Sumbardaily.com - Perempuan dinilai memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Kondisi itu dinilai menjadi alasan penting bagi perempuan untuk tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses politik dan pengambilan keputusan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Ny. Sifrowati Yulianto saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Bidang Politik bertema “Literasi Politik Perempuan: Kunci Sukses Keterwakilan dan Kepemimpinan Masa Depan” di Aula DPPKBP3A Pasbar, Kamis (17/9/2026).
Sifrowati mengatakan peningkatan literasi politik dan kapasitas perempuan diperlukan untuk memperkuat keterwakilan perempuan. Menurut dia, pemahaman yang lebih baik mengenai politik juga dapat membuka jalan bagi lahirnya pemimpin perempuan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Perempuan memiliki pengalaman dan perspektif yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perempuan memahami banyak persoalan secara langsung, mulai dari pendidikan anak, kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga persoalan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pengalaman perempuan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Sifrowati, menjadi modal penting ketika mereka masuk ke ruang politik. Ia sendiri pernah memiliki pengalaman sebagai anggota legislatif sehingga memahami bahwa keterwakilan perempuan tidak cukup hanya dilihat dari pemenuhan kuota.
Perempuan yang berada di ruang politik, kata dia, juga harus mempunyai kapasitas untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Sifrowati kemudian mengajak perempuan agar tidak menjadikan rasa belum sempurna sebagai alasan untuk menunda keterlibatan dalam politik maupun organisasi. Ia mendorong perempuan memulai peran dari lingkungan terdekat sebelum mengambil tanggung jawab yang lebih luas.
“Jangan menunggu sampai merasa sempurna untuk mulai melangkah. Mulailah dari apa yang kita bisa, dari lingkungan kita, dari organisasi kita, dari masyarakat di sekitar kita. Karena kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Sifrowati tidak hanya membuka acara. Ia juga menjadi salah satu narasumber dengan menyampaikan materi mengenai pengalaman dan kegiatan legislatif perempuan.
Materi selanjutnya disampaikan dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Fatmariza, M.Hum.
Kegiatan yang digelar DPPKBP3A Pasbar itu menjadi ruang pembelajaran bagi perempuan untuk memperkuat pemahaman mengenai politik, demokrasi, kepemimpinan, serta peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas kader dan anggota partai politik, pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), perwakilan perempuan di DPRD, serta Komite Gender PT Agrowiratama.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mendorong perempuan meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitasnya dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, perempuan didorong aktif berpartisipasi di ruang publik, membangun jejaring, serta mempersiapkan kader perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Sifrowati berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dapat mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran dalam kehidupan publik. Ia juga berharap perempuan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi mampu berkembang menjadi sosok yang memiliki kemampuan dan memberikan kontribusi nyata.
“Semoga semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran, semakin banyak perempuan yang memiliki kapasitas, dan semakin banyak perempuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tutur Sifrowati. (*)
















