Sumbardaily.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering menjadi solusi untuk mewujudkannya. Namun, tahukah kamu kalau ada dua jenis bunga yang diterapkan bank dalam sistem KPR? Yup, kedua jenis bunga tersebut adalah bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).
Bunga Tetap (Fixed): Si Stabil yang Bikin Tenang
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bunga tetap atau fixed rate adalah sistem bunga yang nilainya tidak berubah selama periode tertentu. Meski pada umumnya suku bunga KPR bisa naik turun mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), kebijakan bank, dan tren pasar, dengan bunga fixed, kamu tidak perlu khawatir akan perubahan tersebut.
Namun, perlu diingat bahwa sistem bunga tetap ini tidak berlaku selamanya. Bank biasanya menerapkan bunga fixed hanya untuk beberapa tahun di awal masa cicilan. Misalnya, jika kamu mendapat bunga tetap selama 2 tahun, maka selama periode tersebut, cicilan bulananmu akan tetap sama. Setelah masa itu berakhir, bunga akan berubah menjadi sistem mengambang.
Keuntungan utama bunga fixed adalah nominal cicilan yang stabil dan terprediksi, memudahkan perencanaan keuangan jangka pendek, tidak terpengaruh fluktuasi ekonomi selama masa fixed rate.
Bunga Mengambang (Floating): Si Fleksibel yang Perlu Diwaspadai
Berbeda dengan bunga tetap, bunga mengambang atau floating rate adalah sistem bunga yang nilainya dapat berubah sesuai kondisi pasar. Ketika suku bunga pasar naik, cicilan KPR-mu juga akan naik, begitu pula sebaliknya.
Sistem bunga floating biasanya mulai berlaku setelah masa bunga tetap berakhir. Yang perlu kamu ketahui, perubahan suku bunga tidak terjadi setiap hari, melainkan dalam interval 6-12 bulan sekali, tergantung kebijakan bank.
Karakteristik bunga floating adalah nilai cicilan dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti tren suku bunga pasar, perubahan terjadi dalam periode 6-12 bulan, besaran ditentukan oleh kebijakan bankKeuntungan bunga floating terlihat saat tren suku bunga kredit sedang menurun.
Pada kondisi ini, cicilan KPR-mu bisa ikut turun mengikuti penurunan suku bunga pasar. Namun, hal sebaliknya juga bisa terjadi saat suku bunga naik.
Tips memilih sistem bunga:
- Pertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang
- Pelajari tren suku bunga pasar
- Konsultasi dengan pihak bank tentang proyeksi suku bunga
- Sesuaikan dengan rencana pelunasan KPR
Dengan memahami perbedaan kedua jenis bunga ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat saat mengambil KPR. Ingat, pilihan sistem bunga akan mempengaruhi cicilan bulananmu selama bertahun-tahun ke depan, jadi pertimbangkan dengan matang ya! (red)













