Sumbardaily.com – Denny Shulton akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan besar yang diambilnya pada awal Mei 2026 lalu. Di tengah peluang berkarier di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, ia justru memilih menerima amanah sebagai General Manager Semen Padang FC dibanding bergabung dengan klub Liga 1 yang menawarkan posisi strategis di level kompetisi nasional.
Bagi Denny, keputusan tersebut bukan semata-mata soal jabatan atau gengsi berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia menegaskan bahwa pilihannya berlabuh di Kota Padang didasarkan pada visi jangka panjang dan perhitungan strategis yang telah dipertimbangkan secara matang.
Kisah tersebut dibagikan Denny melalui tulisan terbaru di blog pribadi serta akun media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan momen ketika harus menentukan arah kariernya setelah menerima dua tawaran besar yang datang hampir bersamaan.
"Beberapa waktu lalu, tepatnya awal bulan Mei lalu, saya berada di persimpangan krusial tersebut. Dua panggilan telepon masuk secara bergantian, membawa dua tawaran besar dari klub yang memiliki sejarah panjang dan basis massa yang luar biasa di Indonesia," ungkap Denny, dikutip Senin (8/6/2026).
Menurutnya, panggilan pertama berasal dari sebuah klub mapan yang berkompetisi di Liga 1. Klub tersebut menawarkan posisi Manajer Tim, jabatan yang dinilainya sangat menarik karena memberikan kesempatan bekerja di level tertinggi kompetisi sepak bola nasional.
Tawaran tersebut tidak datang tanpa daya tarik. Selain berada di kompetisi Liga 1, posisi yang ditawarkan juga memberikan eksposur luas di tingkat nasional dan peluang untuk terlibat langsung dalam atmosfer kompetisi elite Indonesia.
Namun, tidak lama setelah itu, Denny menerima panggilan kedua yang mengubah arah pertimbangannya. Manajemen Semen Padang FC menawarkan posisi General Manager, sebuah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan dan pengembangan klub secara menyeluruh.
Alih-alih memilih jalur yang dianggap lebih bergengsi, Denny justru merasa tertantang oleh kesempatan yang diberikan Semen Padang FC. Ia melihat klub berjuluk Kabau Sirah itu sebagai tempat yang tepat untuk mewujudkan gagasan dan visi yang selama ini ingin ia jalankan dalam dunia sepak bola.
"Saya memilih Padang. Keputusan ini diambil bukan berdasarkan impulsivitas, melainkan atas dasar perhitungan strategis yang terukur," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan bahwa keputusan menerima pinangan Semen Padang FC bukan keputusan spontan. Denny menilai kesempatan membangun klub bersejarah asal Sumatera Barat (Sumbar) itu memiliki nilai yang lebih besar dibanding sekadar mengejar posisi di klub Liga 1.
Baginya, Semen Padang FC menawarkan tantangan yang berbeda. Klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia itu dinilai memiliki potensi besar untuk kembali berkembang dengan dukungan seluruh elemen yang ada.
Keputusan Denny memilih Semen Padang FC kemudian mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Setelah mengumumkan langkah barunya tersebut melalui media sosial, dukungan dan ucapan selamat mengalir dari banyak pihak.
Dalam salah satu unggahan Instagram, Denny terlihat berpose santai di sebuah lapangan hijau dengan latar belakang fasilitas pabrik PT Semen Padang. Unggahan itu menarik perhatian banyak pengguna media sosial yang memberikan dukungan atas perannya bersama Kabau Sirah.
Tidak hanya dari masyarakat umum, sejumlah figur publik juga turut memberikan apresiasi. Nama-nama seperti pesepak bola Feri Pahabol, Mauro Zijlstra, hingga penyanyi Fitri Carlina tampak meramaikan kolom komentar dengan ucapan selamat bertugas dan doa terbaik untuk perjalanan barunya di Semen Padang FC.
Dukungan tersebut menjadi sinyal positif terhadap harapan publik kepada Denny dalam menjalankan tugas sebagai General Manager. Jabatan tersebut memang memiliki peran penting dalam mengoordinasikan berbagai aspek manajemen klub demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Meski kini dipercaya menempati posisi strategis di jajaran manajemen Semen Padang FC, Denny tetap memosisikan dirinya sebagai sosok yang lebih nyaman bekerja di balik layar. Ia mengaku tidak pernah mengejar sorotan publik dan lebih menikmati proses membantu orang lain meraih kesuksesan.
"Sebagai penutup, perkenalkan, saya Denny Shulton. Saya sejatinya hanyalah seorang pekerja yang lebih nyaman berdiri di belakang layar. Saat saya melihat semua orang yang berada di atas panggung itu tersenyum lepas dan bahagia, maka saya pun akan ikut tersenyum," tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan filosofi kerja yang ingin dibawanya ke Semen Padang FC. Denny menilai keberhasilan sebuah klub tidak dibangun oleh satu individu, melainkan melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, salah satu pesan pertama yang ia sampaikan setelah menerima amanah sebagai General Manager adalah ajakan untuk memperkuat kebersamaan. Ia berharap seluruh elemen sepak bola di Sumatera Barat dapat bersatu mendukung perjalanan Semen Padang FC.
Menurutnya, dukungan dari masyarakat, suporter, pemain, dan manajemen menjadi modal penting untuk membawa Kabau Sirah kembali ke jalur prestasi dan kejayaan.
"Untuk seluruh warga Sumatera Barat dan tentunya para pendukung setia laskar Kabau Sirah di mana pun berada, saya dengan segala kerendahan hati memohon dukungan penuh, kawalan yang tiada henti, dan tentunya panjatan doa tulus dari kalian semua ya. Mari kita rapatkan barisan, berjuang bersama-sama, dan kita bawa pulang kembali takhta kejayaan serta masa keemasan itu ke tanah kebanggaan kita, Padang!" tutup Denny.
Keputusan Denny Shulton menolak tawaran dari klub Liga 1 dan memilih bergabung dengan Semen Padang FC menjadi bukti bahwa pertimbangan karier tidak selalu ditentukan oleh besarnya kompetisi atau sorotan publik.
Bagi Denny, kesempatan untuk ikut membangun masa depan Kabau Sirah melalui jabatan General Manager menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan visi yang ingin diwujudkannya dalam dunia sepak bola Indonesia. (*)
















