Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuntaskan pekerjaan Normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.
Proyek yang dikerjakan selama sekitar dua bulan itu mengembalikan aliran sungai ke jalur semula setelah berubah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.
Rampungnya normalisasi tersebut menjadi tahapan penting dalam pemulihan wilayah terdampak bencana. Aliran Sungai Batang Anai yang sebelumnya bergeser kini kembali melintas di bawah jembatan, sehingga jembatan darurat dapat kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung antarkawasan.
Keberhasilan mengembalikan aliran sungai ke posisi semula juga berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Masyarakat kini dapat melintasi kawasan tersebut dengan akses yang lebih aman dibandingkan sebelumnya ketika harus menghadapi perubahan alur sungai akibat bencana.
Pelaksanaan normalisasi dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat. Pada tahap awal, pekerjaan menggunakan satu unit eskavator. Seiring perkembangan pekerjaan dan untuk mempercepat penyelesaian, jumlah alat berat kemudian ditambah menjadi empat unit.
Seluruh proses penanganan dimulai dari tahap awal karena perubahan alur Sungai Batang Anai pascabencana dinilai cukup signifikan. Pemerintah melakukan penataan kembali jalur sungai agar kembali sesuai dengan alur sebelumnya sekaligus mendukung perlindungan kawasan di sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan keberhasilan normalisasi telah mengakhiri ketergantungan masyarakat terhadap rakit sederhana yang sebelumnya digunakan untuk menyeberangi sungai.
Menurutnya, penggunaan rakit berbahan tong oli bekas memiliki tingkat risiko keselamatan yang tinggi bagi masyarakat. Bahkan, sebelum normalisasi dilakukan, pernah terjadi insiden seorang warga hanyut ketika menyeberang menggunakan rakit tersebut.
"Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan," ujar El Abdes Marsyam dicuplik Kamis (16/7/2026).
Selain mengembalikan fungsi Sungai Batang Anai, pemerintah juga kembali mengoperasikan jembatan darurat sebagai akses sementara bagi masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
Untuk meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari, pemerintah berencana menambah lampu penerangan di sekitar jembatan darurat. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melintasi kawasan itu dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
Meski akses telah kembali dibuka, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jembatan darurat. Pasalnya, fasilitas tersebut masih bersifat sementara hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.
Dalam pelaksanaannya, Normalisasi Sungai Batang Anai dilakukan sepanjang hampir 200 meter pada masing-masing sisi sungai. Penataan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan dari potensi perubahan alur sungai di masa mendatang sekaligus menjaga kelancaran mobilitas ribuan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Rampungnya pekerjaan ini menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Selain mengembalikan fungsi sungai, proyek tersebut juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang lebih aman melalui jalur yang telah dipulihkan. (*)
















