Sumbardaily.com - Kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 12 di Asrama Haji Embarkasi Padang pada Rabu (6/5/2026) menjadi penanda dimulainya fase pemberangkatan gelombang II musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pada fase ini, pola perjalanan jemaah mengalami perubahan karena penerbangan tidak lagi menuju Madinah, melainkan langsung ke Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh proses kedatangan jemaah berjalan lancar sesuai dengan skema operasional yang telah disiapkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kedatangan jemaah Kloter 12 sebagai awal gelombang II berjalan tertib. Seluruh layanan telah disiapkan sesuai dengan skema yang ditetapkan,” ujar Rifki dilasir resmi.
Berdasarkan data manifes, Kloter 12 membawa total 393 jemaah dan petugas. Rombongan tersebut terdiri dari 180 jemaah asal Kota Padang, 154 jemaah dari Kabupaten Lima Puluh Kota, serta 54 jemaah asal Kota Sawahlunto. Selain itu, terdapat lima petugas yang mendampingi rombongan selama perjalanan ibadah haji.
Rifki menjelaskan, seluruh jemaah dijadwalkan bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Kamis (7/5/2026) pukul 03.40 WIB. Penerbangan dilakukan menggunakan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 777 dengan nomor penerbangan GIA 3512.
“Memasuki gelombang II, pola pergerakan jemaah berbeda. Setibanya di Jeddah, jemaah akan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib,” jelasnya.
Menurut Rifki, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap menitikberatkan pada pelayanan berbasis kebutuhan jemaah, terutama bagi kelompok prioritas seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Melalui tagline ‘Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’, kami memastikan layanan lebih sederhana dan mudah diakses, terutama bagi jemaah lansia dan risiko tinggi,” katanya.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Embarkasi Padang juga menerapkan sistem one stop service di lingkungan asrama haji. Sistem tersebut memungkinkan seluruh proses administrasi dilakukan secara terpusat, mulai dari pembagian gelang identitas, paspor, hingga distribusi uang saku bagi jemaah.
“Dengan layanan satu pintu, jemaah tidak perlu berpindah-pindah lokasi. Ini untuk mengurangi kelelahan dan mempercepat proses,” ujar Rifki.
Ia menambahkan, jumlah jemaah yang telah dan akan diberangkatkan melalui Embarkasi Padang terus mengalami peningkatan seiring masuknya Kloter 12 dalam jadwal keberangkatan musim haji tahun ini.
“Secara akumulatif, jumlah jemaah yang telah dan akan diberangkatkan mencapai 4.696 orang dari total 14 kloter,” katanya.
Selain memastikan kelancaran operasional pemberangkatan, Embarkasi Padang juga membuka akses pengaduan bagi jemaah maupun masyarakat guna menjaga kualitas pelayanan selama musim haji berlangsung.
“Kami menyediakan layanan pengaduan dan indeks kepuasan masyarakat sebagai sarana evaluasi. Setiap masukan akan kami tindak lanjuti secara cepat dan transparan,” pungkasnya. (*)
















