Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini

Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini

Ilustrasi Latihan Menembak (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com - Insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) memicu langkah evaluasi dari Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol. Salah satu keputusan yang diambil adalah menghentikan sementara penggunaan lapangan tembak di kawasan Lapai dan mengalihkan aktivitas latihan menembak prajurit ke lokasi lain yang dinilai lebih aman.

Keputusan tersebut diambil setelah insiden yang terjadi bersamaan dengan kegiatan latihan menembak prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang. Selain melakukan investigasi menyeluruh terkait peristiwa tersebut, Kodam juga mulai menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq, mengatakan lapangan tembak yang selama ini digunakan di kawasan Lapai untuk sementara waktu tidak akan dioperasikan hingga proses evaluasi dan tindak lanjut selesai dilakukan.

Menurutnya, keberadaan lapangan tembak tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi internal setelah terjadinya insiden yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

“Lapangan tembak menjadi evaluasi tersendiri. Untuk sementara tidak digunakan sampai proses evaluasi dan tindak lanjut selesai dilakukan,” ujar Taufiq, Senin (8/6/2026).

Sebagai langkah lanjutan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol telah menyiapkan lokasi alternatif untuk pelaksanaan latihan menembak prajurit. Ke depan, kegiatan latihan akan dialihkan ke dua lokasi berbeda, yakni Sekolah Calon Tamtama (Secata) Padang Panjang dan lapangan tembak yang berada di kawasan Teluk Bayur.

Pemindahan lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan latihan tetap dapat berjalan sembari menunggu hasil evaluasi terhadap lapangan tembak yang sebelumnya digunakan.

“Untuk lapangan latihan tembak akan kami alihkan ke Secata dan Teluk Bayur. Nanti kami akan koordinasikan dengan instansi terkait,” kata Taufiq.

Selain mengumumkan rencana pemindahan lokasi latihan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol juga memaparkan hasil investigasi yang telah dilakukan terkait insiden peluru nyasar di lingkungan UNP.

Berdasarkan hasil penyelidikan, proyektil yang ditemukan pada salah satu korban dinyatakan identik dengan amunisi yang digunakan saat latihan menembak berlangsung. Temuan tersebut diperoleh setelah tim melakukan serangkaian investigasi mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan lokasi latihan, hingga melibatkan ahli amunisi dan persenjataan.

Taufiq menjelaskan bahwa proyektil yang ditemukan merupakan amunisi berkaliber 9 milimeter yang berasal dari pistol jenis G2 Combat. Amunisi tersebut identik dengan yang digunakan saat kegiatan latihan menembak prajurit berlangsung.

Hasil tersebut diperoleh setelah berbagai aspek diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian antara proyektil yang ditemukan dengan amunisi yang digunakan dalam latihan.

“Perlu kami jelaskan, berdasarkan hasil investigasi mulai dari TKP kemudian termasuk olah TKP tempat latihan, kami simpulkan amunisi yang ditemukan di salah satu korban identik dengan amunisi latihan prajurit Batalyon Infanteri Yonif TP,” ungkapnya.

Peristiwa peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan kampus UNP kini menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan latihan menembak yang dilakukan di kawasan dekat aktivitas masyarakat. Selain mengungkap hasil investigasi mengenai identitas proyektil yang ditemukan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol juga mengambil langkah konkret dengan menutup sementara lapangan tembak di Lapai dan memindahkan kegiatan latihan ke Secata Padang Panjang serta Teluk Bayur.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung proses evaluasi yang sedang berjalan sekaligus menjadi upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. (*)

Baca Juga

Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso
Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso
Dua personel Satpol PP Kota Padang terluka saat penertiban minuman beralkohol di Simpang Haru.
Dua Petugas Satpol PP Padang Dilempar Botol hingga Terluka saat Tertibkan Warung Jual Miras
KM Sabuk Nusantara 68 Layani Rute Mentawai, Cek Jadwal Tiap Pelabuhan
KM Sabuk Nusantara 68 Layani Rute Mentawai, Cek Jadwal Tiap Pelabuhan
Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama owner Al Harris Umrah Harris Seswitra menggunting pita saat Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee.
Potensi Ekonomi Umrah di Padang Tembus Rp1 Triliun Lebih, Ini Hitung-hitungannya