Jemaah Haji Pasaman Wafat di Tanah Suci, Petugas Diminta Lebih Aktif Visit Kamar

Jemaah Haji Pasaman Wafat di Tanah Suci, Petugas Diminta Lebih Aktif Visit Kamar

Ilustrasi Ibadah Haji (Photo by Ibrahim uz on Unsplash)

Sumbardaily.com – Kabar duka kembali menyelimuti rombongan jemaah haji Embarkasi Padang di Tanah Suci. Seorang jemaah asal Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Syamsu Kari Sudin (58), meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Saudi German Hospital (SGH), Makkah, Arab Saudi.

Meninggalnya jemaah asal Pasaman tersebut membuat perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah haji kembali menjadi sorotan, terutama bagi kelompok lanjut usia dan jemaah dengan penyakit bawaan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), M. Rifki, bahkan meminta petugas haji lebih aktif melakukan pemantauan langsung ke kamar jemaah.

Syamsu Kari Sudin yang tergabung dalam Kloter PDG 10 Embarkasi Padang mengembuskan napas terakhir pada Kamis (21/5/2026) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum diketahui menderita penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD).

Ketua Kloter PDG 10, Busra Nazir, menjelaskan bahwa almarhum berangkat menunaikan ibadah haji seorang diri. Sejak tiba di Madinah pada 4 Mei 2026, kondisi kesehatannya sudah menjadi perhatian petugas medis kloter.

Menurut Busra Nazir, Syamsu Kari Sudin beberapa kali mengeluhkan sesak napas ketika berjalan dalam jarak tertentu sehingga dokter dan perawat kloter terus melakukan pemantauan.

“Beliau sudah beberapa kali mengeluhkan sesak napas sejak di Madinah sehingga terus dalam pengawasan dokter dan perawat kloter,” ujar Busra Nazir dalam laporannya, Sabtu (22/5/2026).

Meski kondisi kesehatannya terbatas, Syamsu Kari Sudin tetap melanjutkan perjalanan bersama rombongan menuju Makkah pada 13 Mei 2026. Saat menjalani umrah wajib, kondisi fisiknya mulai melemah sehingga harus menggunakan kursi roda.

Busra Nazir menyebut kesehatan almarhum semakin menurun pada 19 Mei 2026. Petugas kloter bersama tim medis kemudian segera merujuk Syamsu Kari Sudin ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebelum akhirnya dipindahkan ke Saudi German Hospital untuk penanganan lebih lanjut.

“Kondisi kesehatan almarhum mulai menurun pada 19 Mei 2026. Kami bersama dokter langsung merujuk almarhum ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebelum akhirnya dipindahkan ke Saudi German Hospital untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Busra.

Sebelum menjalani perawatan di rumah sakit, almarhum sempat mengeluhkan nyeri pada ulu hati yang menjalar hingga ke bagian dada. Keluhan itu disebut semakin terasa berat saat almarhum melakukan aktivitas, berbicara, maupun saat mengonsumsi makanan padat.

Setelah dirawat selama dua hari, Syamsu Kari Sudin dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore waktu setempat. Informasi wafatnya jemaah tersebut diterima petugas kloter dari pihak syarikah sekitar pukul 17.30 WAS atau 21.30 WIB.

Usai menerima kabar duka tersebut, Ketua Kloter bersama dokter, pembimbing ibadah, dan perawat langsung menuju rumah sakit untuk menjemput jenazah serta mengurus proses pemulasaran.

“Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan usai salat Subuh,” ujar Busra Nazir.

Jenazah Syamsu Kari Sudin kemudian dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah, pada Jumat (22/5/2026) dini hari waktu setempat. Prosesi pemakaman didampingi petugas Kloter 10 dan pihak syarikah.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya jemaah asal Pasaman tersebut. Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima dan mendapatkan predikat haji mabrur.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya dengan prediket haji mabrur,” kata Rifki.

Selain menyampaikan duka, Rifki juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna. Ia meminta jemaah mengurangi aktivitas di luar kebutuhan ibadah wajib agar stamina tetap terjaga di tengah cuaca panas dan aktivitas padat di Tanah Suci.

Rifki juga memberi perhatian khusus kepada petugas haji agar lebih intensif memantau kesehatan jemaah, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi.

“Kalau perlu lakukan visit ke kamar jemaah minimal dua kali dalam sehari, terutama jemaah lansia dan risiko tinggi. Jangan menunggu jemaah sakit dulu, petugas harus aktif menanyakan kondisi jemaah,” tegasnya.

Hingga saat ini, tercatat sudah empat jemaah Embarkasi Padang meninggal dunia di Tanah Suci. Dua jemaah sebelumnya wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi, yakni Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu serta Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi.

Sementara satu jemaah lainnya yang wafat di Makkah adalah Imam Kanapi (81) asal Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang dimakamkan di pemakaman Syara'i.

Bertambahnya jumlah jemaah wafat membuat pengawasan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji semakin diperketat, khususnya terhadap jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. (*)

Baca Juga

2 Pelajar di Tanah Datar Tewas Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam
2 Pelajar di Tanah Datar Tewas Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam
Carel Syadef Hengkang dari PSP Padang, Singgung Masalah Internal
Carel Syadef Hengkang dari PSP Padang, Singgung Masalah Internal
Gangguan Gardu Induk Sebabkan Listrik Padam Total di Sejumlah Wilayah Sumatera
Gangguan Gardu Induk Sebabkan Listrik Padam Total di Sejumlah Wilayah Sumatera
Listrik Padam Total di Sumbar, Gangguan Disebut Meluas hingga Sejumlah Provinsi Sumatera
Listrik Padam Total di Sumbar, Gangguan Disebut Meluas hingga Sejumlah Provinsi Sumatera
Resmi Dilepas, PSPP Siap Harumkan Padang Panjang di Liga 4 Nasional
Resmi Dilepas, PSPP Siap Harumkan Padang Panjang di Liga 4 Nasional
Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Wafat di Makkah
Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Wafat di Makkah