Sumbardaily.com - Sebanyak 12.128 mahasiswa baru Universitas Negeri Padang (UNP) mulai memasuki babak baru kehidupan pendidikan mereka melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Berbeda dari sekadar kegiatan penyambutan, rangkaian PKKMB tahun ini dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, karakter, etika digital hingga lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
PKKMB UNP 2026 dibuka pada Selasa (4/8/2026) dan dipusatkan di Auditorium UNP. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan efektif dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 12 ribu orang, mahasiswa baru dibagi ke dalam empat gugus.
Pembagian tersebut membuat pelaksanaan PKKMB berlangsung dalam beberapa tahap. Gugus 1 mengikuti kegiatan pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2026 dengan jumlah 3.040 mahasiswa. Kemudian Gugus 2 dijadwalkan pada 9-10 Agustus 2026 yang diikuti 3.030 mahasiswa.
Selanjutnya, Gugus 3 akan menjalani PKKMB pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2026 dengan jumlah peserta 3.030 mahasiswa. Sementara itu, Gugus 4 mengikuti kegiatan pada 13-14 Agustus 2026 dengan total 3.028 mahasiswa.
"Setiap gugus tidak hanya berisi mahasiswa dari satu fakultas. Peserta berasal dari seluruh fakultas di lingkungan UNP. Skema tersebut menjadi bagian dari pengaturan pelaksanaan agar proses pengenalan kehidupan kampus dapat berlangsung secara tertib dan efektif," kata Sekretaris UNP, Prof Dr Erianjoni.
Jumlah 12.128 mahasiswa baru UNP tersebut berasal dari 11 fakultas dan Program Vokasi. Fakultas Teknik menjadi penyumbang mahasiswa baru paling banyak dengan 1.908 mahasiswa.
Di bawahnya terdapat Fakultas Ilmu Pendidikan dengan 1.586 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial 1.546 mahasiswa, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 1.462 mahasiswa, serta Fakultas Bahasa dan Seni sebanyak 1.312 mahasiswa.
Kemudian Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki 1.064 mahasiswa baru, Fakultas Ilmu Keolahragaan 958 mahasiswa, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan 941 mahasiswa, Program Vokasi 619 mahasiswa, Fakultas Psikologi dan Kesehatan 572 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran sebanyak 160 mahasiswa.
"PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami lingkungan yang akan menjadi tempat mereka menjalani pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan kehidupan kampus, nilai-nilai dan norma yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi," kata Erianjoni.
Pengenalan tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu beradaptasi lebih cepat dengan sistem pembelajaran, lingkungan akademik, serta kehidupan kemahasiswaan.
Mahasiswa juga mendapatkan bekal mengenai budaya akademik, penguatan karakter, serta kompetensi yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, PKKMB juga diarahkan agar mahasiswa baru dapat mengenal dan membangun sinergi dengan kehidupan kampus sebagaimana nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Materi PKKMB 2026 sendiri mengacu pada Panduan PKKMB 2026 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Materi dibagi ke dalam lima kelompok utama dengan bobot yang telah ditentukan.
Kelompok pertama adalah kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara dengan bobot 15-20 persen.
Materi dengan porsi terbesar terdapat pada kelompok sistem pendidikan tinggi di Indonesia, yakni 25-40 persen. Materi ini mencakup pengenalan sistem pendidikan tinggi, kurikulum program studi, implementasi Kampus Berdampak, organisasi kemahasiswaan, pengembangan karakter, kesehatan mental mahasiswa, serta pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.
Materi berikutnya menyentuh perkembangan teknologi. Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri memiliki bobot 10 hingga 15 persen.
Di dalamnya terdapat pembahasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI serta etika penggunaan teknologi informasi di lingkungan akademik.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam masa pengenalan mahasiswa baru karena kehidupan akademik saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengetahui batasan dan etika dalam penggunaannya.
PKKMB UNP 2026 juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Kelompok materi pengembangan karakter mahasiswa memiliki bobot 10-20 persen.
Materi tersebut mencakup pengenalan budaya akademik dan tata krama kehidupan kampus. Mahasiswa juga akan mendapatkan pemahaman mengenai antiplagiarisme, antinarkoba, antikorupsi, antiterorisme, serta etika bermedia sosial.
Sementara itu, muatan lokal perguruan tinggi memiliki bobot 15-25 persen. Materi ini disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Universitas Negeri Padang.
Dengan komposisi tersebut, PKKMB tidak hanya diarahkan untuk membuat mahasiswa baru mengenal gedung, lingkungan, maupun aktivitas kampus.
Rektor UNP, Krismadinata mengatakan, mahasiswa juga dipersiapkan untuk memahami aturan, nilai, tanggung jawab, serta tantangan yang akan mereka hadapi selama menjadi bagian dari lingkungan perguruan tinggi.
Pelaksanaan PKKMB 2026 UNP mengacu pada prinsip keterbukaan, demokratis, humanis, legalitas, kesetaraan, inklusivitas, perlindungan, dan edukatif sebagaimana panduan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Seluruh rangkaian kegiatan juga diselenggarakan dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan mahasiswa baru. Lingkungan PKKMB diarahkan bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan maupun diskriminasi.
Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan dapat mengikuti proses pengenalan kampus dalam suasana yang kondusif tanpa kehilangan tujuan utama kegiatan, yakni membantu mereka beradaptasi dengan dunia pendidikan tinggi.
Melalui PKKMB 2026, UNP berharap 12.128 mahasiswa baru mampu memahami sistem pendidikan tinggi, mengenali budaya akademik dan kehidupan kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter yang berintegritas.
"Mahasiswa baru juga diharapkan siap mengikuti proses pembelajaran dan berkembang menjadi insan akademik yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat," imbuh Rektor UNP.
Pelaksanaan PKKMB 2026 UNP turut berkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4 tentang Quality Education atau Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Peace, Justice and Strong Institutions atau Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)
















