Sumbardaily.com - Stadion Agus Salim yang selama puluhan tahun menjadi ikon olahraga masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) bersiap memasuki babak baru.
Kawasan olahraga legendaris tersebut akan direkonstruksi secara total setelah hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan kondisi stadion tidak lagi memungkinkan untuk direnovasi.
Proyek besar yang didukung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) itu tidak hanya menghadirkan stadion baru, tetapi juga akan mengubah seluruh kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim menjadi kompleks olahraga modern berstandar internasional yang terintegrasi dengan ruang publik, kawasan rekreasi, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (4/6/2026) siang.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pembangunan, mulai dari persiapan, proses relokasi, hingga pelaksanaan proyek konstruksi.
Wali Kota Padang, Fadly Amran menilai rekonstruksi total kawasan GOR Haji Agus Salim merupakan momentum penting untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih representatif bagi masyarakat sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
"Pemko Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR Haji Agus Salim. Kehadiran proyek ini merupakan kehormatan bagi Kota Padang dan kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan optimal," katanya.
Menurut Fadly, pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
"Kami berharap rekonstruksi kawasan GOR Haji Agus Salim mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan tertata. Sekaligus mendorong perkembangan olahraga, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta peningkatan daya tarik pariwisata Kota Padang dan Sumbar," ucapnya.
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, Pemko Padang juga menyatakan kesiapan mengawal proses relokasi para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan GOR Haji Agus Salim.
Wali Kota Padang bahkan siap menginstruksikan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang agar proses relokasi berjalan tertib dan terukur.
Selain memastikan fasilitas di lokasi relokasi memenuhi standar yang dibutuhkan, pemerintah juga menjanjikan kepastian penempatan bagi pedagang yang telah terdaftar untuk kembali menempati area usaha yang disiapkan setelah pembangunan selesai.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sumbar, Medi Iswandi mengatakan, proyek rekonstruksi total Stadion Agus Salim dan kawasan GOR Haji Agus Salim didukung anggaran yang cukup besar dari Pemerintah Pusat.
"Proyek rekonstruksi kawasan GOR Haji Agus Salim dibiayai Kementerian PU dengan nilai anggaran mencapai Rp340 miliar dan dilaksanakan secara multiyears selama 18 bulan," ucapnya.
Nilai investasi tersebut, katanya, menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur olahraga di Sumbar.
"Pembangunan dirancang berlangsung secara bertahap selama satu setengah tahun hingga seluruh kawasan selesai dibangun," kata Medi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur menjelaskan bahwa keputusan melakukan pembongkaran total bukan tanpa alasan.
Hasil peninjauan dan evaluasi yang dilakukan tim Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan kondisi Stadion Haji Agus Salim sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki melalui renovasi biasa.
"Hasil review tim Kementerian PU menyatakan kondisi Stadion Haji Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi sehingga harus dilakukan pembongkaran total," ungkapnya.
Karena itu, opsi yang dipilih adalah melakukan rekonstruksi menyeluruh agar stadion baru dapat memenuhi standar yang lebih tinggi dan mendukung berbagai agenda olahraga di masa mendatang. Mahdianur juga mengungkapkan proses tender proyek kini memasuki tahap akhir.
"Pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan, dengan perusahaan BUMN diproyeksikan menggarap pembangunan stadion berstandar AFC berkapasitas 12 ribu hingga 13 ribu penonton," katanya.
Nantinya, kawasan GOR Haji Agus Salim seluas 7,8 hektare akan dikembangkan menjadi kawasan olahraga terpadu yang terbagi dalam tiga ring utama.
Ring pertama akan menjadi pusat kawasan dengan stadion berstandar internasional sebagai fasilitas utama.
Ring kedua dirancang sebagai ruang terbuka hijau yang dilengkapi jogging track dan berbagai ruang publik untuk aktivitas olahraga masyarakat.
Sementara itu, ring ketiga akan dikembangkan sebagai kawasan sport tourism yang memadukan aktivitas olahraga dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Area ini akan dilengkapi pusat kuliner, gedung parkir terpadu, serta sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumatera Barat.
Seiring dimulainya pembangunan, aktivitas di kawasan GOR Haji Agus Salim akan dihentikan sementara. Pemerintah menjadwalkan pengosongan dan penutupan total kawasan mulai 15 Juni 2026.
"Pengosongan dan penutupan total kawasan GOR Haji Agus Salim dijadwalkan mulai 15 Juni 2026 guna mendukung kelancaran pembangunan.
"Pedagang kafe dan pujasera akan direlokasi sementara ke kawasan Panjat Tebing, sementara sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar," pungkas Mahdianur. (*)
















