Sumbardaily.com, Padang Pariaman – Jembatan bailey di Jembatan Padang Mantuang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), yang dibangun oleh personel TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat pascabencana banjir dan longsor, menjadi fokus utama peninjauan Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (18/12/2015) siang. Infrastruktur darurat tersebut kini berfungsi sebagai akses vital penghubung warga setelah jembatan sebelumnya rusak akibat bencana pada akhir November lalu.
Kehadiran Prabowo di lokasi jembatan disambut antusias oleh warga sekitar. Setibanya di lokasi, ia langsung menyapa dan bersalaman dengan masyarakat yang berkumpul di sekitar jembatan. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta unsur BPBD, Polri, dan TNI AD yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana.
Di lokasi peninjauan, Prabowo mencermati papan data proyek Jembatan Padang Mantuang yang terpasang di dekat jembatan. Berdasarkan keterangan pada papan tersebut, jembatan bailey dibangun melalui kerja sama personel TNI AD dan masyarakat setempat selama periode 10–17 Desember 2025. Papan data itu juga menampilkan dokumentasi kondisi jembatan sebelum perbaikan, proses pembangunan, hingga kondisi setelah jembatan selesai dibangun.
Prabowo kemudian meninjau langsung ketahanan struktur jembatan dengan berjalan di atas jembatan bailey tersebut. Ia juga berdialog dengan warga di atas jembatan untuk mendengarkan secara langsung pengalaman mereka selama masa pemulihan pascabencana.
Peninjauan ini merupakan bagian dari agenda Prabowo untuk memastikan pemulihan infrastruktur pascabencana berjalan optimal. Selain meninjau jembatan, Prabowo juga meninjau perbaikan jalur Lembah Anai dan mengunjungi posko pengungsian di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait atas kerja keras mereka dalam penanganan bencana di wilayah Sumbar.
Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada para pengungsi, khususnya ibu-ibu di posko pengungsian, yang tetap menyambut dengan baik meskipun berada dalam kondisi sulit. Menurutnya, kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
“Saya lihat banyak sekali yang turun bahu-membahu, dan saya terima kasih. Saya lihat ibu-ibu dalam keadaan susah masih bisa menyambut saya dengan baik. Anak-anaknya juga tetap gembira. Terima kasih semua pihak yang telah bekerja keras,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana telah mulai berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan agar masyarakat tidak perlu berlama-lama tinggal di tenda pengungsian.
Tidak hanya itu, Prabowo juga mengumumkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana dengan kualitas bangunan yang memadai dan luas sekitar 70 meter persegi sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang. (red)
















