Dua Korban Peluru Nyasar di UNP, DPR RI Desak Investigasi Transparan dan Evaluasi Keselamatan

Dua Korban Peluru Nyasar di UNP, DPR RI Desak Investigasi Transparan dan Evaluasi Keselamatan

Ilustrasi Peluru (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com - Insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), memunculkan sorotan serius terkait aspek keselamatan publik di lingkungan pendidikan. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) itu tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga memicu desakan agar evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dilakukan secara serius.

Perhatian terhadap kasus tersebut datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. Legislator dari Fraksi NasDem itu menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa dua korban di area kampus dan menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama.

Menurut Cindy, lingkungan pendidikan semestinya menjadi ruang yang aman bagi seluruh aktivitas akademik dan sosial. Karena itu, keselamatan mahasiswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan kampus wajib mendapatkan jaminan perlindungan yang maksimal.

Ia menekankan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang optimal. Selain itu, komitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan proses pemulihan korban harus direalisasikan secara penuh oleh pihak-pihak terkait sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya.

“Saya menyampaikan simpati kepada korban dan keluarga. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan pemulihan yang layak. Pada saat yang sama, kejadian ini perlu diusut secara terang, profesional, dan transparan agar masyarakat memperoleh kepastian,” ujar Cindy dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar proses penanganan kasus tidak hanya berfokus pada pemulihan korban, tetapi juga mengungkap secara jelas penyebab insiden yang mengakibatkan dua orang terluka di lingkungan kampus tersebut.

Cindy menilai penyelidikan yang terbuka dan profesional sangat diperlukan guna memberikan kepastian kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghindari berkembangnya berbagai spekulasi yang belum tentu sesuai dengan fakta.

Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh pihak menunggu hasil investigasi resmi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.

Menurutnya, sumber peluru yang menyebabkan insiden tersebut masih harus dipastikan melalui mekanisme penyelidikan yang objektif dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Karena sumber peluru masih perlu dipastikan melalui penyelidikan, semua pihak sebaiknya menahan diri dari kesimpulan prematur. Namun evaluasi terhadap standar keselamatan kegiatan latihan tembak tetap harus dilakukan secara serius,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cindy mendorong adanya koordinasi lintas sektor dalam proses investigasi. Keterlibatan aparat keamanan, birokrasi kampus, dan instansi berwenang lainnya dinilai penting untuk memastikan seluruh informasi yang berkembang dapat diuji secara cermat melalui jalur penyelidikan resmi.

Selain mengusut penyebab kejadian, legislator asal Dapil Sumbar II itu juga menekankan pentingnya langkah evaluasi yang lebih luas terhadap tata kelola keselamatan. Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Evaluasi tersebut, kata dia, perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan operasional latihan, penetapan radius aman, efektivitas pengawasan, hingga penerapan langkah mitigasi risiko pada fasilitas latihan tembak yang berada di dekat permukiman penduduk, kawasan pendidikan, maupun ruang publik lainnya.

Langkah pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat. Dengan adanya standar keselamatan yang lebih kuat dan pengawasan yang lebih efektif, potensi terjadinya insiden yang membahayakan warga sipil diharapkan dapat diminimalkan.

Cindy menegaskan bahwa lingkungan kampus harus tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh sivitas akademika maupun masyarakat umum. Oleh sebab itu, penyelesaian kasus ini tidak boleh berhenti pada penanganan pasca-kejadian semata, melainkan harus diikuti dengan pembenahan sistem keselamatan secara menyeluruh.

“Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan, bukan sekadar berhenti pada penanganan setelah kejadian,” pungkasnya.

Kasus peluru nyasar yang menyebabkan dua korban luka di area UNP kini menjadi perhatian publik. Selain menunggu hasil investigasi resmi terkait sumber peluru, berbagai pihak juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keselamatan publik, terutama pada fasilitas dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat di sekitar kawasan pendidikan. (*)

Baca Juga

Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini
Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini
Peluru Nyasar di UNP Terungkap, Kodam Sebut Proyektil Identik dengan Amunisi Latihan
Peluru Nyasar di UNP Terungkap, Kodam Sebut Proyektil Identik dengan Amunisi Latihan
Denny Shulton Ungkap Alasan Pilih Semen Padang FC Ketimbang Tawaran Klub Liga 1
Denny Shulton Ungkap Alasan Pilih Semen Padang FC Ketimbang Tawaran Klub Liga 1
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar
Padang Pariaman Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, BMKG Sebut Berasal dari Aktivitas Subduksi
Padang Pariaman Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, BMKG Sebut Berasal dari Aktivitas Subduksi
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,755 Persen, Bappenas Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,755 Persen, Bappenas Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana