Sumbardaily.com - Ada perbedaan lama waktu yang dihabiskan tamu asing dan wisatawan Indonesia ketika menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat. Pada Juli 2026, tamu dari luar negeri tercatat menginap rata-rata 1,45 malam, sedangkan tamu Indonesia rata-rata hanya 1,22 malam.
Selisih 0,23 malam itu muncul ketika rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia di hotel berbintang Sumatera Barat secara keseluruhan justru mengalami penurunan. RLMT gabungan tercatat 1,23 malam pada Juli 2026, turun 0,01 malam dari bulan sebelumnya yang berada di angka 1,24 malam.
"RLMT asing pada Juli 2026 tercatat 1,45 malam, naik sebesar 0,07 malam dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 1,38 malam," demikian keterangan dalam laporan Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Juli 2026, BPS Sumbar dikutip Minggu (6/9/2026).
Pada periode yang sama, RLMT Indonesia justru bergerak turun. Tamu Indonesia rata-rata menginap 1,22 malam pada Juli 2026, berkurang 0,01 malam dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 1,23 malam.
Perbedaan tersebut membuat tamu asing menjadi kelompok yang memiliki rata-rata waktu menginap lebih panjang di hotel berbintang Sumatera Barat pada Juli 2026.
Data itu menjadi menarik karena terjadi ketika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Barat justru mengalami penurunan. Sepanjang Juli 2026, wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau tercatat 6.377 kunjungan.
Jumlah tersebut turun 9,90 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 7.078 kunjungan.
Dengan jumlah kunjungan yang menurun, tamu asing yang menginap di hotel berbintang justru tercatat memiliki durasi tinggal yang lebih panjang dibandingkan bulan sebelumnya. RLMT wisman naik dari 1,38 malam menjadi 1,45 malam.
Tamu Malaysia Masih Mendominasi
Dari sisi asal negara, wisatawan Malaysia menjadi kelompok wisman yang paling banyak datang ke Sumatera Barat pada Juli 2026. Jumlah kunjungannya mencapai 4.277.
Setelah Malaysia, wisman asal Australia tercatat sebanyak 364 kunjungan. Kemudian Singapura 176 kunjungan, Amerika Serikat 147 kunjungan, Prancis 106 kunjungan, dan Belanda 78 kunjungan.
Dari 10 besar negara asal wisman, Belanda mencatat pertumbuhan kunjungan paling tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 200 persen.
Selain Belanda, kunjungan dari Tiongkok meningkat 76,92 persen, Prancis naik 55,88 persen, India meningkat 47,06 persen, dan Spanyol naik 5 persen dibandingkan Juni 2026.
Namun, jumlah wisman secara keseluruhan pada Juli 2026 masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, kunjungan wisman juga turun 16,90 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah wisman yang tercatat datang melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau mencapai 43.547 kunjungan. Angka tersebut turun 14,32 persen dibandingkan Januari-Juli 2025 yang mencapai 50.826 kunjungan.
Hotel Bintang 3 Jadi Pilihan dengan Lama Menginap Tertinggi
Perbedaan lama tinggal tamu asing dan Indonesia juga terlihat ketika data dibedakan berdasarkan kelas hotel.
Pada tamu asing, hotel bintang 3 mencatat RLMT paling tinggi, yakni 1,66 malam. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hotel bintang 4 yang berada di angka 1,50 malam dan hotel bintang 2 sebesar 1,29 malam.
Artinya, di antara kelas hotel yang tercatat dalam data, tamu asing memiliki rata-rata lama menginap paling tinggi pada hotel bintang 3.
Pola serupa terlihat pada tamu Indonesia. Hotel bintang 3 juga mencatat RLMT tertinggi untuk wisatawan domestik, yakni 1,29 malam.
Setelah itu, RLMT Indonesia pada hotel bintang 4 mencapai 1,22 malam. Hotel bintang 2 tercatat 1,12 malam, sedangkan hotel bintang 1 menjadi yang terendah dengan rata-rata 1,03 malam.
Jika angka tersebut dibandingkan, terlihat bahwa RLMT tamu asing di hotel bintang 3 mencapai 1,66 malam, sementara tamu Indonesia 1,29 malam.
Okupansi Hotel Bintang Masih di Atas 50 Persen
Fenomena lama menginap tersebut berlangsung ketika tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang Sumatera Barat berada di atas 50 persen.
Pada Juli 2026, TPK hotel berbintang tercatat 51,86 persen. Angka ini turun 0,30 persen poin dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 52,16 persen.
Meski turun secara bulanan, tingkat penghunian kamar pada Juli 2026 masih lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, TPK hotel berbintang tercatat 47,64 persen.
Dengan demikian, TPK Juli 2026 mengalami kenaikan 4,22 persen poin dibandingkan Juli 2025.
Jika dilihat berdasarkan kelas hotel, bintang 3 memiliki TPK tertinggi pada Juli 2026 dengan 59,59 persen. Hotel bintang 4 berada di posisi berikutnya dengan 56,90 persen, kemudian hotel bintang 2 sebesar 48,28 persen.
Sementara itu, hotel bintang 1 mencatat TPK paling rendah, yakni 32,68 persen.
Dibandingkan Juni 2026, TPK hotel bintang 1 meningkat 1,35 persen poin, sedangkan hotel bintang 4 naik 1,32 persen poin. Sebaliknya, TPK hotel bintang 2 turun 1,21 persen poin dan hotel bintang 3 turun 2,87 persen poin.
Jika dibandingkan Juli 2025, seluruh kelas hotel bintang mengalami kenaikan TPK. Peningkatan terbesar terjadi pada hotel bintang 4 sebesar 7,26 persen poin, disusul hotel bintang 2 sebesar 6,81 persen poin, hotel bintang 1 sebesar 6,37 persen poin, dan hotel bintang 3 sebesar 1,04 persen poin.
Wisatawan Indonesia Lebih Banyak, tetapi Lama Menginap Berbeda
Di sisi wisatawan domestik, perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus menuju kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 2.145.772 perjalanan.
Jumlah itu meningkat 3,11 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 2.080.998 perjalanan. Jika dibandingkan Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus juga meningkat 10,71 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 14.292.350 perjalanan, naik 2,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kota Padang menjadi daerah tujuan dengan jumlah perjalanan wisnus terbesar pada Juli 2026, mencapai 526,33 ribu perjalanan. Berikutnya Kabupaten Agam 185,39 ribu, Kabupaten Solok 180,65 ribu, Kota Bukittinggi 175,35 ribu, dan Kabupaten Padang Pariaman 145,93 ribu perjalanan.
Secara bulanan, kenaikan terbesar terjadi pada perjalanan wisnus menuju Kota Padang sebesar 12,10 persen. Pesisir Selatan menyusul dengan kenaikan 5,46 persen, kemudian Bukittinggi 4,62 persen, Payakumbuh 4,58 persen, dan Kabupaten Solok 2,95 persen.
Sebaliknya, perjalanan menuju Tanah Datar turun 3,12 persen dan Dharmasraya turun 3,11 persen dibandingkan Juni 2026.
Dari sisi asal perjalanan, jumlah wisnus yang berasal dari kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 1.921.716 perjalanan. Angka itu naik 2,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pesisir Selatan menjadi daerah asal dengan kenaikan perjalanan terbesar di antara 10 daerah asal utama, yakni 16,14 persen. Pasaman Barat naik 10,43 persen dan Dharmasraya meningkat 6,72 persen.
Sementara itu, perjalanan yang berasal dari Kota Padang turun 2,94 persen dibandingkan Juni 2026.
Hotel Nonbintang Turut Mengalami Penurunan
Berbeda dengan hotel berbintang, TPK hotel nonbintang pada Juli 2026 hanya mencapai 19,53 persen.
Angka tersebut turun 2,18 persen poin dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 21,71 persen.
Penurunan terjadi pada seluruh kelompok kamar, kecuali hotel nonbintang dengan jumlah kamar lebih dari 40. Kelompok kamar 25-40 mengalami penurunan terbesar, yakni 4,45 persen poin.
Kelompok kamar kurang dari 10 turun 2,45 persen poin, sedangkan kelompok kamar 10-24 turun 1,50 persen poin.
Sebaliknya, kelompok kamar lebih dari 40 mengalami peningkatan 2,22 persen poin.
TPK tertinggi hotel nonbintang berada pada kelompok kamar 25-40 dengan 25,39 persen. Sementara itu, TPK terendah tercatat pada kelompok kamar kurang dari 10, yakni 13,76 persen.
Rangkaian data tersebut memperlihatkan satu fenomena dalam perkembangan pariwisata Sumatera Barat pada Juli 2026. Ketika jumlah kunjungan wisman turun, tamu asing yang menginap di hotel berbintang justru mencatat durasi tinggal lebih panjang, dari rata-rata 1,38 malam menjadi 1,45 malam.
Di sisi lain, wisatawan Indonesia yang menginap di hotel bintang memiliki rata-rata lama tinggal 1,22 malam, turun dari 1,23 malam pada Juni 2026. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang Sumatera Barat berada pada 1,23 malam.
Perbedaan durasi tersebut menjadi salah satu gambaran dari aktivitas akomodasi pariwisata Sumatera Barat pada Juli 2026, ketika tingkat penghunian kamar hotel berbintang masih berada di atas 50 persen dan perjalanan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 2,14 juta perjalanan. (*)
















