BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada

BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada

Ilustrasi Cuaca Hujan (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com – BMKG Minangkabau memprediksi potensi hujan Sumatera Barat (Sumbar) pada periode 4-10 Agustus 2026 mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Meski demikian, masyarakat di sejumlah daerah masih diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada awal periode prakiraan.

Berdasarkan pembaruan BMKG Minangkabau pada Selasa (4/8/2026) pukul 13.00 WIB, kondisi cuaca di Sumbar dalam sepekan ke depan menunjukkan tren penurunan potensi hujan. Namun, pengaruh sejumlah faktor atmosfer dan kondisi lokal masih memungkinkan terbentuknya hujan di beberapa wilayah.

BMKG menjelaskan bahwa selama periode 1-3 Agustus 2026, distribusi hujan di Sumbar berkisar dari kategori ringan hingga ekstrem.

Pada 1 Agustus 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah. Intensitas tertinggi tercatat di Kabupaten Agam dengan curah hujan mencapai 50,2 mm.

Memasuki 2 Agustus 2026, curah hujan meningkat. Hujan kategori lebat tercatat terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pasaman Barat. Sementara itu, hujan kategori sangat lebat terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan curah hujan maksimum mencapai 102,5 mm.

Puncak hujan terjadi pada 3 Agustus 2026, ketika sebagian besar wilayah pesisir barat Sumatera Barat mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem.

BMKG mencatat hujan lebat terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam, sedangkan hujan dengan kategori sangat lebat terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pariaman. Adapun hujan ekstrem terjadi di Kota Padang dengan curah hujan mencapai 285,6 mm.

Menurut BMKG Minangkabau, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang aktif selama periode 1-3 Agustus 2026.

Analisis BMKG menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang memengaruhi wilayah Indonesia bagian barat. Selain itu, terdapat belokan angin dan konvergensi yang memanjang di sepanjang wilayah Sumatera Barat.

Kondisi tersebut diperkuat oleh anomali suhu muka laut yang tetap hangat, sehingga menyediakan uap air yang cukup untuk mendukung pembentukan awan hujan. Kombinasi berbagai faktor tersebut menyebabkan distribusi hujan di Sumatera Barat mencapai kategori lebat hingga ekstrem.

Memasuki periode 4-10 Agustus 2026, dinamika atmosfer mulai menunjukkan perubahan.

BMKG menjelaskan bahwa parameter Indeks Ocean Dipole (IOD) menunjukkan tren menuju positif. Kondisi ini berkontribusi terhadap berkurangnya pertumbuhan awan di wilayah Sumbar.

Meski demikian, Sumbar masih dipengaruhi pola konvergensi, pembentukan sistem tekanan rendah atau sirkulasi siklonik di barat daya, serta faktor lokal berupa topografi yang masih dapat memicu terbentuknya hujan.

Untuk periode 4-6 Agustus 2026, cuaca di Sumbar diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan sedang.

BMKG menetapkan status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah, yakni:

  • Kepulauan Mentawai
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kota Padang
  • Kabupaten Pesisir Selatan
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kabupaten Sijunjung

Sementara itu, untuk kategori Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat), Awas (hujan sangat lebat hingga ekstrem), serta potensi angin kencang, BMKG menyatakan nihil pada periode tersebut.

Adapun pada periode 7-10 Agustus 2026, cuaca diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.

BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status Waspada, Siaga, maupun Awas pada periode tersebut. Potensi angin kencang juga dinyatakan nihil, sehingga secara umum kondisi cuaca diperkirakan lebih kondusif dibandingkan awal pekan.

Meski tren Potensi Hujan Sumbar menunjukkan penurunan, BMKG Minangkabau tetap mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan di wilayah yang berpotensi mengalami fenomena atmosfer signifikan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang diprakirakan terjadi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan rapuh. Selain itu, aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dibatasi saat hujan disertai angin kencang dan petir. (*)

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 4 Agustus 2026, Ini Daerah yang Berpotensi Hujan
Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 4 Agustus 2026, Ini Daerah yang Berpotensi Hujan
Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 3 Agustus 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah
Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 3 Agustus 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah
Tim Percepatan Infrastruktur Bina Marga Cek Langsung Flyover Sitinjau Lauik, Ini Fokus Peninjauannya
Tim Percepatan Infrastruktur Bina Marga Cek Langsung Flyover Sitinjau Lauik, Ini Fokus Peninjauannya
Cuaca Sumbar Minggu 2 Agustus 2026: Hujan Ringan, Lebat hingga Petir Berpotensi Terjadi
Cuaca Sumbar Minggu 2 Agustus 2026: Hujan Ringan, Lebat hingga Petir Berpotensi Terjadi
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun