Bantuan Presiden ke Korban Terdampak Bencana Padang Disalurkan, Jatah Hidup hingga Rp10,8 Juta per Keluarga

Bantuan Presiden ke Korban Terdampak Bencana Padang Disalurkan, Jatah Hidup hingga Rp10,8 Juta per Keluarga

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyerahkan secara simbolis bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kantor Pos Padang, Senin (16/3/2026) siang. Bantuan yang disalurkan meliputi jaminan hidup (Jadup), bantuan isi hunian sementara, stimulan ekonomi, serta perlengkapan ibadah dan pakaian bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com, Padang - Bantuan Presiden bagi korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai disalurkan.

Pemerintah menyalurkan berbagai bentuk dukungan bagi warga terdampak, mulai dari bantuan jaminan hidup, isi hunian sementara, hingga stimulan ekonomi guna membantu pemulihan pasca bencana.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Kantor Pos Padang pada Senin (16/3/2026) siang. Wali Kota Padang, Fadly Amran secara langsung menyerahkan bantuan yang berasal dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Program bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghasilan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.

Pada tahap awal, bantuan jaminan hidup (Jadup) diberikan kepada 72 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini menempati Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Lubuk Buaya. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp15 ribu per jiwa setiap hari selama tiga bulan.

Jika dihitung secara keseluruhan, setiap keluarga dapat menerima bantuan sekitar Rp1.350.000 hingga Rp10,8 juta. Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang tercatat dalam data penerima.

Selain bantuan jaminan hidup, pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan sosial untuk melengkapi kebutuhan hunian sementara.

Sebanyak 72 KK penghuni Huntara Lubuk Buaya menerima bantuan isi hunian sementara senilai Rp3 juta per keluarga.

Tak hanya fokus pada kebutuhan dasar, pemerintah juga memberikan perhatian pada pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Untuk membantu warga memulai kembali aktivitas usaha mereka, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta kepada 112 kepala keluarga.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sesuai dengan hasil verifikasi data di lapangan.

“Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan hasil verifikasi di lapangan. Bagi masyarakat yang belum terdata, kami menghimbau untuk segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun kecamatan agar dapat dilakukan pendataan lanjutan,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Padang, Eri Sendjaya mengatakan, total penerima bantuan jaminan hidup untuk korban bencana di Kota Padang mencapai 581 jiwa.

Selain itu, bantuan isi hunian sementara dan bantuan stimulan ekonomi disalurkan kepada total 730 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.

Menurut Eri Sendjaya, para penerima bantuan berasal dari empat kecamatan yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi, yakni Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji dan Pauh.

“Penerima bantuan ini tersebar di empat kecamatan wilayah terdampak bencana, yaitu Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh. Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan proses verifikasi dan kesiapan administrasi di lapangan. Kami menyalurkan bantuan ini melalui PT Pos Indonesia,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan tambahan berupa perlengkapan ibadah serta pakaian untuk masyarakat terdampak.

Direktur Toponimi dan Batas Daerah Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Raziras Rahmadillah, turut menyerahkan bantuan yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Bantuan tersebut meliputi 1.000 Al-Qur’an, 2.000 sajadah, 1.000 sarung, serta 1.000 mukena. Selain itu, bantuan juga mencakup berbagai jenis pakaian yang akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jenis pakaian yang disalurkan antara lain celana, jaket, kaos, kemeja, sarung, jilbab, baju bayi, dress, hingga baju tidur.

"Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi setelah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang," imbuhnya. (red)

Baca Juga

Pekerjaan perbaikan trotoar ramah pejalan kaki di Jalan Haji Agus Salim, Kota Padang, sebagai bagian dari program Padang Rancak.
Trotoar Ramah Pejalan Kaki Dibangun di Jalan Protokol, Pemko Padang Kejar Target Jelang Hari Jadi Kota
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026).
79 Tahun Setelah Gugur, Perjuangan Bagindo Aziz Chan Masih Menjadi Arah Pembangunan Kota Padang
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Pemko Padang Ajukan Rancangan KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp2,7 Triliun
Pemko Padang Ajukan Rancangan KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp2,7 Triliun
Penyintas banjir bandang dan tanah longsor Batu Busuak berada di depan Hunian Sementara Layak Huni (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Tak Lagi Hidup Nomaden, Penyintas Longsor Batu Busuak Syukuri Hunsela Bantuan Pemko Padang
Kepala Disdukcapil Kota Padang bersama jajaran memberikan penjelasan mengenai percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kantor Disdukcapil Kota Padang.
Kartu Identitas Anak di Padang Tembus 70 Persen, Pemko Padang Siapkan Terobosan Baru ke Sekolah