Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar mengintensifkan bantuan pemasaran produk UMKM sebagai langkah strategis memulihkan ekonomi masyarakat pasca bencana alam yang terjadi pada akhir 2025.
Perluasan akses pasar menjadi prioritas agar pelaku usaha terdampak dapat kembali bangkit dan meningkatkan pendapatan.
Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), Pemkab Tanah Datar aktif menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.
Kepala Dinas KUKMP Tanah Datar, Masni Yuletri, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Salah satu upaya konkret yang kami lakukan adalah membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah,” ujar Masni Yuletri, dikutip Selasa (24/2/2026).
Hasil dari strategi pemasaran produk UMKM tersebut mulai terlihat. Pada Minggu (22/2/2026), Perwakilan BI Provinsi Riau memesan sebanyak 200 paket rendang Sumpur, kuliner khas Tanah Datar yang menjadi produk unggulan daerah.
Sebelumnya, pesanan dalam jumlah lebih besar juga datang dari Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
“Sebelumnya, pesanan serupa juga datang dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat sebanyak 300 paket,” kata Masni Yuletri.
Total 500 paket rendang yang dipesan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas produk UMKM Tanah Datar.
Menurut Masni, dukungan tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, khususnya masyarakat yang terdampak bencana.
“Pesanan ini merupakan angin segar bagi UMKM Tanah Datar, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas produk kita mampu bersaing. Terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memperluas pemasaran produk, langkah tersebut juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal yang sempat mengalami hambatan akibat bencana.
Pemkab Tanah Datar, lanjut Masni, berkomitmen menghadirkan program strategis untuk memperkuat daya saing UMKM.
Program tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi pengemasan, hingga perluasan akses pemasaran agar produk mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dalam rangka pemberdayaan UMKM terdampak bencana, Pemkab Tanah Datar bersama Perwakilan BI Provinsi Sumbar juga melaksanakan program Sekolah Lapang. Program ini bertujuan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.
“Harapan kita usaha masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana kembali pulih. UMKM bangkit, ekonomi pulih,” tutupnya.
Dengan dukungan pemasaran yang berkelanjutan dan sinergi bersama mitra strategis, pemerintah daerah optimistis sektor UMKM akan semakin kuat dalam menopang ekonomi masyarakat Tanah Datar ke depan. (*)















