62 Huntara dan 94 Huntap Disiapkan untuk Korban Bencana di Pesisir Selatan

62 Huntara dan 94 Huntap Disiapkan untuk Korban Bencana di Pesisir Selatan

Pembangunan huntara untuk warga terdampak bencana di Pesisir Selatan. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Sumbardaily.com, Pesisir Selatan – Pemerintah daerah terus mempercepat penyediaan hunian sementara bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Sebanyak 62 unit hunian sementara (huntara) direncanakan akan dibangun di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri, mengungkapkan bahwa dari total kebutuhan tersebut, 22 unit huntara saat ini sudah memasuki tahap pembangunan, sementara 40 unit lainnya masih menunggu kepastian lahan yang sesuai dengan kriteria keamanan dan kelayakan hunian.

Mulyandri menyebutkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh pembangunan huntara tersebut dapat rampung pada 10 Januari 2026. Target ini ditetapkan agar masyarakat terdampak dapat segera keluar dari kondisi darurat dan memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak.

“Pembangunan huntara ditargetkan selesai pada 10 Januari mendatang. Saat ini proses berjalan, meskipun masih ada tahapan pencarian lahan untuk sebagian unit,” ujar Mulyandri, Kamis (1/12/2026).

Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan 94 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Perbedaan jumlah antara huntara dan huntara tersebut, kata Mulyandri, disebabkan oleh pilihan sebagian warga yang mengungsi secara mandiri. Warga yang memilih tidak menempati huntap mendapatkan dukungan pemerintah melalui Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Hingga sekarang tidak ada kendala yang signifikan. Namun, progres pembangunan sempat melambat karena faktor cuaca,” kata Mulyandri menjelaskan.

Percepatan pembangunan huntara ini turut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan. Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi meninjau kondisi lapangan sekaligus memastikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Mahyeldi menegaskan, keberadaan huntara memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat keluar dari situasi darurat pascabencana. Oleh karena itu, pembangunan huntara harus dilakukan dengan kualitas yang baik, aman, serta memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.

“Kita ingin masyarakat segera keluar dari kondisi darurat. Huntara ini harus dibangun dengan baik, aman, dan nyaman, sambil terus menyiapkan solusi hunian yang lebih permanen,” ujar Mahyeldi.

Selain aspek fisik bangunan, Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kesehatan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil. Menurutnya, penyediaan huntara bukan sekadar pembangunan tempat tinggal, tetapi bagian integral dari proses pemulihan pascabencana yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. (red)

Baca Juga

Guru Ngaji di Pesisir Selatan Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Begini Skemanya
Guru Ngaji di Pesisir Selatan Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Begini Skemanya
SP4N-LAPOR! Pessel Dipercepat, Pengaduan Warga Kini Bisa Selesai dalam Hitungan Jam
SP4N-LAPOR! Pessel Dipercepat, Pengaduan Warga Kini Bisa Selesai dalam Hitungan Jam
Warga Pesisir Selatan dan Agam Masih Tinggal di Huntara, DPR RI Dorong Huntap Segera Dibangun
Warga Pesisir Selatan dan Agam Masih Tinggal di Huntara, DPR RI Dorong Huntap Segera Dibangun
Paralayang Langkisau Pesisir Selatan Berupaya Bangkit, Bantuan Peralatan Mulai Didorong
Paralayang Langkisau Pesisir Selatan Berupaya Bangkit, Bantuan Peralatan Mulai Didorong
Marapulai Basunting dan Manjalang Rumah Mande Rubiah, Dua Tradisi Pesisir Selatan Kini Diakui Negara
Marapulai Basunting dan Manjalang Rumah Mande Rubiah, Dua Tradisi Pesisir Selatan Kini Diakui Negara
Kearifan Lokal Minangkabau Didorong Jadi Fondasi Transisi Energi di Sumbar
Kearifan Lokal Minangkabau Didorong Jadi Fondasi Transisi Energi di Sumbar