Sistem One Way Lembah Anai Resmi Berlaku, Pemudik Wajib Tahu Aturannya

Sistem One Way Lembah Anai Resmi Berlaku, Pemudik Wajib Tahu Aturannya

Kendaraan melintas di jalur Lembah Anai. (Foto: HKI)

Sumbardaily.com – Sistem one way atau satu arah berbasis waktu di jalur Padang–Bukittinggi via kawasan Lembah Anai resmi diberlakukan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 19 hingga 24 Maret 2026 sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bersama Polda Sumbar di Simpang Manunggal Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (19/3/2026).

Kebijakan sistem satu arah ini menjadi sorotan karena diterapkan di salah satu jalur vital penghubung Padang dan Bukittinggi, khususnya saat momentum mudik Lebaran yang identik dengan lonjakan volume kendaraan. Pemerintah daerah bersama kepolisian menilai langkah ini sebagai strategi penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, penerapan sistem one way dilakukan berbasis waktu dengan pengaturan tertentu. Untuk arus kendaraan dari Padang menuju Bukittinggi diberlakukan mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Sementara itu, arus sebaliknya dari Bukittinggi menuju Padang diberlakukan pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

Pengaturan ini mulai berlaku sejak H-2 Lebaran dan akan terus diterapkan hingga 24 Maret 2026. Menurut Mahyeldi, kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan perjalanan masyarakat selama mudik berlangsung lebih tertib dan efisien.

“Tradisi mudik merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Karena itu, rekayasa lalu lintas ini kita hadirkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman,” ujar Mahyeldi.

Selain untuk mengurai kepadatan kendaraan, sistem ini juga bertujuan mengurangi beban jalur Lembah Anai yang saat ini masih dalam proses pemulihan pascabencana. Dengan pengaturan arus lalu lintas yang lebih terkontrol, diharapkan kondisi infrastruktur tetap terjaga.

“Kita ingin arus lalu lintas lebih lancar dan teratur sekaligus menjaga kondisi infrastruktur agar tidak semakin terbebani. Ini penting demi keselamatan bersama,” jelasnya.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kendaraan dengan baik sebelum berangkat. Kondisi kendaraan yang layak jalan dinilai sangat penting untuk mendukung keselamatan selama perjalanan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengecek kondisi kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan,” tambah Mahyeldi.

Ia menegaskan, kedisiplinan dan kehati-hatian menjadi faktor utama dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan lancar. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa penerapan sistem one way ini merupakan hasil kajian bersama berbagai pihak, termasuk Direktorat Lalu Lintas, Dinas Perhubungan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Kebijakan ini dirancang untuk memastikan arus mudik dan balik Lebaran berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Sumbar akan mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan selama periode Lebaran. Pengawasan akan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan di jalur tersebut.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” katanya.

Dengan diberlakukannya sistem ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Sumbar dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman bersama keluarga. (*)

Baca Juga

Sumbar Alami Lonjakan Deforestasi 1.034 Persen, Ancaman Bencana Meningkat
Sumbar Alami Lonjakan Deforestasi 1.034 Persen, Ancaman Bencana Meningkat
Kejati Sumbar Turun Tangan, Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi Dikebut
Kejati Sumbar Turun Tangan, Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi Dikebut
Penundaan Tol Padang–Pekanbaru Berisiko Naikkan Biaya, Ruas Sicincin–Bukittinggi Disorot
Penundaan Tol Padang–Pekanbaru Berisiko Naikkan Biaya, Ruas Sicincin–Bukittinggi Disorot
Produksi Sampah Capai 700 Ton per Hari, Padang Tancap Gas Bangun PSEL
Produksi Sampah Capai 700 Ton per Hari, Padang Tancap Gas Bangun PSEL
Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama
Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar