Sumbardaily.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang melakukan rotasi pejabat manajerial melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar pada Senin (25/5/2026). Menariknya, agenda tersebut diwarnai dengan pertukaran posisi dua pejabat strategis yang selama ini menangani sektor pengamanan dan pelayanan tahanan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Utama Lantai 2 Rutan Kelas IIB Padang itu dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah.
Dalam pelantikan tersebut, Aldo Ramadhan Prasetyana Putra resmi menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR). Sebelum menduduki posisi baru tersebut, Aldo diketahui menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah).
Sementara itu, Muhammad Aidil Syaputra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KPR, kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kasubsi Yantah.
Rotasi dengan pola “tukar kepala jabatan” ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antar bidang, khususnya pada sektor pelayanan tahanan dan pengamanan yang menjadi elemen penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanah jabatan yang baru.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme pegawai.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam organisasi sebagai upaya penyegaran serta pengembangan kompetensi pegawai. Saya berharap saudara yang dilantik hari ini dapat melaksanakan tugas dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi demi mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik,” ujar Kepala Rutan dalam sambutannya.
Menurutnya, pergantian posisi di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya bertujuan sebagai penyegaran organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari optimalisasi pelayanan publik dan penguatan sistem pengamanan di dalam rutan.
"Saya berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga pelaksanaan pelayanan tahanan maupun aspek pengamanan dapat berjalan lebih optimal dan profesional," tuturnya. (adl)
















