Sumbardaily.com – Roberto Mancini kembali dipercaya memimpin Tim Nasional Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi mengumumkan penunjukan pelatih berusia 61 tahun tersebut sebagai nahkoda baru Azzurri pada Selasa, setelah melalui beberapa hari penuh dinamika menjelang keputusan resmi diumumkan.
Kembalinya Mancini menandai dimulainya proyek baru Italia untuk membangun kembali kekuatan tim nasional. Mantan pelatih yang pernah membawa Azzurri menjuarai UEFA EURO 2020 itu kini kembali mengemban tanggung jawab besar dengan target membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Dalam konferensi pers, Presiden FIGC Giovanni Malago menegaskan bahwa Mancini merupakan figur yang paling tepat untuk menangani tim nasional pada situasi saat ini.
"Roberto Mancini adalah sosok yang tepat untuk mengemban tugas sebagai pelatih kepala tim nasional Italia pada saat ini," ujar Giovanni Malago, dilansir dari FIFA, Kamis (30/7/2036).
Penunjukan Mancini dilakukan setelah FIGC menghadapi sejumlah perubahan penting dalam struktur organisasi tim nasional. Dalam beberapa hari terakhir, sepak bola Italia diwarnai pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik serta penasihat tim nasional.
Di tengah proses restrukturisasi tersebut, Malago juga menyatakan tidak menyetujui usulan untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala baru. Sementara itu, dua tokoh yang sebelumnya diproyeksikan memimpin pembenahan tim nasional memilih mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Selain mengumumkan kembalinya Mancini, Presiden FIGC turut memastikan bahwa Claudio Ranieri menerima jabatan sebagai direktur teknik dan akan bekerja bersama pelatih baru tersebut dalam menjalankan proyek pembaruan tim nasional Italia.
"Selain mereka, akan ada satu sosok lagi yang bergabung sebagai direktur tim nasional. Peran tersebut serupa dengan yang sebelumnya pernah dijalankan oleh Gigi Buffon dan Gigi Riva," tambah Malago.
Roberto Mancini bukan nama asing bagi sepak bola Italia. Pada periode pertamanya sebagai pelatih Azzurri, yakni dari 2018 hingga 2023, ia berhasil mengembalikan daya saing tim nasional hingga mencapai puncaknya dengan menjuarai UEFA EURO 2020. Gelar tersebut diraih pada 2021 setelah Italia mengalahkan Inggris melalui adu penalti di partai final yang berlangsung di Stadion Wembley.
Meski mencatatkan prestasi besar di level Eropa, perjalanan Mancini bersama Italia juga diwarnai kekecewaan. Ia gagal membawa Azzurri lolos ke putaran final Piala Dunia 2022, sehingga Italia harus kembali absen dari ajang sepak bola terbesar di dunia.
Mancini kemudian meninggalkan kursi pelatih tim nasional pada 2023 sebelum melanjutkan karier dengan menangani Tim Nasional Arab Saudi. Setelah itu, jabatan terakhirnya adalah sebagai pelatih klub Qatar, Al Sadd.
Kini, Mancini kembali menerima kepercayaan dari FIGC pada saat Italia menghadapi tantangan besar. Setelah untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal tampil di putaran final Piala Dunia, Azzurri membutuhkan proyek jangka panjang untuk mengembalikan prestasi mereka.
Tugas utama yang diemban Mancini adalah membawa Italia kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia pada Piala Dunia 2030. Target tersebut menjadi fokus utama proyek baru FIGC yang juga melibatkan Claudio Ranieri sebagai direktur teknik serta penambahan satu direktur tim nasional untuk memperkuat struktur organisasi.
Dengan pengalaman membawa Italia meraih gelar juara Eropa dan rekam jejaknya bersama Azzurri, Roberto Mancini kini kembali dipercaya memimpin era baru tim nasional. Harapannya, proyek yang disiapkan FIGC dapat mengakhiri rentetan kegagalan Italia di Piala Dunia dan mengembalikan Azzurri ke jajaran elite sepak bola internasional. (*)
















