Berburu Kebutuhan Sekolah di Pasar Raya Padang Fase VII, Dinas Perdagangan Gandeng Grab-Bank Nagari

Berburu Kebutuhan Sekolah di Pasar Raya Padang Fase VII, Dinas Perdagangan Gandeng Grab-Bank Nagari

Aktivitas di Pasar Raya Padang Fase VII. (Foto: Kominfo Padang)

Sumbardaily.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Meningkatnya jumlah masyarakat yang berburu kebutuhan sekolah menjadi angin segar bagi para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

Momentum pergantian tahun ajaran dinilai menjadi salah satu periode yang mampu menggerakkan roda perekonomian pasar. Kebutuhan perlengkapan sekolah yang mulai dicari masyarakat membuat tingkat kunjungan ke Pasar Raya Padang Fase VII terus mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan tahun ajaran baru merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan. Menurutnya, Pasar Raya Padang Fase VII telah menyediakan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat secara lengkap dalam satu kawasan.

Ia menjelaskan bahwa Pasar Raya Padang Fase VII tidak hanya menyediakan pakaian, mukena, maupun alat tulis. Berbagai perlengkapan sekolah lainnya seperti sepatu dan tas juga tersedia sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan saat berbelanja.

"Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekedar pakaian, bukan hanya sekedar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII," ujar Fizlan, dikutip Senin (15/6/2026).

Melihat potensi peningkatan transaksi tersebut, Dinas Perdagangan Kota Padang juga melakukan berbagai langkah untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang dinilai dapat mendukung pergerakan ekonomi. Dinas Perdagangan Kota Padang saat ini tengah membangun kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, termasuk perusahaan transportasi daring dan sektor perbankan.

"Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita," tambahnya.

Selain mendorong peningkatan daya beli, Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala guna memenuhi kebutuhan berbagai komoditas penting.

Komoditas yang menjadi perhatian dalam operasi pasar tersebut antara lain minyak goreng, beras, dan cabai yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi ketika aktivitas perdagangan meningkat.

Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung melalui perbaikan sarana dan prasarana pendukung di kawasan Pasar Raya Padang. Untuk mendukung revitalisasi pasar, Pemerintah Kota Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi para pedagang.

Tidak hanya itu, Pemko Padang juga tengah menyiapkan ikon baru guna mempercantik kawasan pasar. Fasilitas air mancur akan dibangun sebagai salah satu daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Rencananya, pengerjaan fasilitas air mancur tersebut akan dimulai pada 23 Juni 2026 dan berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Dengan meningkatnya kebutuhan sekolah menjelang tahun ajaran baru, dukungan peningkatan daya beli masyarakat, serta rencana revitalisasi kawasan pasar, Pasar Raya Padang Fase VII diharapkan semakin menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja. (*)

Baca Juga

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pasar Raya Padang Fase VII Jadi Buruan Warga Cari Perlengkapan Sekolah
Jelang Tahun Ajaran Baru, Pasar Raya Padang Fase VII Jadi Buruan Warga Cari Perlengkapan Sekolah
Revitalisasi Pasar Raya Padang Gunakan Sistem Buka-Tutup Jalan, Aktivitas Ekonomi Tetap Jalan
Revitalisasi Pasar Raya Padang Gunakan Sistem Buka-Tutup Jalan, Aktivitas Ekonomi Tetap Jalan
Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Ulak Karang yang sedang dipersiapkan menjadi pasar berstandar SNI oleh Pemerintah Kota Padang.
Pemko Padang Siapkan Pasar Ulak Karang Naik Kelas, Target Berstatus SNI Tahun Ini
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar
Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar
CFD Solok Selatan Jadi Ajang Hidup Sehat, UMKM dan Pariwisata Ikut Tumbuh
CFD Solok Selatan Jadi Ajang Hidup Sehat, UMKM dan Pariwisata Ikut Tumbuh
Jelang Idul Adha 2026, Inflasi di Padang Diklaim Susut ke Angka 1,9 Persen
Jelang Idul Adha 2026, Inflasi di Padang Diklaim Susut ke Angka 1,9 Persen