Saat 2,14 Juta Perjalanan Wisatawan Nusantara Masuk Sumbar, Hotel Bintang Terisi 51,86 Persen

Saat 2,14 Juta Perjalanan Wisatawan Nusantara Masuk Sumbar, Hotel Bintang Terisi 51,86 Persen

Hotel Kyriad Bumi Minang (Foto: Tripadvisor)

Sumbardaily.com - Jutaan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat menuju berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat sepanjang Juli 2026. Di tengah pergerakan tersebut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 51,86 persen.

Angka itu menunjukkan lebih dari separuh kapasitas malam kamar hotel berbintang yang tersedia tercatat terpakai selama periode tersebut. Namun, TPK hotel bintang Sumatera Barat tidak sepenuhnya mengikuti kenaikan perjalanan wisnus secara bulanan.

BPS Sumbar mencatat TPK hotel berbintang pada Juli 2026 mencapai 51,86 persen. "TPK hotel bintang pada Juli 2026 berdasarkan laporan yang masuk tercatat sebesar 51,86 persen," tulis BPS Sumbar dikutip Minggu (6/9/2026).

Dibandingkan Juni 2026, TPK tersebut turun 0,30 persen poin. Pada Juni 2026, TPK hotel bintang Sumatera Barat berada pada level 52,16 persen.

Meski turun secara bulanan, kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, TPK hotel berbintang tercatat 47,64 persen.

Artinya, TPK hotel bintang Sumatera Barat pada Juli 2026 meningkat 4,22 persen poin dibandingkan Juli 2025.

Pergerakan pariwisata Sumatera Barat pada Juli 2026 juga terlihat dari jumlah perjalanan wisnus. Dalam satu bulan, perjalanan wisnus yang memiliki tujuan ke kabupaten dan kota di Sumatera Barat mencapai 2.145.772 perjalanan.

Jumlah tersebut naik 3,11 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 2.080.998 perjalanan. Jika dibandingkan Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus meningkat 10,71 persen.

Kota Padang menjadi tujuan dengan jumlah perjalanan wisnus terbesar. Pada Juli 2026, perjalanan wisnus menuju Padang mencapai 526,33 ribu perjalanan.

Jumlah itu meningkat 12,10 persen dibandingkan Juni 2026. Padang sekaligus mencatat pertumbuhan bulanan tertinggi di antara 10 kabupaten/kota tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar.

Setelah Padang, Kabupaten Agam mencatat 185,39 ribu perjalanan, Kabupaten Solok 180,65 ribu perjalanan, Bukittinggi 175,35 ribu perjalanan, dan Padang Pariaman 145,93 ribu perjalanan.

Selanjutnya, perjalanan menuju Limapuluh Kota mencapai 138,47 ribu, Tanah Datar 121,98 ribu, Pesisir Selatan 108,69 ribu, Dharmasraya 77,36 ribu, serta Payakumbuh 72,33 ribu perjalanan. Kabupaten dan kota lainnya mencapai 413,31 ribu perjalanan.

Selain Padang, sejumlah daerah juga mencatat kenaikan perjalanan secara bulanan. Pesisir Selatan meningkat 5,46 persen, Bukittinggi 4,62 persen, Payakumbuh 4,58 persen, dan Kabupaten Solok 2,95 persen.

Namun, tidak semua daerah mengalami kenaikan. Perjalanan menuju Tanah Datar turun 3,12 persen, sedangkan Dharmasraya turun 3,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dilihat secara tahunan, seluruh kabupaten dan kota yang masuk dalam 10 besar tujuan mencatat peningkatan jumlah perjalanan. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Dharmasraya sebesar 29,09 persen, sedangkan Limapuluh Kota meningkat 19,75 persen.

Di sisi lain, aktivitas perjalanan penduduk Sumatera Barat yang berasal dari kabupaten dan kota di provinsi tersebut juga mengalami peningkatan. Jumlah perjalanan wisnus asal Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 1.921.716 perjalanan.

Jumlah itu naik 2,79 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1.869.500 perjalanan.

Padang menjadi daerah asal dengan jumlah perjalanan terbesar, mencapai 431,44 ribu perjalanan. Agam berada di urutan berikutnya dengan 207,95 ribu perjalanan, disusul Kabupaten Solok sebanyak 127,84 ribu dan Tanah Datar 127,19 ribu perjalanan.

Pesisir Selatan mencatat pertumbuhan bulanan tertinggi dari 10 besar daerah asal. Perjalanan wisnus asal daerah tersebut meningkat 16,14 persen dibandingkan Juni 2026.

Kenaikan juga terjadi pada perjalanan asal Pasaman Barat sebesar 10,43 persen dan Dharmasraya sebesar 6,72 persen. Sebaliknya, perjalanan yang berasal dari Kota Padang turun 2,94 persen.

Secara tahunan, Sijunjung mencatat peningkatan terbesar untuk perjalanan wisnus asal daerah, yakni 29,66 persen. Kabupaten Solok justru mencatat penurunan terdalam sebesar 6,06 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara itu, di sektor hotel, pergerakan TPK menunjukkan perbedaan berdasarkan kelas hotel. Hotel bintang 3 menjadi kategori dengan tingkat penghunian kamar paling tinggi pada Juli 2026.

TPK hotel bintang 3 mencapai 59,59 persen. Angka tersebut disusul hotel bintang 4 sebesar 56,90 persen, hotel bintang 2 sebesar 48,28 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 32,68 persen.

Jika dibandingkan Juni 2026, hotel bintang 1 mengalami peningkatan TPK paling besar, yakni 1,35 persen poin. Tingkat penghunian kamar kategori tersebut naik dari 31,33 persen menjadi 32,68 persen.

Hotel bintang 4 juga mengalami peningkatan sebesar 1,32 persen poin, dari 55,58 persen menjadi 56,90 persen.

Sebaliknya, TPK hotel bintang 2 turun 1,21 persen poin dari 49,49 persen menjadi 48,28 persen. Hotel bintang 3 turun 2,87 persen poin dari 62,46 persen menjadi 59,59 persen.

Jika dibandingkan Juli 2025, semua kategori hotel bintang mengalami kenaikan TPK. Hotel bintang 4 mencatat peningkatan terbesar, yakni 7,26 persen poin.

Hotel bintang 2 meningkat 6,81 persen poin, hotel bintang 1 naik 6,37 persen poin, sedangkan hotel bintang 3 meningkat 1,04 persen poin.

Dengan capaian tersebut, TPK hotel berbintang secara keseluruhan berada pada 51,86 persen pada Juli 2026. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Juli tahun lalu.

Kondisi berbeda terlihat pada hotel nonbintang. TPK hotel nonbintang pada Juli 2026 tercatat 19,53 persen, turun 2,18 persen poin dari Juni 2026 yang mencapai 21,71 persen.

Penurunan TPK hotel nonbintang terjadi pada seluruh kelompok kamar, kecuali kelompok hotel dengan jumlah kamar lebih dari 40.

Kelompok kamar 25-40 mengalami penurunan terbesar, yakni 4,45 persen poin. Berikutnya kelompok kamar kurang dari 10 turun 2,45 persen poin, sedangkan kelompok kamar 10-24 turun 1,50 persen poin.

Sebaliknya, kelompok hotel nonbintang dengan jumlah kamar lebih dari 40 mengalami peningkatan TPK sebesar 2,22 persen poin.

TPK tertinggi hotel nonbintang berada pada kelompok hotel dengan 25-40 kamar, yakni 25,39 persen. Sementara itu, kelompok dengan jumlah kamar kurang dari 10 mencatat TPK paling rendah, yakni 13,76 persen.

Selain melihat keterisian kamar, perkembangan pariwisata juga dapat dilihat dari lama tamu berada di hotel. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia atau RLMT pada hotel bintang di Sumatera Barat selama Juli 2026 tercatat 1,23 malam.

RLMT tersebut turun 0,01 malam dibandingkan Juni 2026.

BPS menjelaskan statistik perkembangan pariwisata Sumatera Barat mencakup jumlah wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumatera Barat, TPK hotel bintang dan nonbintang, serta rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel bintang.

Untuk wisatawan mancanegara, data yang digunakan merupakan wisman yang masuk ke Indonesia melalui pintu imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau.

Pada Juli 2026, jumlah wisman yang masuk melalui BIM tercatat 6.377 kunjungan. Jumlah tersebut turun 9,90 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 7.078 kunjungan.

Dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 7.674 kunjungan, jumlah wisman Juli 2026 turun 16,90 persen. Secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah kunjungan mencapai 43.547, turun 14,32 persen dibandingkan Januari-Juli 2025 yang mencapai 50.826 kunjungan.

Malaysia menjadi negara asal wisman dengan jumlah kunjungan terbanyak pada Juli 2026, yakni 4.277 kunjungan. Berikutnya Australia 364, Singapura 176, Amerika Serikat 147, Prancis 106, dan Belanda 78 kunjungan.

Dari 10 besar negara asal wisman, kunjungan asal Belanda mencatat kenaikan bulanan tertinggi sebesar 200 persen. Tiongkok meningkat 76,92 persen, India 47,06 persen, dan Spanyol 5 persen.

Sementara itu, kunjungan dari Singapura turun 48,39 persen, Inggris turun 18,42 persen, Malaysia 12,28 persen, Amerika Serikat 2 persen, Australia 7,14 persen, serta negara lainnya 3,05 persen.

Data tersebut memperlihatkan dinamika pariwisata Sumatera Barat pada Juli 2026. Perjalanan wisatawan nusantara meningkat, sementara kunjungan wisatawan mancanegara menurun. Di tengah perubahan itu, TPK hotel bintang tercatat 51,86 persen atau naik 4,22 persen poin dibandingkan Juli tahun sebelumnya. (*)

Baca Juga

Jalan-jalan ke Sumbar Makin Ramai, tapi Jumlah Wisatawan Asing Justru Menurun
Jalan-jalan ke Sumbar Makin Ramai, tapi Jumlah Wisatawan Asing Justru Menurun
Pariwisata Indonesia Makin Kuat, Kunjungan Wisman Tembus 6,07 Juta hingga Mei 2026
Pariwisata Indonesia Makin Kuat, Kunjungan Wisman Tembus 6,07 Juta hingga Mei 2026
Dari Rendang hingga Galamai, Festival Kuliner Jam Gadang Perkuat Identitas Budaya Sumbar
Dari Rendang hingga Galamai, Festival Kuliner Jam Gadang Perkuat Identitas Budaya Sumbar
Padang Pariaman Barefoot Running 2026 Siap Digelar, Sensasi Lari Tanpa Alas Kaki di Pantai Jadi Daya Tarik
Padang Pariaman Barefoot Running 2026 Siap Digelar, Sensasi Lari Tanpa Alas Kaki di Pantai Jadi Daya Tarik
Gowes Fun Adventure Padang Panjang diikuti Bupati Kampar dan rombongan, dorong pariwisata Sumbar serta sinergi antardaerah.
Gowes Fun Adventure Padang Panjang, 37 Peserta Kampar Dorong Pariwisata Sumbar
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumbar Naik, Selandia Baru 74 Persen
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumbar Naik, Selandia Baru 74 Persen