Scaloni vs De la Fuente: Reuni Murid dan Guru

Scaloni vs De la Fuente: Reuni Murid dan Guru

Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente (Foto: FIFA)

Sumbardaily.com – Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan duel akbar Spanyol vs Argentina untuk memperebutkan trofi juara dunia. Laga puncak itu juga menyimpan kisah menarik di balik bangku pelatih. Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente akan kembali bertemu, kali ini sebagai rival, setelah hampir satu dekade lalu menjalin hubungan sebagai murid dan guru dalam kursus kepelatihan di Spanyol.

Partai final yang digelar pada Minggu mempertemukan Argentina, sang juara dunia sekaligus kampiun Amerika Selatan, melawan Spanyol yang berstatus juara Eropa. Di balik persaingan memperebutkan gelar paling bergengsi di sepak bola dunia, tersimpan perjalanan unik dua sosok yang pernah berada di ruang kelas yang sama.

Hubungan tersebut bermula pada 2017 ketika Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) menggelar kursus kepelatihan bagi para mantan pemain elite. Saat itu, Luis de la Fuente menjadi salah satu pengajar, sedangkan Lionel Scaloni mengikuti program tersebut sebagai peserta.

Dalam wawancara dengan The Guardian, De la Fuente mengenang Scaloni sebagai peserta yang selalu berada di barisan depan dan aktif berdiskusi selama proses pembelajaran.

"Rasanya seperti sebuah sekolah: anak-anak yang duduk di depan kelas dan anak-anak yang duduk di belakang. Leo (Scaloni) duduk di barisan depan. Sekarang mudah untuk mengatakan bahwa dia menonjol, tetapi memang benar ada sesuatu yang berbeda darinya. Dia memiliki kegelisahan itu, cara untuk menantang Anda dengan mengatakan, 'Saya tidak melihatnya seperti itu'. Dia selalu berdiskusi dan berdebat," kenang De la Fuente dilansir dari FIFA, Sabtu (18/7/2026).

Kelas yang Dipenuhi Diskusi

Dalam kursus tersebut, De la Fuente mengampu materi taktik. Salah satu peserta, mantan pemain Athletic Club, Pablo Orbaiz, mengaku masih menyimpan catatan dari kelas yang diberikan pelatih Spanyol tersebut.

Menurut Orbaiz, De la Fuente merupakan sosok profesional yang mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman. "Dia adalah seorang profesional hebat, sosok yang luar biasa," ujar Orbaiz.

Ia menggambarkan De la Fuente sebagai pribadi yang ceria, ramah, mudah didekati, humoris, dan memiliki akal sehat yang tinggi.

Orbaiz sendiri telah mengenal De la Fuente sejak sang pelatih masih aktif bermain bersama Athletic pada dekade 1980-an, kemudian kembali ke Bilbao pada 2005 untuk menangani tim usia muda dan tim cadangan.

Menurutnya, karakter De la Fuente tidak pernah berubah meski telah meraih banyak pencapaian.

"Dia seperti salah satu dari kami. Dia adalah orang yang tetap sama kepada Anda, baik di hari pertama maupun hari ke-1.000, terlepas dari apa pun yang telah dia capai."

Pandangan serupa juga disampaikan Carlos Gurpegui, yang mengikuti kursus kepelatihan tersebut. Ia menilai De la Fuente selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada seluruh peserta.

Baik Gurpegui maupun Orbaiz sepakat bahwa proses belajar berlangsung dalam suasana yang sangat terbuka.

Kelas-kelas yang dipimpin De la Fuente dipenuhi diskusi, perdebatan, serta pertukaran ide sehingga memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh peserta. "Itu adalah pengalaman yang sangat memperkaya," kata Orbaiz.

Sudah Menangani Timnas Spanyol Usia Muda

Ketika menjadi pengajar dalam kursus tersebut, De la Fuente telah dipercaya menangani Timnas Spanyol U-17.

Sebelumnya, ia juga berhasil membawa Spanyol menjuarai Kejuaraan Eropa U-19 UEFA 2015 bersama sejumlah pemain yang kini menjadi tulang punggung La Roja, seperti Rodri, Mikel Merino, dan Unai Simon.

Mantan pemain yang pernah tampil lebih dari 300 kali di kompetisi sepak bola Spanyol, Pier Luigi Cherubino, mengatakan salah satu kekuatan terbesar De la Fuente terletak pada kemampuannya membangun hubungan dengan pemain maupun murid-muridnya.

"Dia seperti rekan setim lainnya. Salah satu kekuatan terbesarnya adalah dalam mengelola tim. Hubungan yang dia miliki dengan kami sebagai murid dan yang kini dia miliki dengan para pemainnya sangat istimewa," ujar Cherubino.

Scaloni Dinilai Sudah Bertekad Menjadi Pelatih

Selain memuji De la Fuente, para peserta kursus juga menilai Lionel Scaloni merupakan murid yang sangat aktif selama mengikuti pembelajaran.

Orbaiz menyebut pelatih Argentina itu sebagai sosok luar biasa yang selalu terlibat dalam setiap diskusi.

Sementara itu, Gurpegui menilai sejak awal Scaloni memang menunjukkan tekad kuat untuk berkarier sebagai pelatih, berbeda dengan sebagian mantan pemain lain yang mengikuti kursus sebagai pilihan setelah pensiun.

"Ada tiga atau empat pemain yang terlihat jelas memang sudah bertekad untuk menjadi pelatih, dan mereka memiliki kemampuan tinggi untuk itu, dan Leo adalah salah satunya," ujar Gurpegui.

Saat mengikuti kursus kepelatihan tersebut, Scaloni telah bekerja sebagai asisten Jorge Sampaoli di Tim Nasional Argentina.

Sebelumnya, ia juga sempat menjadi asisten pelatih di Sevilla, salah satu klub yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan karier De la Fuente, baik ketika masih menjadi pemain maupun saat melatih kelompok usia muda.

Reuni Bersejarah di Final Piala Dunia 2026

Kini, hampir satu dekade setelah berbagi ruang kelas, Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente kembali dipertemukan dalam panggung terbesar sepak bola dunia.

Hubungan murid dan guru yang dahulu terjalin dalam suasana belajar akan berubah menjadi persaingan sengit di sisi lapangan ketika Argentina menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Terlepas dari siapa yang akhirnya mengangkat trofi juara dunia, pertemuan kedua pelatih tersebut menjadi salah satu kisah paling menarik di balik partai final. Dari ruang kelas kepelatihan di Spanyol pada 2017, perjalanan mereka kini berujung pada duel menentukan gelar juara dunia, menghadirkan cerita unik yang memperkaya sejarah Piala Dunia 2026. (*)

Baca Juga

Prancis vs Inggris Berebut Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Mbappe dan Kane Incar Rekor
Prancis vs Inggris Berebut Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Mbappe dan Kane Incar Rekor
De la Fuente, Arsitek di Balik Laju Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
De la Fuente, Arsitek di Balik Laju Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Jadwal, Kick-off dan Fakta Menarik
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Jadwal, Kick-off dan Fakta Menarik
Lautaro Martinez: Sang Pahlawan yang Mimpinya Terwujud di Piala Dunia 2026
Lautaro Martinez: Sang Pahlawan yang Mimpinya Terwujud di Piala Dunia 2026
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi
Argentina Singkirkan Inggris Lewat Comeback Dramatis, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Argentina Singkirkan Inggris Lewat Comeback Dramatis, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026