 persen dibandingkan September tahun sebelumnya. Dari sepuluh komoditas utama, sebagian besar mencatatkan peningkatan nilai ekspor. Golongan buah-buahan (HS08) menjadi yang tertinggi, melonjak 63,66 persen atau senilai 14,87 juta dolar AS.

Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) juga menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 42,79 persen, mencapai 1,74 miliar dolar AS. Sementara itu, ekspor karet dan produk turunannya meningkat 13,77 persen menjadi 68,23 juta dolar AS, dan berbagai produk kimia naik 58,99 persen menjadi 67,89 juta dolar AS.

Selain itu, komoditas garam, belerang, dan kapur (HS25) naik 11,02 persen, serta ampas atau sisa industri makanan meningkat 33,89 persen menjadi 23,87 juta dolar AS.

Namun, tidak semua komoditas mencatat kinerja positif. Beberapa justru turun, seperti bahan-bahan nabati yang merosot 7,98 persen, sari bahan samak dan celup turun 21,25 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah turun 7,60 persen, serta minyak atsiri dan kosmetik turun 5,38 persen.

Menurut Sugeng, sepuluh golongan komoditas ekspor terbesar itu memberikan kontribusi hingga 99,85 persen terhadap total ekspor Sumbar.

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang utama meningkat 36,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Ia menjelaskan, komoditas unggulan seperti liquid fractions of palm oil, crude palm oil, dan refined palm oil masih menjadi penyumbang utama nilai ekspor.

“Produk olahan sawit mendominasi ekspor industri pengolahan Sumbar dengan total nilai lebih dari 1,6 miliar dolar AS,” ujar Sugeng.

Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor Sumbar dengan nilai 638,17 juta dolar AS atau sekitar 30,48 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Pakistan sebesar 470,04 juta dolar AS (22,45 persen) dan Bangladesh 238,68 juta dolar AS (11,40 persen).

“Crude palm oil menjadi komoditas utama yang diekspor ke India dan Pakistan,” jelasnya.

Dari sektor industri, ekspor produk industri pengolahan meningkat 37,73 persen, disusul sektor pertanian yang naik 3,78 persen, terutama karena meningkatnya ekspor buah-buahan. Namun, ekspor produk pertambangan justru turun tajam 77,86 persen akibat penurunan ekspor bahan bakar mineral.

Jika dibandingkan antara September 2025 dan September 2024, ekspor sektor industri pengolahan naik 34,17 persen dan sektor pertanian 31,13 persen, sedangkan pertambangan turun 41,14 persen.

Dari sisi pelabuhan muat, mayoritas ekspor Sumbar dikirim melalui pelabuhan yang berada di wilayah provinsi tersebut, dengan nilai 1,96 miliar dolar AS. Angka ini naik 33,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sugeng menegaskan, peningkatan nilai ekspor ini menunjukkan daya saing sektor industri dan pertanian Sumbar yang semakin kuat di pasar internasional.

“Kita melihat adanya sinyal positif dari diversifikasi pasar dan komoditas ekspor. Jika tren ini berlanjut, kinerja ekspor Sumbar akan semakin solid hingga akhir tahun,” ujarnya. (fru)

Baca Juga

Medison Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya, Bupati Annisa Tekankan Reformasi Birokrasi
Medison Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya, Bupati Annisa Tekankan Reformasi Birokrasi
Korban Bencana Sumatera Gugat Negara, Kerusakan di Sumbar Tembus Rp 33,52 Triliun
Korban Bencana Sumatera Gugat Negara, Kerusakan di Sumbar Tembus Rp 33,52 Triliun
Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh
Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh
Distribusi Daging Kurban di Padang Kini Digital, Barcode Gantikan Sistem Kupon
Distribusi Daging Kurban di Padang Kini Digital, Barcode Gantikan Sistem Kupon
Korban Longsor Agam Jalani Perawatan di RSAM Bukittinggi, Ini Kondisinya
Korban Longsor Agam Jalani Perawatan di RSAM Bukittinggi, Ini Kondisinya
Jalan Tembus Solok Selatan-Dharmasraya Ditarget Rampung 2026, Akses Transportasi Makin Cepat
Jalan Tembus Solok Selatan-Dharmasraya Ditarget Rampung 2026, Akses Transportasi Makin Cepat