2.053 Warga Situjuah Tak Lagi Terisolasi, DPRD Soroti Lubang Mirip Sinkhole yang Belum Ditimbun

Sumbardaily.com – Sebanyak 2.053 jiwa atau sekitar 600 kepala keluarga di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya tidak lagi terisolasi setelah akses jalan kabupaten ruas Ladang Laweh-Batas Batusangkar berhasil dibersihkan dari material longsor, Kamis (14/5/2026).

Meski akses jalan sudah kembali dapat dilalui kendaraan, ancaman baru justru muncul di lokasi yang tidak jauh dari titik longsor. Badan jalan kabupaten dilaporkan berlubang besar mirip sinkhole dan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen. Kondisi itu memicu kritik dari DPRD Limapuluh Kota terhadap lambatnya penanganan bencana oleh BPBD setempat.

Pembukaan akses jalan dilakukan secara gotong royong oleh ratusan warga Nagari Situjuah Ladang Laweh. Warga membersihkan timbunan tanah longsor secara manual dengan bantuan mobil penggelontor air milik Dinas Pemadam Kebakaran.

Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi, mengatakan masyarakat terpaksa bergerak cepat karena alat berat milik pemerintah daerah yang dinanti baru tiba setelah warga selesai melakukan gotong royong.

“Jalan sudah bisa dilalui setelah masyarakat membersihkan material longsor secara manual. Alat berat pemda yang ditunggu baru datang sore hari setelah warga bergotong royong,” ujar Mawardi didampingi Ketua Bamus Ustad Yulius, Kepala Jorong Atas Riswan, dan Kepala Jorong Bawah Rijola Andiko.

Menurut Mawardi, meski akses utama sudah terbuka, kondisi di sekitar lokasi longsor masih membutuhkan penanganan lanjutan menggunakan alat berat. Lereng tebing di lokasi longsor masih dipenuhi material tanah berlumpur dan batang kayu tumbang yang berpotensi memicu longsor susulan.

Selain itu, bahu jalan yang terban ke jurang juga dinilai perlu segera diperkuat dengan penurapan atau dam penahan agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.

Tak hanya ancaman longsor, warga juga dihadapkan pada kondisi jalan berlubang besar yang berada sekitar 100 meter dari titik longsor. Lubang tersebut disebut mirip sinkhole dan hingga kini belum ditimbun sama sekali.

“Kemudian sekitar seratus meter dari lokasi longsor, badan jalan kabupaten juga berlubang mirip sinkhole Situjuah. Lubang ini belum ditimbun sama sekali. Untuk sementara warga yang keluar masuk nagari harus kembali melewati jalan lama yang sebelumnya sudah tidak dilewati lagi karena bekas longsor,” kata Mawardi Dt Sinaro Paneh bersama Riswan.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky. Politikus yang membidangi kebencanaan dan infrastruktur umum itu menilai BPBD Limapuluh Kota lambat dalam menetapkan status tanggap darurat bencana.

Menurut Fajar Vesky, situasi yang terjadi sebenarnya sudah memenuhi syarat penetapan status tanggap darurat karena ribuan warga sempat terisolasi, aktivitas ekonomi terganggu, hingga tiga sekolah terpaksa diliburkan.

Ia menyebut keterlambatan penetapan status tanggap darurat membuat proses penanganan di lapangan menjadi tidak maksimal. Bahkan petugas yang datang disebut tidak dibekali logistik memadai, termasuk persoalan bahan bakar minyak untuk operasional alat berat.

“Contoh kelambanan penetapan status tanggap darurat ini, petugas yang datang tidak dibekali logistik memadai. Bahkan untuk alat berat sempat kesulitan memikirkan BBM. Dari awal kami menyarankan, kalau dana operasional terbatas, tetapkan status tanggap darurat agar penggunaan Rp2,5 miliar dana BTT dalam APBD 2026 bisa dilegalkan,” kata Fajar Vesky.

Fajar juga mengingatkan agar performa BPBD Limapuluh Kota yang sebelumnya pernah menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional tidak mengalami penurunan.

Menurutnya, manajemen kebencanaan harus dilakukan secara komunikatif, memahami kondisi lapangan, dan berani mengambil keputusan cepat demi keselamatan masyarakat.

“Manajerial di BPBD harus komunikatif, berjiwa lapangan, memahami aturan, dan tidak boleh takut mengambil kebijakan agar rakyat tidak menderita saat terjadi bencana. Kita punya dana BTT Rp2,5 miliar di APBD 2026. Gunakan itu untuk bencana, jangan ditahan-tahan,” tegas M. Fajar Rillah Vesky.

Ia juga menyoroti bahwa bencana tidak hanya terjadi di Situjuah Ladang Laweh. Dalam beberapa hari terakhir, bencana longsor dan kerusakan infrastruktur juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Limapuluh Kota.

Wilayah yang terdampak di antaranya Nagari Tungkar, Nagari Situjuah Batua, dan Nagari Situjuah Banda Dalam. Selain itu, longsor juga terjadi di ruas jalan provinsi Payakumbuh-Lintau yang berada di kawasan Lareh Sago Halaban dan Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru.

Khusus untuk jalan kabupaten ruas Ladang Laweh-Batas Batusangkar yang berlubang mirip sinkhole, Fajar meminta pemerintah daerah segera melakukan penimbunan karena akses sementara yang digunakan warga dinilai belum aman.

Ia mengingatkan titik tersebut sebelumnya juga pernah mengalami longsor sehingga berpotensi membahayakan masyarakat jika tidak segera diperbaiki.

“Khusus badan jalan kabupaten ruas Ladang Laweh-Batas Batusangkar yang berlubang mirip sinkhole harus segera ditimbun. Akses jalan sementara saat ini belum aman karena pernah longsor di titik yang sama. Kalau tidak bisa memakai dana BTT, perbaiki melalui program OPD atau TKD yang sedang direview APIP. Apalagi sudah ada laporan dan SK bencana dari nagari,” ujar Fajar Rillah Vesky.

Selain meminta penanganan di Situjuah Ladang Laweh dipercepat, Fajar Vesky juga meminta pemerintah daerah menangani dampak bencana di Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Batua.

Di Nagari Tungkar, terdapat rumah guru yang halaman rumahnya longsor dan membutuhkan bantuan pemerintah daerah. Selain itu, jalan, irigasi, lubuk ikan larangan, serta area persawahan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.

Fajar turut menyoroti kondisi Sungai Batang Sandir yang dinilai perlu segera dinormalisasi dan memerlukan dukungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera. (*)

Baca Juga

Warga Solok Diliburkan 9 September, Ada Pemilihan Wali Nagari Serentak
Warga Solok Diliburkan 9 September, Ada Pemilihan Wali Nagari Serentak
BPBD Kota Padang membagikan masker kepada masyarakat di tengah kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kualitas Udara Padang Memburuk, BPBD Bagikan 11 Ribu Masker untuk Warga
Duel Ibu-ibu di Lubuk Alung Padang Pariaman Berujung Maut, Korban Meninggal usai Cekcok dengan Tetangga
Duel Ibu-ibu di Lubuk Alung Padang Pariaman Berujung Maut, Korban Meninggal usai Cekcok dengan Tetangga
Erupsi Gunung Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Abu Vulkanik Capai Ketinggian 14,6 Km
Erupsi Gunung Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Abu Vulkanik Capai Ketinggian 14,6 Km
Kegiatan Rekor MURI memasak dengan Bright Gas di Lapangan Merdeka Medan
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Cetak Rekor MURI, Masak Gunakan Bright Gas Serentak di Delapan Kota
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak