Silly Aguspa Ungkap Pengalaman Haji yang Tak Terlupakan, Makanan Berlimpah hingga Es Krim di Mana-Mana

Sumbardaily.com – Pengalaman menjalankan ibadah haji identik dengan perjuangan fisik, cuaca panas, dan berbagai tantangan selama berada di Tanah Suci. Namun, cerita berbeda justru datang dari Silly Aguspa, jemaah Kloter 03 Padang asal Bengkulu yang mengaku merasakan pengalaman berhaji yang sangat menyenangkan, nyaman, dan jauh dari bayangan sulit yang selama ini sering didengarnya.

Perempuan berusia 37 tahun tersebut menjadi salah satu jemaah yang menarik perhatian saat berada di Debarkasi Padang, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pada 7 Juni lalu. Di tengah ratusan jemaah yang sedang menjalani transit sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke daerah masing-masing, Silly tampak tak henti menebarkan senyum bahagia sambil berbincang dengan kerabat yang juga menunaikan ibadah haji.

Ibu rumah tangga asal Provinsi Bengkulu yang sehari-hari mendampingi suaminya yang berprofesi sebagai pekebun itu mengaku sangat bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar.

Menurut Silly, pengalaman yang ia rasakan justru berbanding terbalik dengan berbagai cerita yang pernah didengarnya tentang beratnya perjalanan haji. Selama berada di Tanah Suci, ia mengaku tidak menemukan hambatan berarti, termasuk dalam urusan konsumsi dan fasilitas.

"Enak sekali! Kalau dengar cerita sebelum-sebelumnya kan katanya banyak halangan dan hambatan. Ternyata pas dijalani, alhamdulillah semuanya lancar. Makanannya berlimpah dan tidak ada kendala apa pun," ujar Silly dengan wajah penuh rasa syukur.

Salah satu hal yang paling membekas dalam ingatannya adalah melimpahnya makanan yang tersedia bagi jemaah. Bahkan, menurutnya, jumlah makanan yang disediakan sering kali jauh lebih banyak dibandingkan yang mampu dikonsumsi para jemaah.

Di dalam tenda maktab tempatnya menginap, berbagai jenis makanan dan buah-buahan tersedia dalam jumlah besar. Jeruk, apel, hingga pisang tampak bertebaran karena tidak seluruhnya habis dimakan.

"Di tenda kami itu berserakan makanan seperti jeruk, apel, dan pisang. Semuanya seperti tidak ada harga diri lagi, karena tidak kemakan. Perut kita kan terbatas kapasitasnya," katanya sambil tertawa.

Sempat Takut Kelaparan Saat Armuzna

Silly juga membagikan pengalaman menarik ketika hendak mengikuti fase puncak haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebelum berangkat, ia sempat merasa khawatir setelah mendengar berbagai cerita dari musim haji tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatiran itu membuatnya membongkar kembali barang bawaan dan mengisi tas dengan berbagai makanan sebagai bekal cadangan.

Ia mengaku takut mengalami kekurangan makanan selama berada di tenda saat pelaksanaan puncak ibadah haji.

Namun, kecemasan tersebut ternyata tidak terbukti. Bahkan sebelum tiba di tujuan, pelayanan konsumsi sudah diterima sejak berada di dalam bus.

"Belum sampai ke Armuzna, baru naik bus saja kami sudah langsung dikasih snack. Waktu itu tetap diambil karena takut kelaparan di sana kan," kenangnya.

Sesampainya di Arafah, rasa khawatir yang sempat muncul langsung berubah menjadi kekaguman. Ia mendapati fasilitas yang tersedia di tenda jauh lebih lengkap dari yang dibayangkan sebelumnya.

Jemaah mendapatkan tempat tidur lengkap dengan alas, bantal, dan selimut. Selain itu tersedia pula berbagai perlengkapan lain yang menunjang kenyamanan selama menjalani ibadah.

"Pas nyampai di Arafah, dikasih tempat tidur yang sudah lengkap dengan alasnya, bantal, sampai selimut. Ada tumbler, kopi, payung, semuanya lengkap, Masya Allah. Di situ kami langsung mikir, buat apa kemarin bawa bekal banyak-banyak kalau tahu fasilitasnya selengkap ini?" ungkapnya.

Es Krim Gratis Jadi Kenangan Paling Berkesan

Dari sekian banyak pengalaman yang dialaminya selama berhaji, keberadaan es krim gratis justru menjadi salah satu hal yang paling membekas dalam ingatan Silly.

Menurutnya, cuaca panas di Arab Saudi terasa lebih mudah dihadapi karena petugas menyediakan es krim dalam jumlah yang sangat banyak di berbagai lokasi.

Kondisi tersebut membuat para jemaah dapat menikmati es krim kapan saja tanpa perlu khawatir kehabisan.

"Es krim ada di mana-mana! Setiap tenda itu es krimnya banyak sekali. Memang di sana cuacanya panas, tapi karena es krim ada di mana-mana, kami boleh ambil sepuasnya," tutur Sily.

Selain menikmati fasilitas yang memadai, Silly juga menilai seluruh proses pelaksanaan ibadah berjalan dengan tertib. Saat menjalani skema murur di Muzdalifah, ia tidak menemukan kendala berarti.

Bahkan ketika mengikuti prosesi melontar jumrah yang selama ini dikenal identik dengan keramaian dan kepadatan jemaah, ia merasakan suasana yang relatif nyaman karena jalur yang dilalui tidak terlalu padat.

Kini, meski telah kembali menginjakkan kaki di Indonesia dan bersiap melanjutkan penerbangan menuju Bengkulu, Silly mengaku masih sulit mempercayai bahwa dirinya telah berhasil menunaikan ibadah haji.

Perjalanan spiritual tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya.

"Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi bisa sampai di sana. Ini sudah pulang lagi ke Indonesia, tapi rasanya masih seperti mimpi," ujarnya haru.

Kebahagiaan Silly semakin lengkap karena ia juga membawa pulang Al-Qur'an gratis yang diperolehnya di Jeddah sebelum memasuki ruang tunggu bandara.

Kisah Silly Aguspa menjadi gambaran pengalaman berhaji yang penuh kenyamanan dan kebahagiaan. Pengalaman yang ia rasakan menunjukkan bagaimana pelayanan yang diterimanya selama musim haji 2026 mampu memberikan ketenangan, kemudahan, serta kenangan mendalam yang akan terus dikenangnya sepanjang hidup. (*)

Baca Juga

Tangis Jemaah Haji Kloter 14 Padang Pecah Jelang Armuzna, Suasana Haru Selimuti Hotel di Makkah
Tangis Jemaah Haji Kloter 14 Padang Pecah Jelang Armuzna, Suasana Haru Selimuti Hotel di Makkah
Jemaah Haji Pasaman Wafat di Tanah Suci, Petugas Diminta Lebih Aktif Visit Kamar
Jemaah Haji Pasaman Wafat di Tanah Suci, Petugas Diminta Lebih Aktif Visit Kamar
Fikih Haid Jadi Pertanyaan Terbanyak Jemaah, Kloter 14 Padang Gelar Bimbingan Khusus di Makkah
Fikih Haid Jadi Pertanyaan Terbanyak Jemaah, Kloter 14 Padang Gelar Bimbingan Khusus di Makkah
Transformasi Haji 2026, PPIH Arab Saudi Digitalisasi 1,19 Juta Boks Makanan Jemaah
Transformasi Haji 2026, PPIH Arab Saudi Digitalisasi 1,19 Juta Boks Makanan Jemaah
Kulsum Subuh di Makkah Perkuat Mental Jemaah Haji Embarkasi Padang Jelang Armuzna
Kulsum Subuh di Makkah Perkuat Mental Jemaah Haji Embarkasi Padang Jelang Armuzna
Gelombang II Haji 2026 Dimulai, Kloter 12 Embarkasi Padang Langsung Terbang ke Jeddah
Gelombang II Haji 2026 Dimulai, Kloter 12 Embarkasi Padang Langsung Terbang ke Jeddah