Fakta Baru Pembunuhan di Kuranji Padang Ungkap Pisau Sudah Disiapkan Sebelum Kejadian

Fakta Baru Pembunuhan di Kuranji Padang Ungkap Pisau Sudah Disiapkan Sebelum Kejadian

Kapolsek Kuranji, Kompol Dr Hendri Bayola. (Dok. Sumbar Daily)

Sumbardaily.com - Fakta baru terungkap dalam proses rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Hari Zanto di Jalan Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Sebilah pisau yang digunakan dalam aksi penusukan ternyata disebut sudah dibawa oleh tersangka berinisial A sebelum mendatangi rumah korban.

Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting yang terungkap saat jajaran Polsek Kuranji bersama Polresta Padang menggelar rekonstruksi perkara pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Dalam proses reka ulang yang memperagakan sebanyak 27 adegan itu, penyidik memperlihatkan rangkaian kejadian mulai dari kedatangan tersangka menggunakan sepeda motor, pertemuan dengan korban di teras rumah, hingga detik-detik terjadinya penusukan yang menyebabkan Hari Zanto meninggal dunia.

Informasi mengenai keberadaan pisau tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa senjata tajam itu tidak ditemukan secara tiba-tiba di lokasi kejadian, melainkan diduga telah dibawa tersangka sejak awal perjalanan menuju rumah korban.

Kapolsek Kuranji Kompol Hendri mengatakan, salah satu bagian paling krusial dalam rekonstruksi berada pada momen awal perdebatan antara korban dan tersangka hingga terjadinya aksi penusukan.

"Proses rekonstruksi berlangsung lancar dengan total 27 adegan yang diperagakan. Perbedaan keterangan atau aksi saling bantah antara saksi dan tersangka dalam rekonstruksi adalah hal yang wajar," ujar Hendri.

Menurut Hendri, seluruh rangkaian adegan yang diperagakan menjadi bagian penting bagi penyidik untuk memperjelas kronologi kejadian. Hasil rekonstruksi tersebut nantinya akan melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, tersangka mengakui bahwa pisau tersebut memang telah dibawanya sejak awal sebelum mendatangi rumah korban.

Pisau itu disebut berada di dalam sepeda motor yang digunakan tersangka ketika menuju kediaman Hari Zanto.

Saat proses rekonstruksi berlangsung, adegan kedatangan tersangka menjadi salah satu bagian yang diperagakan. Tersangka datang menggunakan sepeda motor, kemudian bertemu korban di teras rumah.

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung untuk membahas persoalan pekerjaan. Keduanya membicarakan mengenai tugas jaga malam dan aktivitas memasukkan barang pada sebuah proyek di wilayah tersebut.

Namun, pembicaraan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi ketegangan setelah terjadi perbedaan pendapat.

Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari perselisihan antara korban Hari Zanto dan tersangka A yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

“Pada Selasa (28/4/2026) siang telah terjadi tindakan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya orang lain di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji,” katanya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di Jalan Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik. Saat itu tersangka mendatangi rumah korban dan keduanya terlibat percakapan di teras rumah.

Dalam rekonstruksi, penyidik memperagakan bagaimana situasi mulai berubah ketika terjadi adu mulut antara korban dan tersangka.

Tersangka mengucapkan kalimat, "apak-apak awak mah" (bapak sudah seperti bapak saya), yang kemudian dijawab korban dengan ucapan, "ade anak apak juo" (Ade anak bapak juga).

Melihat situasi tidak terkendali, korban sempat mencoba menenangkan tersangka. Korban mengucapkan, "sabalah ade" (Sabarlah, De), sambil berusaha menghindari konflik.

Namun, tersangka kemudian mengeluarkan pisau yang sebelumnya telah dibawanya.

Korban yang menyadari adanya ancaman berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh. Akan tetapi, saat berusaha melarikan diri, korban tersandung sebuah kursi hingga terjatuh dalam posisi terlentang.

Dalam kondisi tersebut, tersangka langsung menusukkan pisau ke arah perut korban.

Meski mengalami luka serius, Hari Zanto masih sempat bangkit dan berusaha menyelamatkan diri. Korban kemudian kembali terjatuh sekitar 10 meter dari lokasi awal.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh pelapor Nur Erni Yusnita (48).

Namun sekitar pukul 13.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Hari Zanto meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Setelah kejadian, tersangka sempat meninggalkan lokasi. Namun, Satreskrim Polresta Padang kemudian melakukan pendekatan kepada keluarga tersangka agar yang bersangkutan menyerahkan diri.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, Satreskrim Polresta Padang melakukan upaya pendekatan kepada keluarga menyampaikan agar si pelaku diserahkan atau menyerahkan diri ke pihak kepolisian," ucap Ipda Ryan.

Upaya tersebut berhasil. Pada malam hari setelah kejadian, keluarga menyampaikan bahwa tersangka telah menyerahkan diri sebelum akhirnya diantar ke Polresta Padang.

Dari pemeriksaan awal, tersangka mengaku tidak menyangka tindakannya menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, dorongan dari keluarga juga menjadi faktor yang membuat tersangka akhirnya memilih menyerahkan diri.

Kasus tersebut tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/26/IV/2026/SPKT/Polsek Kuranji/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dalam perkara tersebut. Rekonstruksi dengan 27 adegan menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kesesuaian antara keterangan saksi, tersangka, dan bukti yang ditemukan selama proses penyidikan.

Perkara tersebut selanjutnya akan diproses sesuai tahapan hukum sebelum diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menentukan langkah penuntutan dalam persidangan. (*)

Baca Juga

Istri korban Hari Zanto, Nur Erni Yusnita, menyaksikan rekonstruksi kasus pembunuhan di Gunung Sarik, Kuranji, Kota Padang, sambil mengungkap harapan keadilan bagi keluarganya.
Tangis Istri Korban Pembunuhan Kuranji Padang Buka Suara, Anak-anak Terlantar usai Suami Tewas
Petugas kepolisian memperagakan rekonstruksi awal mula pembunuhan Hari Zanto di Jalan Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang disaksikan warga.
Awal Mula Tragedi Berdarah di Kuranji, Persoalan Pekerjaan Berakhir dengan Hilangnya Nyawa
Petugas kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan memperagakan 27 adegan yang disaksikan warga.
Kasus Pembunuhan di Kuranji Padang Masuk Babak Baru, Rekonstruksi Ungkap Kronologi Lengkap Penusukan
Pemprov Sumbar Ungkap Kendala Distribusi BBM, Satu Barcode Dipakai Banyak Kendaraan Jadi Sorotan
Pemprov Sumbar Ungkap Kendala Distribusi BBM, Satu Barcode Dipakai Banyak Kendaraan Jadi Sorotan
Petugas kepolisian berada di lokasi penemuan jenazah seorang penjual buah di toilet Masjid Nurul Yaqin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Penjual Buah Ditemukan Meninggal di Toilet Masjid Padang, Awalnya Berawal dari Sandal yang Tertinggal
Kemenag Targetkan Edukasi Pencegahan Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
Kemenag Targetkan Edukasi Pencegahan Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum Mulai Tahun Ajaran 2026/2027