Sumbardaily.com - Persija Jakarta resmi memulai era baru bersama pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY). Mantan juru taktik Tim Nasional (Timnas) Indonesia itu mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya menerima pinangan Macan Kemayoran dan memulai tantangan baru di kompetisi Super League atau Liga 1 Indonesia.
Kehadiran STY menjadi salah satu kabar besar di sepak bola nasional setelah Persija Jakarta secara resmi memperkenalkannya sebagai pelatih kepala. STY telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk memimpin tim ibu kota dalam mengarungi berbagai kompetisi ke depan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/5/2026), STY menjelaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Persija bukan semata-mata karena reputasi klub besar tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya ingin mencari tantangan baru sekaligus membangun sesuatu yang lebih baik bagi tim.
Menurut STY, motivasi terbesar yang mendorongnya menerima tawaran Persija adalah keinginan untuk mengembangkan sistem permainan yang lebih kuat dan membawa tim ke level yang lebih tinggi.
“Saya datang ke sini karena ingin mencari tantangan baru, apakah itu soal sistem atau hal lainnya. Saya ingin mengembangkan sesuatu yang lebih baik untuk tim ini,” ujar STY.
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi pelatih berusia asal Korea Selatan itu untuk tidak sekadar menangani klub besar, tetapi juga menciptakan fondasi permainan yang mampu meningkatkan kualitas Persija secara menyeluruh.
STY bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Selama lima tahun menangani Timnas Indonesia, ia telah mengenal karakter sepak bola nasional, termasuk kekuatan dan tradisi yang dimiliki Persija Jakarta.
Pengalaman panjang tersebut membuat STY merasa cukup memahami kultur sepak bola Indonesia. Bahkan, ia mengaku memiliki kesan positif terhadap Persija sejak masih bertugas bersama Timnas Indonesia.
“Saya sudah lama berada di Indonesia selama lima tahun, jadi saya cukup mengenal Persija. Waktu itu saya merasakan bahwa Persija Jakarta adalah tim terbaik di Indonesia,” tuturnya.
Penilaian itu menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinannya untuk menerima tawaran dari klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Dengan pengalaman yang dimiliki, STY merasa memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan baru bersama Persija.
Meski demikian, STY menyadari bahwa persaingan di Liga 1 Indonesia tidak akan mudah. Sejumlah klub kuat seperti PSM Makassar, Borneo FC, dan Bali United menjadi pesaing yang harus dihadapi dalam perebutan prestasi.
Kendati kompetisi berlangsung ketat, STY tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dan pertemuan dengan manajemen Persija memberikan keyakinan bahwa klub ini memiliki visi yang sejalan dengan dirinya.
Kepercayaan tersebut membuatnya mantap menerima tanggung jawab sebagai pelatih baru Persija. Ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola Indonesia secara umum.
“Saya ingin menantang diri saya di Liga 1 Indonesia. Saya ingin membantu perkembangan tim ini, baik dari segi prestasi, sistem permainan, hingga kontribusi nyata untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” kata STY.
Dengan kontrak berdurasi tiga tahun yang telah disepakati, Persija Jakarta kini menaruh harapan besar kepada STY untuk membawa Macan Kemayoran tampil lebih kompetitif. Ambisi membangun sistem permainan yang lebih baik dan meningkatkan prestasi tim menjadi target yang ingin diwujudkan dalam periode kepemimpinannya bersama klub ibu kota tersebut. (*)
















