Darurat Longsor di Maninjau Terus Mengancam Warga, BPBD Agam Ungkap Sejumlah Penyebabnya

Darurat Longsor di Maninjau Terus Mengancam Warga, BPBD Agam Ungkap Sejumlah Penyebabnya

Penampakan udara tanah longsor yang berasal dari kawasan perbukitan Kelok 44 dan melanda masyarakat di kawasan Danau Maninjau. (Dok. BPBD Agam)

Sumbardaily.com, Agam - Tanah longsor kembali memicu situasi darurat di wilayah Kabupaten Agam. Material berupa lumpur, kayu dan bebatuan menutup akses jalan provinsi Lubuk Basung-Maninjau di sekitar BRI Lama Pasa Maninjau sejak Kamis (1/1/2025) dini hari.

Kondisi itu membuat jalur transportasi terputus, sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam terus melakukan penanganan di lapangan.

Pantauan udara menunjukkan tidak adanya genangan air dari arah hulu. Namun, material longsor membentuk aliran baru yang mengarah ke depan BRI lama.

"Akibat perubahan aliran tersebut, arus di jembatan Sungai Batang Pisang sempat tidak terlihat, meski debit air yang mengalir ke arah lapas relatif deras," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur.

Sehari penuh, katanya, fenomena yang oleh warga disebut galodo kembali terjadi berulang. Sedikitnya empat hingga lima kali luncuran material terjadi sejak pagi hingga menjelang sore di kawasan Batang Aia Muaro Pisang, Pasa Maninjau, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.

"Kejadian susulan itu muncul setelah longsor pertama yang berlangsung pada dini hari," ujar Abdul.

Sebagian kejadian itu, katanya, berlangsung ketika tim masih berada di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.

"Fokus utama diarahkan pada penyelamatan warga, pengamanan jalur, serta memastikan area terdampak berada dalam pengawasan," katanya.

Di sisi lain, kerusakan fisik cukup terasa. Empat rumah warga mengalami rusak berat, tiga unit kedai hancur, dan dua unit villa turut terdampak secara signifikan. Satu unit alat berat jenis ekskavator bahkan terkurung akibat timbunan material.

Laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam mencatat, tanah longsor terjadi sejak Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB di Kelok 25, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur.

"Tebing di kawasan tersebut runtuh dan menutup jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian material mencapai satu meter," katanya.

Dampak lanjutan terasa pada jumlah pengungsi. Dari sebelumnya 100 kepala keluarga (314 jiwa), jumlahnya meningkat menjadi 160 kepala keluarga atau 428 jiwa.

"Seluruh warga terdampak memilih menjauh dari area rawan karena ancaman longsor susulan masih mungkin terjadi," katanya.

Di saat bersamaan, Abdul Gafur mengeklaim bahwa BPBD Kabupaten Agam melakukan asesmen, pendataan, dan turun langsung ke titik kejadian.

"Pantauan dari Kelok 9 hingga Kelok 25, tidak terdapat material longsor yang menutup aliran Sungai Batang Pisang. Arus air memang tidak besar, namun cukup deras mengarah ke kawasan Rumah Tahanan Negara (Rutan)," katanya.

Satu unit beko loader dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Agam ikut dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup akses jalan.

"Upaya penanganan dilakukan bertahap, mengingat sebagian lokasi berada di lereng curam dan kondisi tanah masih labil," katanya.

Abdul Gafur menambahkan, penanganan difokuskan pada pembukaan akses, pengendalian risiko susulan, dan perlindungan warga yang bermukim di sekitar titik rawan.

Hingga Kamis malam, katanya, petugas masih bersiaga. Perubahan aliran air, potensi galodo susulan, serta kondisi tebing yang belum stabil menjadi perhatian utama.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, menghindari jalur yang terputus, dan mengikuti arahan petugas di lapangan," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Jembatan Perintis Batang Mangoi Kembali Buka Akses Warga Padang Pariaman Pascabanjir Bandang
Jembatan Perintis Batang Mangoi Kembali Buka Akses Warga Padang Pariaman Pascabanjir Bandang
Petugas menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki kepada masyarakat terdampak banjir di Kota Padang.
Pasokan Belum Normal, BPBD dan Damkar Padang Terus Salurkan Air Bersih ke Warga
Tanah longsor menerjang kawasan ponton di tepi Sungai Batang Kuantan, Sijunjung, setelah penertiban aktivitas PETI oleh polisi.
Penertiban PETI di Sijunjung Bukan Sekadar Penegakan Hukum, Polisi Cegah Korban Jiwa dan Kerusakan Alam
Tanah longsor di kawasan Kapalo Lubuak Jambu Sijunjung berdampak terhadap sekitar 10 ponton di tepi Sungai Batang Kuantan.
Empat Penjaga Luka usai Longsor Terjang 10 Ponton di Sijunjung, Polisi: Tak Ada Aktivitas PETI
Tebing Batang Tiku Runtuh di Tiga Titik, Jalan Kabupaten di Agam Terancam
Tebing Batang Tiku Runtuh di Tiga Titik, Jalan Kabupaten di Agam Terancam
Banjir Rendam 70 Rumah di Sungai Batang Agam, Ratusan Warga Tanjung Raya Mengungsi
Banjir Rendam 70 Rumah di Sungai Batang Agam, Ratusan Warga Tanjung Raya Mengungsi