AKP Herlina, Polwan Pertama yang Berani Jadi Kapolsek di Mentawai

AKP Herlina, Polwan Pertama yang Berani Jadi Kapolsek di Mentawai

AKP Herlina, polwan Polda Sumbar kelahiran Mentawai, berani angkat tangan saat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mencari Kapolsek. Kini ia akan jadi Polwan pertama yang dilantik langsung Kapolda sebagai Kapolsek. (Foto: Dok Humas Polda Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang – Terobosan baru dalam kesetaraan gender di lingkungan Polda Sumatera Barat (Sumbar) terjadi saat seorang perwira polisi wanita secara berani mengajukan diri untuk bertugas di wilayah terpencil.

AKP Herlina, yang saat ini bertugas di Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Sumbar, menjadi sorotan setelah dengan lantang menyatakan kesediaannya menjadi Kapolsek di Kepulauan Mentawai.

Momen bersejarah ini terjadi dalam pertemuan rutin polwan Polda Sumbar di Anai Resort, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (12/2/2025). Saat itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengajukan pertanyaan yang mengejutkan kepada seluruh peserta pertemuan.

"Saya tanya nih, ada yang Polwan yang jadi kapolsek nggak? Nggak ada Polwan yang jadi kapolsek?" tanya Gatot sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

Ketika tidak ada yang merespons, Gatot kemudian memberikan tawaran langsung. "Angkat tangan yang mau jadi Kapolsek. Mumpung saya bisa tanda tangan hari ini. Angkat tangan, Polwan yang pengen jadi Kapolsek," ujarnya.

Suasana hening sesaat, hingga dari barisan belakang, sosok Herlina mengangkat tangannya dengan mantap. Kapolda langsung memintanya untuk maju ke depan dan menanyakan alasan di balik keberaniannya.

Ternyata, keinginan Herlina bukan sekedar mencari tantangan baru, tetapi didorong oleh ikatan emosional yang kuat dengan Kepulauan Mentawai.

"Saya ingin menjadi Kapolsek di Mentawai yang merupakan daerah tempat saya dibesarkan. Saya lahir dan sekolah di Mentawai. TK, SD, SMP di Mentawai, lalu SMA di Padang," ungkap Herlina dengan penuh keyakinan.

Herlina yang lahir pada 29 September 1968 di Kabupaten Kepulauan Mentawai memang memiliki akar kuat di wilayah tersebut. Keinginannya untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya menjelang masa pensiun menjadi motivasi utama yang mendorongnya mengambil keputusan berani ini.

Merespons komitmen tersebut, Gatot langsung mengambil langkah cepat. Ia memerintahkan Kepala Biro SDM Polda Sumbar untuk segera menerbitkan surat telegram penugasan bagi Herlina. Surat tersebut langsung ditandatangani dan diberi tanggal 12 Februari 2025.

Tidak hanya itu, Gatot juga memutuskan untuk memberikan perlakuan istimewa dalam proses pelantikan. Berbeda dengan tradisi yang berlaku selama ini dimana seorang Kapolsek biasanya dilantik oleh Kapolres, Herlina akan mendapatkan kehormatan untuk dilantik langsung oleh Gatot.

"Nanti pelantikannya spesial juga itu. Karena cuma sendiri dilantik. Dilantiknya dimana itu? Di polres berarti ya? Oh ya, apa perlu nanti dilantik di Polda buk. Sekali-kali dilantik Kapolsek oleh Kapolda," kata Gatot.

Keputusan ini menandai sejarah baru bagi Polda Sumbar, dimana untuk pertama kalinya seorang polwan akan menjabat sebagai Kapolsek di wilayah terpencil seperti Kepulauan Mentawai.

Langkah ini juga menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberikan kesempatan yang sama bagi personel wanita untuk mengambil posisi kepemimpinan di berbagai tingkatan.

Herlina sendiri mengaku tidak menyangka bahwa keinginannya untuk mengabdi di Tanah Sikerei—sebutan untuk Kepulauan Mentawai—akan terwujud dengan cara yang begitu istimewa. Ia merasa terharu dengan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan.

"Luar biasa. Perasaan saya senang sekali. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, biasanya Kapolres yang melantik. Makanya saya sangat terharu sekali, terimakasih kepada bapak Kapolda Sumbar, keinginan saya untuk menjadi Kapolsek di tanah kelahiran saya dapat terwujud di sisa masa dinas saya," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Penugasan Herlina di Mentawai diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam penanganan berbagai isu keamanan dan ketertiban di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan sosial budaya yang unik.

Sebagai putra daerah, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan tantangan yang dihadapi masyarakat Mentawai.

Langkah berani yang diambil oleh Herlina ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak polwan di seluruh Indonesia untuk berani mengambil tanggung jawab di posisi-posisi strategis, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap menantang bagi personel wanita. (red)

Baca Juga

Kapolri Ganti Empat PJU Polda Sumbar, Siapa Saja yang Bergeser? Ini Daftarnya
Kapolri Ganti Empat PJU Polda Sumbar, Siapa Saja yang Bergeser? Ini Daftarnya
Personel Yanma Polda Sumbar Bripka Randi Raih Dua Juara di Ajang Paralayang Nasional
Personel Yanma Polda Sumbar Bripka Randi Raih Dua Juara di Ajang Paralayang Nasional
43 Kasus Narkotika Diungkap, Gubernur Minta Pengawasan Pintu Masuk Sumbar Diperketat
43 Kasus Narkotika Diungkap, Gubernur Minta Pengawasan Pintu Masuk Sumbar Diperketat
Polisi Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Angkutan BBM Bio Solar di Koto Tangah Padang, 36 Jeriken Diamankan
Polisi Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Angkutan BBM Bio Solar di Koto Tangah Padang, 36 Jeriken Diamankan
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi
Kasus Cekcok Dirreskrimum Polda Sumbar Diselidiki Propam, Begini Duduk Perkaranya
Kasus Cekcok Dirreskrimum Polda Sumbar Diselidiki Propam, Begini Duduk Perkaranya