Sumbardaily.com – Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memastikan timnya telah siap menghadapi tantangan terbesar musim ini saat berjumpa Argentina pada Final Piala Dunia 2026. Jelang duel yang digelar di New York New Jersey, De la Fuente membahas berbagai aspek penting, mulai dari kondisi Lamine Yamal, kualitas Lionel Messi, hingga strategi yang akan diterapkan La Roja pada laga penentuan gelar juara dunia.
Setelah melalui perjalanan panjang selama lebih dari satu bulan di Amerika Utara, Spanyol dan Argentina kini hanya berjarak satu pertandingan dari trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. Menjelang laga puncak tersebut, De la Fuente hadir bersama kapten tim, Rodrigo, dalam konferensi pers resmi untuk memaparkan kesiapan timnya.
Menurut De la Fuente, final akan menjadi panggung yang mempertemukan dua tim dengan karakter serupa. Ia menilai Spanyol dan Argentina sama-sama memiliki mentalitas kuat serta dihuni pemain-pemain berkualitas yang mampu menentukan jalannya pertandingan.
"Saya rasa besok akan menjadi sebuah pertunjukan yang luar biasa. Dua tim hebat akan saling berhadapan dan memiliki banyak kesamaan, terutama dari segi karakter yang kuat serta para pemain bertalenta tinggi," ujarnya dilansir dari FIFA, Minggu (19/7/2026).
Pelatih La Roja itu menilai kedua tim tidak hanya mengandalkan organisasi permainan, tetapi juga kualitas individu yang mampu menciptakan perbedaan di lapangan. Karena itu, ia memperkirakan pertandingan akan berlangsung terbuka dengan kedua kubu berusaha memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
"Tentu saja kedua tim akan berusaha memaksimalkan kekuatan masing-masing, tetapi saya yakin baik Argentina maupun Spanyol akan menyusun strategi yang mengutamakan kualitas individu, bakat, dan permainan sepak bola yang indah," tambahnya.
Final Piala Dunia Jadi Kehormatan Besar
Bagi De la Fuente, keberhasilan membawa Spanyol melangkah ke final sudah menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak datang ke New York hanya untuk menjadi finalis.
Menurutnya, kesempatan memperebutkan gelar juara dunia merupakan sesuatu yang sangat berharga sehingga seluruh skuad akan berjuang maksimal demi membawa pulang trofi.
"Saya merasa ini adalah sebuah kehormatan hanya dengan bisa berada di partai final. Saya bukan orang yang gemar mengucapkan hal-hal muluk. Bagi saya, yang terpenting adalah berada dalam posisi untuk memenangkan pertandingan."
Ia bahkan menyebut akan selalu merasa bangga apabila bisa terus membawa timnya tampil di final Piala Dunia, karena menurutnya pencapaian tersebut merupakan bukti kualitas sebuah tim di level tertinggi.
"Saya bahkan akan senang jika setiap tahun bisa mencapai final Piala Dunia, sekalipun harus kalah. Itu menunjukkan betapa berharganya Piala Dunia. Kini kami memiliki kesempatan untuk memperebutkan trofi juara dan itulah yang akan kami perjuangkan."
Lamine Yamal Dipastikan Siap Bermain
Salah satu kabar yang paling ditunggu publik Spanyol menjelang pertandingan adalah kondisi Lamine Yamal. Penyerang muda tersebut sebelumnya sempat mengalami benturan saat semifinal melawan Prancis sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai kebugarannya.
Namun, De la Fuente memastikan kondisi Yamal sudah kembali normal. Pemain berusia 19 tahun itu disebut telah mengikuti sesi latihan bersama tim tanpa kendala sehingga siap dimainkan pada partai final.
Kepastian tersebut menjadi kabar positif bagi La Roja mengingat Yamal merupakan salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.
De la Fuente: Lamine Tak Harus Menjadi Messi
Dalam konferensi pers, De la Fuente juga mendapat pertanyaan mengenai perbandingan yang terus muncul antara Lamine Yamal dan Lionel Messi. Menurutnya, membandingkan kedua pemain bukanlah hal yang tepat.
Ia mengakui Messi merupakan pesepak bola dengan kualitas luar biasa sekaligus panutan bagi banyak pemain muda. Namun, De la Fuente menegaskan perkembangan Yamal akan jauh lebih baik apabila tetap menjadi dirinya sendiri.
"Saya rasa Lamine harus tetap menjadi Lamine. Messi adalah pemain dengan bakat luar biasa dan menjadi teladan bagi semua pesepak bola muda."
Ia menambahkan bahwa tugas pelatih adalah memberikan dukungan agar Yamal dapat terus berkembang sesuai karakter permainannya sendiri.
"Saya menganggapnya sebagai panutan, tetapi Lamine harus tetap menjadi dirinya sendiri. Cara terbaik untuk membantunya adalah dengan memberikan dukungan agar ia terus berkembang sebagai Lamine."
Pengalaman Menghadapi Lionel Messi
Ketika ditanya apakah Spanyol akan menyiapkan penjagaan khusus terhadap Lionel Messi, De la Fuente justru mengenang pengalaman pertamanya menghadapi megabintang Argentina tersebut ketika masih menangani tim muda Sevilla.
Saat itu, Sevilla sempat menempatkan seorang pemain untuk mengawal Messi secara khusus dalam pertandingan Copa del Rey melawan Barcelona. Strategi tersebut sempat berjalan efektif hingga menit ke-70 ketika skor masih imbang tanpa gol.
Namun, situasi berubah setelah pemain yang ditugaskan menjaga Messi menerima kartu dan harus ditarik keluar. Dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol.
"Karena itu, kami memutuskan untuk menempatkan satu pemain khusus untuk menjaganya. Hingga menit ke-70 skor masih 0-0, tetapi pemain yang ditugaskan menjaganya mendapat kartu sehingga saya menariknya keluar. Dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol."
Pengalaman tersebut membuat De la Fuente tidak berencana menerapkan penjagaan individu secara khusus pada final nanti. Meski demikian, ia memastikan Messi tetap akan mendapat perhatian besar dari para pemain Spanyol.
"Apakah itu berarti kami akan kembali melakukan penjagaan khusus? Tidak. Namun, apakah kami akan memberikan perhatian besar kepadanya? Tentu saja. Meski begitu, perhatian kami kepadanya tidak akan lebih besar dibanding perhatian mereka terhadap para pemain kami."
Rodrigo Waspadai Mental Juara Argentina
Selain membahas persiapan timnya, De la Fuente juga mengungkapkan rasa hormat yang tinggi kepada Argentina. Ia bahkan menyebut memiliki "kekaguman, kekaguman, dan lebih banyak lagi kekaguman" terhadap juara bertahan tersebut, termasuk kepada pelatih Lionel Scaloni yang disebutnya sebagai teman baik.
Sementara itu, kapten Rodrigo menilai kekuatan terbesar Argentina terletak pada mental bertanding mereka. Menurutnya, La Albiceleste beberapa kali mampu keluar dari situasi sulit sepanjang turnamen sebelum akhirnya mencapai final.
"Itu menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sangat kompetitif dan tahu bagaimana membalikkan keadaan ketika berada dalam situasi sulit."
Rodrigo menegaskan Spanyol harus memahami karakter tersebut agar mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul selama pertandingan berlangsung.
"Hal itu menunjukkan besarnya karakter yang mereka miliki. Kami harus mengingatnya dan memahami seperti apa tipe tim yang akan kami hadapi. Kami akan berusaha menyerang titik lemah mereka, sambil tetap menyadari bahwa pertandingan ini bisa berkembang ke berbagai arah."
Dengan kondisi Lamine Yamal yang telah pulih, penghormatan terhadap kualitas Lionel Messi, serta strategi yang telah disiapkan Luis de la Fuente, Spanyol menatap Final Piala Dunia 2026 dengan penuh optimisme. Meski menyadari besarnya tantangan menghadapi Argentina, La Roja bertekad memanfaatkan kesempatan terakhir untuk membawa pulang trofi juara dunia. (*)
















