Sumbardaily.com, Padang - Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, turun langsung memantau operasi pencarian hari kedua terhadap Erlangga (10), bocah yang hilang terseret arus Sungai Batang Kandis, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.
Bocah yang merupakan siswa SDN 38 Lubuk Buaya tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025).
Jenazah korban yang ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB tersebut langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
"Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, saya menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih intensif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di sekitar area perairan," ujar Maigus Nasir di lokasi kejadian.
Wawako Padang juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memprioritaskan aspek keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.
"Kita harus tetap waspada dan meningkatkan kesiagaan di tengah kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi belakangan ini," katanya didampingi Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang, korban dilaporkan mandi bersama dua orang temannya sejak pukul 15.30 WIB di Sungai Batang Kandis pada Selasa (15/4/2025). Erlangga diperkirakan mulai hilang sekitar pukul 16.00 WIB.
Dua saksi mata yang merupakan teman korban, yakni Fatan Firdaus (14), siswa SMP 34, dan Revaldo (11), siswa SD 11 Lubuk Buaya, turut dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
Pencarian hari kedua dilakukukan dengan dukungan Tim SAR Gabungan serta masyarakat setempat.
Operasi pencarian dilakukan menggunakan perahu karet bermesin dengan manuver di titik hilangnya korban dan menyisir hingga ke muara pantai.
Jenazah Erlangga ditemukan tidak jauh dari lokasi awal hilangnya, dengan jarak sekitar 50 meter dari titik tersebut.
"Korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Belakang Pasar Lubuk Buaya Nomor 50, RT 03 RW 02, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah," kata Hendri Zulviton.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Wawako Padang, BPBD Kota Padang, Basarnas, PMI Kota Padang, Damkar, Camat, Polri, TNI, Lurah, Kelompok Siaga Bencana, RT, RW, masyarakat, serta Insan Kebencanaan.
"Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di perairan yang melibatkan anak-anak di Kota Padang, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua dan kesadaran akan keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini," katanya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait kebencanaan dapat menghubungi Pusdalops-PB BPBD Kota Padang melalui nomor pengaduan (0751) 778775 atau layanan Padang Sigap. (red)















