Sumbardaily.com, Padang –Polda Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas aksi tawuran dan balap liar di Kota Padang. Melalui operasi patroli gabungan tim KRYD Polda Sumbar berhasil mengamankan empat remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari program "Zero Tawuran dan Balap Liar" yang sedang digalakkan di Kota Padang.
"Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dari aksi-aksi yang meresahkan," tegasnya.
Tim patroli gabungan yang terdiri dari berbagai satuan kerja Polda Sumbar dan jajaran Polresta Padang, dipimpin langsung oleh Kompol Dedy Indrawan.
Operasi dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman dan menyasar sejumlah lokasi yang diidentifikasi sebagai titik rawan terjadinya aksi tawuran dan balap liar.
Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan empat remaja yang diduga akan melakukan tawuran. Mereka diidentifikasi dengan inisial FF (15) warga Ketaping, RF (16) warga Kasang, RW (16) warga Mega Permai Koto Tangah, dan AA (15) warga Batipuh Panjang.
Dari tangan para remaja ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa bilah senjata tajam panjang, klewang panjang, dan gear sepeda motor.
"Saat ini, keempat terduga pelaku telah diamankan di kantor Polsek Koto Tangah untuk menjalani pemeriksaan intensif," tambah Dwi.
Fenomena tawuran dan balap liar di Kota Padang tidak hanya dipandang sebagai gangguan ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerugian material.
Oleh karena itu, Polda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan.
"Kami mengimbau para orang tua dan masyarakat untuk berperan aktif dengan memberikan informasi jika ada indikasi balap liar atau tawuran di lingkungan masing-masing. Semoga upaya ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Kota Padang," ujar Dwi.
Polda Sumbar menegaskan akan terus melakukan operasi serupa sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Padang.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan keamanan bersama," tutup Dwi. (red)
















