KAI Divre II Sumbar Layani 40.514 Penumpang Kereta Api Selama Libur Adha dan Waisak 2026

Suasana penumpang memadati kereta api di wilayah Sumatera Barat saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026.

Penumpang berbondong-bondong naik kereta api KAI Divre II Sumbar selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14-17 Mei 2026. (Dok. KAI)

Sumbardaily.com - Tingginya mobilitas masyarakat selama rangkaian libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila mendorong lonjakan signifikan jumlah pengguna kereta api di Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam kurun enam hari masa angkutan liburan, layanan kereta api yang dioperasikan KAI Divre II Sumbar mencatat angka penumpang yang melampaui puluhan ribu orang, dengan KA Pariaman Ekspres menjadi moda transportasi yang paling banyak diminati masyarakat.

Data KAI Divre II Sumbar menunjukkan sebanyak 40.514 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026.

Jumlah tersebut menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel untuk mendukung berbagai aktivitas selama masa liburan, mulai dari perjalanan wisata, kunjungan keluarga hingga kebutuhan mobilitas lainnya.

Dari seluruh layanan yang beroperasi, KA Pariaman Ekspres menjadi penyumbang terbesar jumlah penumpang. Kereta yang melayani rute favorit masyarakat itu digunakan oleh 30.255 pelanggan selama periode libur panjang.

Angka tersebut bahkan mencapai 119 persen dibandingkan kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 25.440 kursi.

Tingginya angka okupansi tersebut menunjukkan intensitas perputaran penumpang yang sangat tinggi pada layanan KA Pariaman Ekspres.

Kereta ini menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin melakukan perjalanan secara praktis tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas jalan raya selama masa liburan.

Selain KA Pariaman Ekspres, layanan KA Minangkabau Ekspres juga mencatat kinerja positif dengan melayani 5.877 pelanggan. Sementara itu, KA Lembah Anai digunakan oleh 4.382 penumpang sepanjang periode angkutan libur panjang.

Capaian tersebut memperlihatkan tren meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api di Sumbar.

Kereta api tidak lagi hanya menjadi sarana transportasi alternatif, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan aman, nyaman dan tepat waktu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyebut tingginya jumlah pelanggan yang menggunakan jasa kereta api selama masa liburan menjadi indikator positif atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur panjang. Tingginya jumlah penumpang yang kami layani menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan,” katanya, Selasa (2/6/2026) siang.

Menurutnya, keunggulan kereta api yang menawarkan perjalanan aman, nyaman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan menjadi faktor penting yang mendorong masyarakat semakin memilih moda transportasi ini ketika memasuki periode libur panjang.

Pengalaman positif juga dirasakan langsung oleh para pengguna jasa kereta api. Salah satunya Rizki Amanda, mahasiswa Universitas Dharma Andalas (Unidha) yang memanfaatkan layanan KA Pariaman Ekspres selama masa liburan.

Rizki mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan KAI. Ia menilai kereta api memberikan kenyamanan lebih dibandingkan moda transportasi lainnya, terutama karena ketepatan waktu perjalanan serta tarif yang relatif terjangkau.

“Saya memilih KA Pariaman Ekspres karena perjalanannya nyaman, tarifnya terjangkau, dan waktunya lebih pasti. Selain itu, kondisi kereta maupun stasiun juga bersih, sehingga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Saya berharap pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Rizki.

Tingginya pergerakan penumpang juga terlihat dari aktivitas di sejumlah stasiun utama. Stasiun Padang tercatat sebagai titik keberangkatan tersibuk dengan jumlah pelanggan mencapai 11.164 orang. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman yang melayani 7.594 pelanggan berangkat.

Selanjutnya, Stasiun Naras mencatat 3.243 pelanggan keberangkatan. Stasiun Air Tawar melayani 2.893 pelanggan, sementara Stasiun Lubuk Alung mencatat 2.058 pelanggan yang memulai perjalanan menggunakan kereta api.

Pada sisi kedatangan, Stasiun Padang kembali menjadi tujuan paling ramai dengan total 11.526 penumpang. Stasiun Pariaman berada di posisi kedua dengan jumlah kedatangan mencapai 8.024 pelanggan.

Sementara itu, Stasiun Air Tawar menerima 3.258 pelanggan, disusul Stasiun Naras sebanyak 2.365 pelanggan. Adapun Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencatat total kedatangan sebanyak 2.108 penumpang selama masa angkutan libur panjang.

Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat tersebut, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek operasional berjalan secara optimal.

Berbagai langkah dilakukan mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pengawasan operasional, hingga penguatan pelayanan kepada pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan.

Upaya tersebut membuat seluruh perjalanan kereta api selama periode angkutan libur panjang dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.

Tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan, perusahaan juga terus menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan operasional perkeretaapian.

Selama masa angkutan berlangsung, petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, memantau perjalanan kereta api, serta memberikan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat yang berada di sekitar jalur rel.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti sejenak sebelum melintas, dan memastikan kondisi aman dari kedua arah sebelum melewati rel.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak berjalan, bermain, ataupun melakukan aktivitas lainnya di area jalur rel karena berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh pihak. Melalui kepatuhan terhadap aturan di perlintasan serta tidak beraktivitas di jalur rel, kita dapat mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat bagi semua,” pungkas Reza. (*)

Baca Juga

Trafik Tol Padang-Sicincin Naik Tajam Selama Libur Idul Adha, Waisak dan Hari Lahir Pancasila
Trafik Tol Padang-Sicincin Naik Tajam Selama Libur Idul Adha, Waisak dan Hari Lahir Pancasila
Trafik Tol Padang-Sicincin Melonjak Selama Momen Libur Panjang Idul Adha, Ini Datanya
Trafik Tol Padang-Sicincin Melonjak Selama Momen Libur Panjang Idul Adha, Ini Datanya
Libur Panjang Padat Wisatawan, Satpol PP Padang Siagakan 100 Personel di Kawasan Pantai
Libur Panjang Padat Wisatawan, Satpol PP Padang Siagakan 100 Personel di Kawasan Pantai
Pemko Pariaman-Kemenag Perkuat Syiar Islam, MTQ Kota Siap Dihidupkan Lagi Setelah Vakum Sejak 2018
Pemko Pariaman-Kemenag Perkuat Syiar Islam, MTQ Kota Siap Dihidupkan Lagi Setelah Vakum Sejak 2018
670 Kantong Daging Kurban Disalurkan ke Warga Mentawai, Toleransi Antarumat Beragama Jadi Sorotan
670 Kantong Daging Kurban Disalurkan ke Warga Mentawai, Toleransi Antarumat Beragama Jadi Sorotan
Libur Panjang Idul Adha, Trafik Tol Padang-Sicincin Melonjak Dua Kali Lipat
Libur Panjang Idul Adha, Trafik Tol Padang-Sicincin Melonjak Dua Kali Lipat