“Jadi dari aplikasi ini jumlah sampah dari lokasi mitra bisa terkontrol. Kemudian nantinya sampah-sampah yang terpilah tersebut akan kita manfaatkan untuk menjadi makan maggot atau untuk bahan pembuatan aquaponik,” terang Wahyu.
Selanjutnya program aquaponik merupakan program pengelolaan sampah plastik yang digunakan untuk membuat lahan mandiri bagi warga untuk pengelolaan ikan dan sayuran.
“Nanti warga bisa menikmati hasil panen aquaponik ini dengan cara mengkonversikan poin yang telah diterima melalui penjualan sampah lewat aplikasi rumah sampah digital yang telah kami buat,” sebut Wahyu.
Baru Diterapkan di 2 RW
Lebih lanjut Wahyu menyampaikan, Program EMPATI sejauh ini baru diterapkan di RW 1 dan RW 3, Kelurahan Limau Manis Selatan.
Baca Juga:
Produksi Sampah Kota Padang Bisa Menutupi GOR Agus Salim dalam 10 Hari
“Di RW 1 untuk budidaya maggot dan rumah sampah digital karena di sana ada tempat pembuangan sampah. Di RW 3 program aquaponik dan lahan mandiri warga,” ucap Wahyu.
Lurah Limau Manis Selatan Noverman mengatakan, Program EMPATI sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah, terutama pada budidaya maggot.
“Budidaya maggot itu sangat gampang dan harganya pun mahal. Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih kelurahan kami untuk melaksanakan program pengelolaan sampah,” ucap Noverman. (ik)
















