Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap berjalan di tengah gangguan akses akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejak 21 November 2025.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat serta menjamin kelancaran operasi evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi, menyampaikan bahwa penyesuaian distribusi menjadi langkah mendesak mengingat banyaknya akses jalan yang terputus.
Menurutnya, instruksi langsung dari Gubernur Sumbar menekankan pentingnya memastikan kebutuhan energi rumah tangga maupun operasional tanggap darurat tetap terpenuhi secara aman.
“Bencana hidrometeorologi sangat memengaruhi jalur distribusi BBM dan LPG. Karena itu, sesuai arahan Pak Gubernur, kita perlu sejumlah penyesuaian agar kebutuhan energi masyarakat dan operasi penanganan bencana tetap terpenuhi,” ujar Helmi, dikutip Senin (1/12/2025).
Ia menambahkan, skema distribusi baru ini mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian yang membantu pengamanan armada distribusi di lapangan. Helmi kemudian merinci langkah teknis yang disepakati bersama Pertamina Patra Niaga dan seluruh mitra terkait.
Penyesuaian Distribusi BBM
Untuk menjaga ketersediaan BBM di daerah terdampak, sejumlah langkah strategis diterapkan, antara lain perbantuan suplai melalui Fuel Terminal Siak dan Jambi guna memperkuat pasokan dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, penambahan 17 armada mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter sehingga total daya angkut meningkat menjadi 272 kiloliter.
Selain itu, penggunaan mobil tangki 8 kiloliter khusus untuk distribusi ke Kabupaten Pasaman yang kondisi jalannya tidak memungkinkan armada besar, dan pengawalan ketat Patwal agar mobil tangki dapat bergerak lancar menuju wilayah yang aksesnya masih rawan.
Skema Distribusi LPG
Adapun untuk distribusi LPG, upaya khusus dilakukan untuk menjangkau daerah yang terisolasi akibat bencana. Beberapa langkah yang akan diterapkan yaitu perbantuan pasokan dari IT Dumai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Kemudian pengiriman LPG 3 kilogram melalui perahu menuju kawasan terisolasi seperti Paninggahan dan Muaro Pingai di Kabupaten Solok serta sebagian wilayah Tiku di Kabupaten Agam.
Selanjutnya pengoperasian SPBE pada hari Minggu, yang sebelumnya non-operasional, untuk memastikan stok LPG 3 kilogram tetap tersedia, serta pengawalan armada skid tank LPG menuju SPBU menggunakan Patwal demi menjamin distribusi berjalan tanpa hambatan.
Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana
Selain penguatan distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Sumbar bersama IT Teluk Kabung juga menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta melalui Posko Utama Tanggap Darurat Pemprov Sumbar.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok, obat-obatan, serta makanan siap saji untuk masyarakat yang terdampak langsung.
Helmi menegaskan bahwa seluruh langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran energi dan memastikan setiap daerah tetap mendapatkan dukungan selama masa tanggap darurat berlangsung. (red)















