Sumbardaily.com – Laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menghadirkan tontonan luar biasa ketika Inggris menundukkan Prancis dengan skor 6-4 dalam pertandingan penuh drama di Stadion Miami. Pertemuan dua raksasa Eropa tersebut menyuguhkan sepuluh gol, kebangkitan yang nyaris sempurna dari Les Bleus, hingga aksi gemilang Bukayo Saka yang mencetak hat-trick untuk memastikan kemenangan The Three Lions.
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. Tim asuhan Thomas Tuchel menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan Prancis. Hasilnya terlihat sangat cepat ketika Declan Rice mencetak gol pembuka melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
Inggris sempat kembali menjebol gawang Prancis melalui Bukayo Saka, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Meski demikian, dominasi The Three Lions tidak surut. Ezri Konsa berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum Saka akhirnya mencatatkan namanya di papan skor.
Penyerang Arsenal itu kemudian mencetak dua gol tambahan dalam waktu singkat sehingga Inggris menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0. Performa impresif tersebut membuat Prancis berada di ambang kekalahan terbesar mereka di ajang Piala Dunia, mengingat Les Bleus pernah kalah 2-5 dari Brasil pada edisi 1958 ketika praktis bermain dengan 10 pemain.
Namun, wajah pertandingan berubah total selepas turun minum. Prancis bangkit dan tampil jauh lebih agresif. Serangan demi serangan mulai merepotkan lini belakang Inggris.
Kebangkitan itu diawali melalui kerja sama Michael Olise dan Kylian Mbappe. Umpan Olise dimanfaatkan Mbappe untuk memperkecil ketertinggalan. Tak lama berselang, giliran Mbappe memberikan assist kepada Bradley Barcola sehingga skor kembali berubah dan membuka peluang Prancis mengejar ketertinggalan.
Mbappe kemudian kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol kedua pada pertandingan tersebut. Les Bleus semakin percaya diri ketika hanya terpaut satu gol dari Inggris. Bahkan, Olise hampir menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari rangkaian kerja sama tim yang rapi, tetapi peluang emas tersebut gagal berbuah gol.
Saat tekanan Prancis mencapai puncaknya, Inggris memperoleh hadiah penalti setelah Malo Gusto melanggar Djed Spence di dalam kotak terlarang. Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk melengkapi hat-trick sekaligus memberi napas bagi The Three Lions.
Meski demikian, pertandingan belum berhenti menghadirkan drama. Ousmane Dembele kembali membawa Prancis memperkecil ketertinggalan sehingga selisih skor kembali menjadi satu gol.
Di tengah tekanan tersebut, Jude Bellingham menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang turnamen. Gelandang muda itu menggiring bola melewati beberapa pemain Prancis sebelum mencetak gol penutup yang memastikan kemenangan Inggris dalam salah satu pertandingan paling spektakuler sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kemenangan ini menjadi pencapaian terbaik Inggris di putaran final Piala Dunia sejak terakhir kali mengangkat trofi di kandang sendiri pada tahun 1966. Sementara bagi Prancis, pertandingan tersebut sekaligus menandai berakhirnya era kepelatihan Didier Deschamps setelah perjalanan panjangnya bersama Les Bleus.
Dari sisi statistik, Declan Rice mencatat sejarah dengan mencetak gol hanya dalam waktu 134 detik, menjadikannya gol tercepat kedua Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor tercepat masih dipegang Bryan Robson yang mencetak gol dalam 28 detik, yang juga terjadi saat menghadapi Prancis pada edisi 1982.
Di kubu Prancis, Michael Olise kembali menunjukkan kreativitasnya dengan membukukan assist ketujuh sepanjang turnamen. Catatan tersebut menjadi jumlah assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia sejak pencatatan dimulai pada 1966, melampaui rekor Pele yang mengoleksi enam assist bersama Brasil pada edisi 1970.
Sementara itu, Kylian Mbappe terus mempertajam produktivitasnya. Tambahan gol ke gawang Inggris membuat penyerang Real Madrid tersebut telah mengoleksi 10 gol dalam delapan penampilan di Amerika Utara. Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol untuk Hungaria pada 1954 dan Just Fontaine yang memiliki catatan lebih baik dalam satu edisi turnamen.
Atas penampilan luar biasanya, Bukayo Saka dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match setelah menginspirasi kemenangan Inggris melalui tiga gol yang menjadi pembeda dalam duel klasik Prancis vs Inggris di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. (*)
















