Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan pusat maupun daerah harus memprioritaskan penggunaan alat kesehatan (alkes) produksi dalam negeri.
Langkah tersebut sebagai upaya meningkatkan perekonomian bangsa dan ketahanan sistem kesehatan sebagai pilar ketiga transformasi kesehatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, sekitar 40 persen dari anggaran harus dipakai untuk belanja UMKM agar terjadi perpupataran.
“Untuk itu, semua alkes produksi dalam negeri harus dioptimalkan,” ujar Budi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (22/8/2022).
Menurut Budi, saat ini Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan telah mengidentifikasi alat-alat kesehatan yang mampu diproduksi dalam negeri untuk selanjutnya dimasukan dalam e-Katalog dan dimanfaatkan secara luas.
“Saya sudah minta agar dipastikan apa saja alat-alat yang bisa diproduksi dalam negeri untuk selanjutnya kita kunci di e-Katalog. Salah satunya tempat tidur, semua rumah sakit pusat maupun daerah harus pakai tempat tidur produksi dalam negeri,” kata Budi.
Baca Juga:
Peringati HUT Polwan ke-74, Ratusan Polwan ikuti Napak Tilas
Majukan Hukum dan HAM Sumbar, Mahyeldi Apresiasi Jajaran Kemenkumham Sumbar
Selain tempat tidur, alat kesehatan yang telah diidentifikasi mampu memenuhi pangsa pasar dalam negeri di antaranya antropometri, kasa, dan kapas, dan lain-lain.
“Saat ini, kita telah melakukan pembelian 300 ribu antropometri untuk didistribusikan ke puskesmas, posyandu prima, dan posyandu di seluruh Indonesia,” papar Budi.
Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Teten Masduki menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah strategis guna memenuhi kebutuhan alat kesehatan produksi dalam negeri.
Langkah strategis itu dengan mendorong UMKM masuk dalam industri berbasis teknologi dan kreativitas. Serta membangun rumah produksi bersama bagi para pelaku UMKM.
“Jadi nanti pemerintah bersama UMKM bisa duduk bersama untuk mengembangkan ekosistem mengenai produk dibutuhkan pemerintah dan ekosistem pembiayaannya,” ungkap Teten. (red)
















