Sumbardaily.com, Padang – Bulan Ramadan kembali membawa semarak kuliner di Kota Padang. Pemerintah kota setempat kembali menghadirkan Pasa Pabukoan sebagai pusat berburu takjil bagi masyarakat yang ingin menyiapkan hidangan berbuka puasa di satu lokasi terpusat.
Kegiatan pasar takjil tersebut dipusatkan di kawasan RTH Imam Bonjol. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Padang, Nengsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasa Pabukoan direncanakan mulai digelar sejak hari pertama puasa, Rabu (18/2/2026), apabila tidak terdapat kendala.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan puluhan fasilitas bagi pedagang agar aktivitas jual beli berjalan tertib. “Sebanyak 39 meja kita siapkan bagi pedagang,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Para pedagang yang mengisi Pasa Pabukoan didominasi pelaku usaha kuliner dengan beragam pilihan menu berbuka.
Masyarakat dapat menemukan aneka hidangan seperti es cendol, lopis, serabi, gulai kambing, hingga berbagai jenis gorengan dan makanan khas lainnya.
Dinas Perdagangan juga memberikan perhatian pada aspek keamanan pangan dan kebersihan.
Seluruh pedagang diminta menjaga kualitas makanan dan minuman yang dijual, tidak menggunakan bahan berbahaya, serta memastikan dagangan tetap tertutup agar higienis. Selain itu, setiap lapak diwajibkan menyediakan tempat sampah.
Pengelolaan kebersihan turut diperkuat dengan kehadiran petugas yang akan mengangkut sampah pedagang setiap malam. Di sisi lain, unsur keamanan dari Satpol PP juga disiagakan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Tahun ini, penyelenggaraan Pasa Pabukoan dibuat lebih menarik melalui kolaborasi Pemerintah Kota Padang bersama Bank Nagari dan Bank Indonesia.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai tujuan wisata kuliner Ramadan.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, perputaran ekonomi dari kegiatan Pasa Pabukoan tergolong besar. Total omzet pedagang bahkan hampir menyentuh angka Rp1 miliar.
Dengan dukungan fasilitas dan konsep yang lebih baik, pemerintah berharap semangat pedagang meningkat serta Pasa Pabukoan kian diminati masyarakat luas sebagai destinasi kuliner selama bulan suci. (red)
















