Ini Sosok Diana Kartika, Rektor Universitas Bung Hatta yang Baru

Ini Sosok Diana Kartika, Rektor Universitas Bung Hatta yang Baru

Prof. Dr. Diana Kartika, Rektor Universitas Bung Hatta yang baru. (Foto: Dok UBH)

Sumbardaily.com, Padang - Prof. Dr. Diana Kartika dilantik sebagai Rektor Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2024-2028 di Bung Hatta Convention Hall, Kampus 1 UBH Ulak Karang, Kamis (22/2/2024) oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta Dr. Boy Yendra Tamin.

Diana Kartika dilantik sebagai Rektor ke-11 UBH menggantikan Prof. Dr. Tafdil Husni berdasarkan Surat Keputusan (SK) Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta Nomor 04/SK/YPBH/II-2024 tentang pengangkatan Rektor UBH periode 2024-2028

Pelantikan Diana Kartika sebagai Rektor UBH ini telah melalui proses mekanisme internal mulai dari penjaringan, penyampaian visi dan misi serta sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan yayasan.

Dengan dilantik sebagai Rektor UBH, menjadikannya salah satu dari deretan Rektor Perempuan di Indonesia dan rektor perempuan pertama di UBH.

Diketahui, Diana Kartika, kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini menempuh pendidikan SD, sampai SMA di Palembang. Kemudian, dia melanjutkan studi S1 ke Universitas Indonesia.

Awal kariernya dimulai tahun 1992 menjadi Dosen PNS-DPK di Program Studi Sastra Jepang UBH. Melanjutkan kuliah S2 dan S3 pada Jurusan Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta. Tahun 2013-2016 ditunjuk sebagai Ketua Program Studi Sastra Jepang di Fakultas Ilmu Budaya UBH.

Kemudian pada tahun 2016-2020, dia dipercaya sebagai Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni. Lalu Tahun 2017, dipercaya oleh Kepala Kopertis Wilayah X, yang sekarang menjadi LLDIKTI Wilayah X, menjadi Chief Editor Jurnal Kata (Jurnal Penelitian Ilmu Bahasa, Sastra dan Seni).

Istri dari Weno Aulia Durin ini dikaruniai dua orang anak yang telah bekerja di Sekretariat ASEAN dan di lamudi.com, sebuah perusahaan digital bergengsi di Jakarta.

Tepat tanggal 1 Desember 2019 lalu, Diana Kartika berhak menyandang gelar Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Bahasa Jepang berdasarkan SK 1727/A3/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Di sela kesibukannya di berbagai organiasasi, sebagai akademisi dia telah mempublikasikan lebih dari 30 artikel ilmiah di berbagai jurnal internatioanal dan nasional serta di berbagai prosiding.

Dia juga masuk sebagai salah satu dari 1001 Tokoh Orang Minang yang berpengaruh di dunia, yang tercantum dalam buku Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang. Selain itu, dalam lima tahun terakhir dia telah menerbitkan beberapa buah buku.

Sederet penghargaan juga pernah diraih. Salah satu di antaranya penghargaan Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden RI tahun 2015. (*/red)

Baca Juga

Ekspor Sawit Dominasi Perdagangan Sumbar, Impor Bahan Bakar Mineral Ikut Melesat
Ekspor Sawit Dominasi Perdagangan Sumbar, Impor Bahan Bakar Mineral Ikut Melesat
Warga memadati Halaman Masjid Raya Ganting di Kecamatan Padang Timur saat berbelanja kebutuhan pokok pada kegiatan Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan Kota Padang.
Disdag Padang Pastikan Pasar Murah Berlanjut, Warga: Sering-sering Dilaksanakan
Riset Unand Temukan Potensi Pangan Fungsional Lokal untuk Memperbaiki Gangguan Pertumbuhan Tulang
Riset Unand Temukan Potensi Pangan Fungsional Lokal untuk Memperbaiki Gangguan Pertumbuhan Tulang
Sejarah Pemindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung, Berawal dari Keterbatasan Bukittinggi
Sejarah Pemindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung, Berawal dari Keterbatasan Bukittinggi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan mengapung di Danau Singkarak, Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Danau Singkarak
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes