Sumbardaily.com, Padang Panjang – Program trauma healing yang digelar Relawan Posko Diniyyah Puteri menghadirkan suasana lebih menenangkan bagi anak-anak penyintas bencana banjir bandang di GOR Bancah Laweh, Kota Padang Panjang.
Melalui pendampingan psikososial, berbagai permainan, dan aktivitas edukatif, kegiatan ini dirancang untuk membantu anak memulihkan kestabilan emosional setelah menghadapi dampak banjir bandang.
Pendekatan yang menyasar kebutuhan mental anak penyintas ini menjadi upaya penting dalam mengurangi kecemasan yang kerap muncul selama masa pengungsian.
Sebanyak 70 anak mengikuti sesi yang melibatkan dosen dan mahasiswi STIT Diniyyah Puteri serta tim Diniyyah Wafa Care. Peserta berasal dari keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan hingga kehilangan anggota keluarga.
Para relawan berupaya menciptakan ruang aman agar mereka dapat kembali merasa nyaman dan memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama proses pemulihan.
Koordinator program, Taufik Rahman, menegaskan bahwa bantuan psikososial menjadi bagian penting dari penanganan masa pascabencana.
“Kegiatan seperti ini memastikan mereka tetap mendapat perhatian, dukungan mental, dan kesempatan untuk kembali ceria meski tinggal sementara di lokasi pengungsian,” ujarnya dikutip Sabtu (29/11/2025).
Program trauma healing ini disambut baik oleh para orang tua serta warga yang mengungsi di GOR Bancalaweh. Mereka berharap aktivitas serupa dapat terus digelar agar anak-anak tetap mendapat pendampingan selama masa tanggap darurat bencana. (red)
















