Sumbardaily.com, Padang - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kepolisian meningkatkan intensitas pemberantasan penyakit masyarakat melalui Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Singgalang 2026. Sebanyak dua pelaku jambret dan 50 preman diamankan petugas di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Operasi ini digelar untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, khususnya selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Kompol Muhammad Yasin mengatakan, operasi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan, dimulai satu minggu sebelum Ramadan 1447 Hijriah hingga saat ini. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah bentuk penyakit masyarakat berhasil diungkap.
"Kurang lebih kami sudah melakukan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Singgalang 2026 selama satu minggu dimulai dari 1 minggu sebelum Ramadan, sampai dengan sekarang Polresta Padang sudah mengamankan beberapa jenis penyakit masyarakat," katanya kepada awak media, Selasa (17/2/2026) siang.
Dari hasil pengungkapan, kepolisian menangani kasus kejahatan jalanan berupa jambret. Dua orang pelaku diamankan setelah terlibat aksi kejahatan yang terjadi di sekitar 30 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum (wilkum) Polresta Padang.
"Kalau kami coba pilah-pilah satu per satu, mulai dari kejahatan jalanan, kami mengamankan dua jambret yang melakukan kegiatan 365 atau kejahatan jalanan, kurang lebih dari 30 Tempat Kejahatan Perkara (TKP) yang ada di wilayah hukum Polresta Padang," katanya.
Tidak hanya fokus pada kejahatan jalanan, Satreskrim Polresta Padang juga melakukan pemantauan serta pengawasan terhadap bahan pokok penting di pasar-pasar besar.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pangan dan mencegah potensi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat selama Ramadan.
"Untuk kegiatan di Pasar, untuk menjaga stabilitas pangan, kami dari Satreskrim Polresta Padang juga melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan terkait bahan-bahan pokok penting di pasar-pasar besar yang ada di Kota Padang," katanya.
Dalam operasi yang sama, polisi turut mengamankan sekitar 50 orang yang terindikasi melakukan aksi premanisme di kawasan Pasar Raya Padang.
Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Kemudian, menyikapi dengan adanya Ramadan, kami juga telah melakukan kegiatan dengan mengamankan kurang lebih 50 orang yang terindikasi melakukan aksi premanisme di Pasar Raya Padang," katanya.
Menurut Kompol Muhammad Yasin, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan mendukung terselenggaranya ibadah puasa yang aman, nyaman dan tertib bagi masyarakat.
"Tentunya semua kegiatan ini kami lakukan untuk mendukung terselenggaranya pelaksanaan bulan puasa yang aman, nyaman dan tertib bagi masyarakat Kota Padang," ujarnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Satreskrim menyiagakan beberapa tim khusus. Tim tersebut terbagi menjadi tim anti tawuran dan tim anti balap liar yang bertugas terutama pada malam hari serta di lokasi-lokasi yang menjadi titik kumpul masyarakat menjelang dan saat berbuka puasa.
Selain itu, Polresta Padang menyiapkan hotline fast response Polri di nomor 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian.
"Polresta Padang menyiapkan layanan yang bisa diakses secara umum oleh masyarakat Kota Padang melalui hotline fast response Polri di nomor 110, silakan, layanan tersebut bebas pulsa dan gratis untuk melayani masyarakat," ucapnya.
Kepolisian juga mengimbau warga yang akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama selama Ramadan maupun menjelang Lebaran agar melapor kepada RT, tetua nagari, atau petugas pengamanan lingkungan setempat.
Data tersebut nantinya akan digunakan oleh Bhayangkara Pembinan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabin Kamtibmas) saat patroli untuk memonitor rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya.
"Untuk masyarakat yang ingin meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama, silakan melapor dan mendaftarkan diri ke RT-nya masing-masing atau tetua Nagari-nya atau ke petugas pengamanan yang berada di lingkungan masing-masing. Sehingga, Bhabin Kamtibmas yang melaksanakan patroli di lokasi-lokasi tersebut bisa memonitor mana-mana saja rumah yang ditinggalkan penghuninya, khususnya pada Ramadan dan menjelang lebaran nanti," tuturnya. (adl)
















