Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif

Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif

Ilustrasi Zona Bahaya Tsunami (Foto: Indra K/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merilis peta sebaran sirine tsunami atau Early Warning System (EWS) yang tersebar di kabupaten dan kota pesisir Sumbar. Data tersebut merupakan hasil uji coba yang dilakukan pada 26 Juli 2026.

Berdasarkan data kondisi sirine, saat ini terdapat 46 unit sirine aktif dan 5 unit sirine tidak aktif, sehingga total sirine yang telah terbangun mencapai 51 unit.

Selain itu, BPBD Sumbar juga mencatat terdapat 22 unit sirine yang masih dalam tahap pembangunan. Dengan demikian, total sirine yang direncanakan di wilayah pesisir Sumbar mencapai 73 unit.

Pada infografis tersebut, Kota Padang menjadi daerah dengan jumlah sirine terbanyak, yakni 33 unit. Selanjutnya, Kota Pariaman memiliki 4 unit, Kabupaten Pasaman Barat 4 unit, Kabupaten Pesisir Selatan 5 unit, Kabupaten Agam 3 unit, dan Kabupaten Padang Pariaman 2 unit.

Secara keseluruhan, jumlah sirine yang telah terbangun di wilayah pesisir Sumbar mencapai 51 unit, dengan rincian:

  • Kota Padang: 33 unit
  • Kota Pariaman: 4 unit
  • Kabupaten Padang Pariaman: 2 unit
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 5 unit
  • Kabupaten Agam: 3 unit
  • Kabupaten Pasaman Barat: 4 unit

Pada peta tersebut juga ditampilkan keterangan bahwa sirine yang telah terbangun berjumlah 51 unit, sedangkan 22 unit lainnya masih dalam proses pembangunan, sehingga total keseluruhan menjadi 73 unit.

BPBD Sumbar juga mencantumkan bahwa jumlah sirine pada 2025 sebanyak 51 unit, sementara pada 2026 terdapat tambahan 22 unit.

Infografis membedakan kondisi sirine menggunakan dua kategori, yakni sirine aktif yang ditandai dengan warna hijau dan sirine tidak aktif yang ditandai dengan warna merah.

BPBD Sumbar turut menyampaikan catatan bahwa data tersebut bersumber dari laporan kondisi sirine tsunami tahun 2026. Informasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemutakhiran data di lapangan.

Melalui unggahan tersebut, BPBD Sumbar menjelaskan bahwa peta yang dipublikasikan merupakan peta sebaran Early Warning System (EWS) atau sirine tsunami yang tersebar di daerah kabupaten dan kota pesisir pantai Sumbar sebagai bagian dari informasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. (*)

Baca Juga

Penanaman 10 ribu bibit pohon mangrove oleh Angkasa Pura Indonesia Kantor Regional III di kawasan Pantai Tiram Padang Pariaman.
Injourney Green di Pantai Tiram, 10 Ribu Mangrove Disiapkan jadi Benteng Alami Pesisir
Dua Personel Polres Payakumbuh Dipecat Tidak Hormat, Keputusan Berdasarkan Aturan dan Kode Etik
Dua Personel Polres Payakumbuh Dipecat Tidak Hormat, Keputusan Berdasarkan Aturan dan Kode Etik
Harimau Sumatera Masuk Area Permukiman dan Sekolah di Agam, Dievakuasi BKSDA Sumbar
Harimau Sumatera Masuk Area Permukiman dan Sekolah di Agam, Dievakuasi BKSDA Sumbar
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sumbar Sepekan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sumbar Sepekan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Delegasi Korea Selatan dan KEITI meninjau potensi gas metan pada sel sampah tidak aktif di TPA Aie Dingin Padang.
Ada Harta Karun di Balik Tumpukan Sampah TPA Aie Dingin Padang, Gas Metan Dibidik jadi Listrik
Data Dicuri Sekarang, Dibuka di Masa Depan: Ancaman Baru Komputasi Kuantum
Data Dicuri Sekarang, Dibuka di Masa Depan: Ancaman Baru Komputasi Kuantum